RealEstat.id

Akuisisi Laxo Global Akses, Winner Nusantara Jaya (WINR) Bangun Ekosistem Properti Berbasis Digital

Mengakuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses, pihak Winner Nusantara Jaya (WINR) membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan.

winner nusantara jaya winr group Laxo Global Akses realestat.id dok
Winner Tower (Foto: Dok. Winner Nusantara Jaya)

RealEstat.id (Jakarta) – Pengembang properti nasional, PT Winner Nusantara Jaya, Tbk (IDX: WINR) melakukan kesepakatan awal (preliminary agreement) untuk mengakuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) dan infrastruktur digital yang berkantor pusat di Jakarta.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi bisnis Winner Nusantara Jaya dalam membangun ekosistem properti berbasis digital.

Pasalnya, dengan meningkatnya kebutuhan terhadap konektivitas berkecepatan tinggi, layanan internet kini telah menjadi salah satu infrastruktur utama yang menunjang kualitas sebuah kawasan hunian, komersial, hotel, maupun mixed-use.

Melalui akuisisi ini, WINR tidak hanya memperkuat daya saing proyek-proyeknya, tetapi juga membuka peluang terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang diharapkan dapat memperkuat struktur pendapatan Perseroan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Winner Nusantara Jaya Lakukan IPO, Lepas 1,5 Miliar Saham

Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya, Tbk, Yusmen Liu mengatakan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam industri properti.

“Melalui akuisisi ini kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Selain memperkuat daya saing proyek yang dikembangkan, imbuh Yusmen, Perseroan melihat potensi terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang akan mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.

Dia mengatakan, ke depan, WINR tidak hanya ingin dikenal sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai pengembang kawasan modern yang mengintegrasikan infrastruktur digital, konektivitas, teknologi, dan layanan dalam satu ekosistem.

“Kami percaya model bisnis seperti ini akan menjadi salah satu standar baru industri properti di Indonesia,” kata Yusmen Liu, menambahkan.

Baca Juga: Ekspansif, Winner Group Kembangkan Proyek Properti di Sumatera dan Kalimantan

Lebih lanjut dia menerangkan, akuisisi PT Laxo Global Akses merupakan langkah awal dari strategi jangka panjang Winner Nusantara Jaya untuk membangun platform bisnis yang lebih kuat, lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham.

“Kami akan terus mencari peluang sinergi yang dapat memperkuat fundamental Perseroan sekaligus meningkatkan kualitas pendapatan di masa depan,” kata Yusmen Liu.

Selaras dengan visi tersebut, Perseroan akan terus mengembangkan proyek-proyek yang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam setiap tahap pengembangan kawasan.

Kehadiran PT Laxo Global Akses diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan konektivitas proyek-proyek Winner Nusantara Jaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai layanan digital bernilai tambah, seperti smart home, building management system, Internet of Things (IoT), cloud services, hingga layanan digital lainnya yang akan berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Baca Juga: Winner dan Sapta Group Sabet Tiga Penghargaan Dalam Satu Bulan

Yusmen menjelaskan, dengan strategi tersebut, WINR menargetkan terbentuknya ekosistem bisnis yang saling terintegrasi, di mana pertumbuhan sektor properti dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis infrastruktur digital.

“Kami meyakini sinergi ini akan memperkuat daya saing, meningkatkan kualitas aset, memperluas basis pendapatan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujarnya.

Sinergi Saling Menguntungkan dan Penciptaan Nilai

Yusmen Liu menegaskan bahwa strategi akuisisi ini menghadirkan sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua perusahaan.

Bagi WINR, kepemilikan perusahaan ISP memungkinkan penyediaan layanan internet terintegrasi di berbagai proyek Perseroan sehingga meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas sumber pendapatan dari layanan digital.

Sementara itu, bagi Laxo Global Akses, portofolio proyek Winner Nusantara Jaya di berbagai wilayah Indonesia menjadi peluang perluasan jaringan dan penambahan pelanggan secara lebih efisien melalui captive market yang telah tersedia, tanpa harus membangun demand dari nol.

“Model sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pertumbuhan yang saling mendukung antara bisnis properti dan infrastruktur digital dalam jangka panjang,” katanya.

Baca Juga: Winner Group Kembangkan Kota Mandiri: Cibinong New City

Yusmen Liu memaparkan, melalui akuisisi ini, Perseroan memperluas model bisnis dari pengembang properti menjadi pengembang yang menghadirkan ekosistem properti terintegrasi dengan infrastruktur digital.

“Integrasi layanan internet diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai jual dan daya saing setiap proyek, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil,” urainya.

Manajemen juga meyakini kombinasi bisnis properti dan infrastruktur digital akan memperkuat fundamental Perseroan melalui diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah proyek, serta optimalisasi aset yang dimiliki.

Selain melayani proyek-proyek internal Winner Nusantara Jaya, PT Laxo Global Akses tetap akan mengembangkan bisnisnya kepada pelanggan korporasi, instansi pemerintah, dan pelanggan ritel.

Dengan demikian, Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang berasal dari dua sumber sekaligus, yaitu: ekspansi proyek- proyek WINR dan pertumbuhan industri ISP nasional.

Strategi ini diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat posisi Winner Nusantara Jaya sebagai perusahaan properti yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Kenapa WiFi Terhubung tapi Tidak Ada Internet? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Didukung Potensi Besar Industri Internet Indonesia

Menurut Yusmen Liu, akuisisi ini didasari keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang industri konektivitas digital di Indonesia, yang didukung oleh sejumlah data terkini.

Berdasarkan Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional pada 2026 mencapai 81,72%, setara dengan 235,26 juta pengguna dari total populasi 287,3 juta jiwa, meningkat dari 80,66% pada tahun sebelumnya.

Jumlah pelanggan layanan internet tetap (fixed broadband) segmen inti bisnis LGA sebagai ISP tumbuh menjadi 99,5 juta pelanggan secara nasional, naik 3,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rata-rata durasi akses internet masyarakat Indonesia berkisar 4-6 jam per hari, mencerminkan ketergantungan tinggi terhadap konektivitas digital dalam aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan.

Proyeksi Statista memperkirakan jumlah pengguna internet Indonesia akan terus tumbuh hingga mencapai 269 juta orang pada 2028, didorong oleh perluasan infrastruktur fiber optik dan investasi jaringan 5G.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah WiFi Rumah Dibobol: Tips Aman dan Efektif Lindungi Jaringan Internet

Tren ini menegaskan bahwa permintaan terhadap layanan internet tetap, khususnya di kawasan- kawasan pengembangan baru, masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar sejalan dengan arah ekspansi WINR ke sektor ini.

Tak hanya itu, akuisisi PT Laxo Global Akses juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Winner Nusantara Jaya dalam mengembangkan kawasan berbasis teknologi.

Perseroan berencana mengembangkan proyek kawasan yang terintergrasi Smart City di Bogor, Jawa Barat, dengan tahap awal seluas sekitar 30 hektare yang direncanakan berkembang secara bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.

Proyek Smart City ini nantinya akan bersinergi dengan PT Laxo Global Akses sebagai penyedia Internet Service Provider canggih.

“Dalam pengembangan tersebut, Laxo Global Akses akan menjadi penyedia infrastruktur digital melalui jaringan fiber optik, internet berkecepatan tinggi, smart home, smart security, Internet of Things (IoT), serta berbagai layanan digital yang mendukung implementasi konsep kota pintar,” pungkas Yusmen Liu.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait