Buat Gebrakan Pasca-pandemi, REI Bekasi Segera Gelar Property Expo

Dalam acara 'Halal Bi Halal & Outlook Property 2022' ini, Komisariat REI Bekasi membeberkan berbagai program dan berbagi strategi pengembangan proyek.

Halal bihalal Komisariat REI Bekasi, Kamis, 2 Juni 2022.
Halal bihalal Komisariat REI Bekasi, Kamis, 2 Juni 2022.

RealEstat.id (Bekasi) - Bertempat di Hotel Nuanza Cikarang, Komisariat Real Estat Indonesia (REI) Bekasi menggelar acara “Halal Bi Halal & Outlook Property 2022”, Kamis (2/6/2022). Acara ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan Komisariat REI Bekasi setelah dua tahun vakum akibat pandemi.

Tuti Mugiastuti, Ketua Komisariat REI Bekasi mengatakan, acara ini bertujuan mengembalikan kembali kehangatan yang pernah terjalin sebelum pandemi, sekaligus untuk berdiskusi berbagai hal terkait perkembangan properti di Bekasi.

"Selain itu, ada strategi-strategi yang bisa di-sharing dalam acara ini. Pasalnya, meski bisnis kami sama, tetapi lokasi pengembangan berbeda-beda,” tutur Tuti Mugiastuti dalam kata sambutannya.

Baca Juga: Grand Wisata Bekasi Tawarkan 'Value' Bagi Sebuah Hunian Idaman

Dihadiri 99% anggota REI Bekasi, kegiatan yang didukung Bank BTN dan Bank BTN Syariah ini juga dihadiri seluruh kepala cabang Bank BTN di wilayah Kabupaten Bekasi. Sementara, Outlook Property 2022 menghadirkan pembicara, yakni Kepala Kanwil 1 BTN, Edward Alimin Sjarif; pengamat properti Ali Tranghanda; dan Chairman Arrayan Group, Asmat Amin.

“Sekarang, anggota REI Bekasi sudah bangkit kembali setelah lesu akibat pandemi. Hal ini terlihat dari antusias mereka yang datang ke acara ini. Bahkan, saat ini penjualan produk properti anggota REI Bekasi tengah meningkat,” imbuh Tuti.

Lebih lanjut, dia membeberkan berbagai program kegiatan bisnis dan sosial yang dilakukan REI Bekasi. Kegiatan sosial yang dilakukan REI Bekasi, antara lain santunan untuk mereka yang terkena musibah, pemberian bantuan ke panti-panti asuhan, dan pembagian seribu mushaf Al Quran. Sebelum pandemi, REI Bekasi juga memberikan santunan Rp100 juta kepada Yayasan Tahfidz Indonesia.

Baca Juga: Premier Estate 3 Luncurkan Tipe Gavril, Rumah Premium Bergaya Modern Tropis

"Ada agenda yang tertunda akibat pandemi, yaitu mengadakan bedah rumah sebagai program REI Bekasi. Kenapa bedah rumah? Karena ada beberapa pengajuan yang sampai ke REI Bekasi, yaitu rumah warga yang harus kita bantu renovasi,” ujar Tuti.

Dalam waktu dekat, REI Bekasi berencana menyelenggarakan Property Expo Bekasi. Menurut Tuti, pada perhelatan pameran properti di Jakarta, banyak pengunjung menilai lokasi proyek properti di Bekasi tergolong jauh.

"Mungkin pengunjung di sana kebanyakan berasal dari Jakarta. Nah, ini yang mendorong REI Bekasi untuk mengadakan Expo Property khusus untuk daerah Bekasi. Kami menargetkan Juli 2022 Expo Property Bekasi bisa terselenggara,” kata Tuti.

Baca Juga: Mulai Rp250 Jutaan, Waskita Modern Realti Pasarkan Cluster Avasta di Township Vasaka City

Dalam diskusi Outlook Property 2022, Asmat Amin yang banyak menggeluti perumahan subsidi menyoroti kebutuhan rumah di Indonesia yang sangat besar yaitu backlog sekitar 12,7 juta rumah. Sementara kebutuhan rumah setiap tahunnya sekitar 800 ribu sampai 1 juta rumah.

"Padahal, real supply rumah setiap tahun sekitar 400 ribu dan tidak lebih dari 500 ribu. Ini sudah termasuk rumah subisidi, non subisidi dan swadaya," ujar Asmat Amin.

Asmat mengingatkan, kalau tidak ada terobosan dari pemerintah, perbankan, dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), masalah perumahan ini dalam waktu 5 - 10 tahun ke depan akan meledak dan menjadi masalah sosial. Ini harus menjadi perhatian REI ke depan.

Baca Juga: Arrayan Group Kembangkan Rumah Subsidi dengan Konsep Kota

“Untuk calon presiden dan wakil presiden harus orang yang men-support properti di Indonesia. Siapa yang mensuport properti, itulah yang kita suport,” ujar Asmat Amin, yang juga Chairman Arrayan Group.

Sementara pengamat properti Ali Tranghanda melihat, suka tidak suka properti akan terpengaruh pada situasi politik yang puncaknya di tahun 2024. Pada tahun 2023 situasi politik bakal semakin panas karena memasuki tahun 2024 akan ada pilpres.

"Sekarang saja di 2022, suhu politik sudah mulai terasa panas. Jika pertengahan tahun 2023 orang-orang sudah mulai fokus ke politik, harusnya booming properti terjadi di semester satu dan semester dua 2022," pungkas Ali.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono (kiri) menerima kunjungan kerja dari The Lord Mayor of the City of London, Vincent Keaveny (kanan) di Kantor Sekretariat Negara, Senin, 27 Juni 2022. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dengan London, serta membahas mengenai peluang investasi untuk proyek pembangunan IKN Nusantara. (Foto: istimewa)
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono (kiri) menerima kunjungan kerja dari The Lord Mayor of the City of London, Vincent Keaveny (kanan) di Kantor Sekretariat Negara, Senin, 27 Juni 2022. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dengan London, serta membahas mengenai peluang investasi untuk proyek pembangunan IKN Nusantara. (Foto: istimewa)
Penanaman Mangrove oleh karyawan PT SCG Readymix Indonesia. (Foto: istimewa)
Penanaman Mangrove oleh karyawan PT SCG Readymix Indonesia. (Foto: istimewa)
Puluhan agent of protection mendistribusikan paket kepada tiga perwakilan puskesmas di Badung, di antaranya Puskesmas.
Puluhan agent of protection mendistribusikan paket kepada tiga perwakilan puskesmas di Badung, di antaranya Puskesmas.