Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Generasi Muda Utamakan Harga daripada Lokasi Saat Pilih Hunian Co-living: Riset Cove

Co-living merupakan solusi hunian bagi milenial dan Gen Z di pusat perkotaan yang memiliki fasilitas lengkap dan skema kontrak fleksibel.
cove estira indekos kost kota malang realestat.id dok
Cove Estira, Co-Living di Kota Malang. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Tingginya harga rumah menjadi salah satu alasan Gen Z dan Milenial memilih hunian sewa, termasuk konsep co-living.

Namun, keputusan untuk menyewa tempat tinggal tidak serta-merta membuat kedua generasi ini mengabaikan perhitungan biaya.

Riset Cove, penyedia hunian co-living modern, bersama platform riset Jakpat menunjukkan bahwa harga sewa yang sesuai anggaran menjadi pertimbangan utama Gen Z dan Milenial di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya dalam memilih hunian.

Selain harga, kelengkapan fasilitas yang sudah termasuk dalam biaya sewa, seperti listrik, air, dan internet, juga menjadi faktor penting.

Baca Juga: Bleisure: Mengubah Perjalanan Bisnis Menjadi Pengalaman Liburan yang Seru

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mencari hunian yang nyaman, tetapi juga mengutamakan kepastian biaya agar pengeluaran bulanan tetap terkendali.

Country Director of Growth Cove, Dian Paskalis, mengatakan Gen Z dan Milenial semakin cermat dalam mengelola pengeluaran, tetapi tetap memiliki ekspektasi tinggi terhadap kenyamanan tempat tinggal.

“Gen Z dan Milenial hari ini sangat cermat dalam berhitung, tetapi memiliki kompromi yang rendah terkait kenyamanan, termasuk dalam urusan pemilihan hunian sewa. Sikap ini bukan semata karena besaran anggaran, melainkan juga karakter generasi,” ujar Dian.

Menurut dia, hasil riset terbaru Cove dan Jakpat menunjukkan bahwa harga sewa yang sesuai anggaran tetap menjadi pertimbangan terbesar, bahkan bagi responden dengan anggaran hidup di atas Rp7,5 juta per bulan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan untuk mengelola biaya hunian secara cermat berlaku di berbagai kelompok anggaran, termasuk kalangan menengah ke atas.

Baca Juga: Penghuni Tumbuh 100%, Cove Bidik Bisnis Penyewaan Kamar Bulanan di Bali

Harga dan Lokasi Jadi Pertimbangan

Dalam menentukan co-living pilihan, generasi muda menaruh banyak perhatian pada harga sewa yang akan mereka bayarkan selama masa tinggal.

Gen Z dan Milenial di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya menyatakan bahwa hal yang paling banyak jadi pertimbangan mereka ketika mencari co-living adalah harga sewa yang sesuai anggaran (69%).

Proporsi dalam pertimbangan ini merata di kedua generasi tersebut, di mana 7 dari 10 responden dari Gen Z maupun Milenial sama-sama mempertimbangkan faktor harga tersebut.

Meski kerap lebih mementingkan gaya hidup, nyatanya kedua generasi ini menunjukkan perilaku yang cermat dan pragmatis dalam memilih hunian sewa di tengah gejolak harga properti.

Baca Juga: Mahasiswa Kini Cari Kost Kurang dari Sebulan, Harga Rp2 Juta Jadi Favorit: Riset Cove

Selain biaya sewa, pengeluaran sehari-hari seperti transportasi juga kerap menjadi perhitungan utama generasi muda.

Hal ini tercermin dalam temuan riset yang menunjukkan bahwa lokasi co-living yang strategis (58%) menjadi pertimbangan terbesar kedua bagi mereka.

Ketika dipecah antara kedua generasi tersebut, lokasi strategis lebih banyak dipertimbangkan oleh generasi Milenial (64%) dibandingkan Gen Z (51 %).

Hal ini mungkin berkaitan dengan tahap Gen Z yang masih aktif berkuliah atau sedang dalam fase awal karier mereka, sehingga lebih fleksibel dan mobile dalam beraktivitas dibandingkan Milenial yang umumnya sudah berada di tahap karier yang lebih mapan dengan rutinitas yang lebih tetap.

Baca Juga: Mobilitas Jadi Pertimbangan Utama Gen Z dalam Menentukan Lokasi Hunian

Keterjangkauan Sewa Co-living yang Utama

Meski Gen Z dan Milenial memiliki sensitivitas tinggi terhadap harga sewa co-living, hal ini tidak berarti mereka terpaku untuk berhemat semata.

Bagi mereka, keterjangkauan harus tetap memenuhi kebutuhan dasar. Setelah dua pertimbangan utama yaitu harga sewa dan lokasi, lebih dari separuh responden (55%) menyatakan bahwa mereka turut mempertimbangkan co-living yang harga sewanya sudah termasuk listrik, air, dan internet.

Selain memenuhi kebutuhan dasar, mereka juga enggan menurunkan standar kenyamanan mereka demi harga co-living yang lebih murah.

Setelah ketiga pertimbangan di atas, faktor-faktor berikutnya yang paling banyak mereka pertimbangkan memiliki keterkaitan dengan kenyamanan pengalaman tinggal, yaitu jaminan keamanan, fasilitas yang lengkap, dan kamar yang nyaman secara berurutan.

Baca Juga: Ini Tiga Syarat Hunian Pilihan Milenial dan Gen Z: Riset Cove

Dengan begitu, bagi Gen Z dan Milenial, hunian yang ideal itu tidak hanya harus terjangkau, tetapi juga harus mendukung keseharian mereka baik dari segi kebutuhan dasar maupun kenyamanan.

Dian Paskalis mengatakan, lokasi dan besaran harga sewa maupun jual merupakan hal yang amat berkaitan di pasar hunian Indonesia. Semakin strategis suatu hunian, maka akan semakin tinggi biayanya.

Biaya ini juga umumnya semakin bertambah seiring kelengkapan fasilitas, seperti ketersediaan perabot kamar, security 24 jam, atau area komunal.

“Oleh karena itu, co-living hadir sebagai solusi bagi Gen Z dan Milenial: hunian di pusat perkotaan yang berfasilitas lengkap, dengan skema kontrak yang lebih fleksibel mulai dari hitungan mingguan, sehingga memungkinkan mereka tinggal di hunian ideal tanpa harus banyak berkompromi,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait