Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Rilis Strozzi Commercial, Summarecon Serpong Hadirkan Peluang Bisnis di Ekosistem Kawasan yang Terus Bertumbuh

Summarecon Serpong menghadirkan Strozzi Commercial yang menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem komersial di kawasan Serpong CBD.
Strozzi Commercial Summarecon Serpong realestat.id
Strozzi Commercial, Summarecon Serpong (Foto: Dok. Summarecon)

RealEstat.id (Tangerang) – Perkembangan kawasan komersial saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi strategis maupun tingginya lalu lintas kendaraan.

Lebih dari itu, kemampuan sebuah kawasan dalam menciptakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari menjadi faktor penting dalam membentuk daya tarik dan keberlanjutan bisnis.

Kehadiran hunian, ruang publik, fasilitas pendidikan, kuliner, olahraga, hingga hiburan dalam satu kawasan secara bertahap membentuk apa yang dikenal sebagai destination ecosystem.

Ekosistem ini menjadi pertimbangan baru bagi pelaku usaha dalam memilih lokasi bisnis, karena tidak hanya menawarkan aksesibilitas, tetapi juga potensi pasar yang telah terbentuk dan aktivitas yang terus bergerak.

Baca Juga: Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang Akan Terintegrasi MRT Koridor Timur-Barat

Riset yang dilakukan beberapa konsultan properti menunjukkan bahwa sektor Food & Beverage (F&B) dan lifestyle masih menjadi salah satu penggerak utama ekspansi tenant ritel di kawasan Jabodetabek.

Dalam menentukan lokasi usaha, pelaku bisnis juga semakin mempertimbangkan kawasan yang telah memiliki aktivitas, captive market, dan ekosistem yang matang, bukan semata-mata mengandalkan tingginya volume kendaraan yang melintas.

Konsep tersebut sejalan dengan arah pengembangan kawasan mixed use yang mengintegrasikan fungsi hunian, komersial, ruang publik, dan fasilitas pendukung dalam satu kawasan.

Integrasi berbagai fungsi tersebut dinilai mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di dalam kawasan.

Baca Juga: Ekosistem Matang, Summarecon Serpong Digadang Jadi ‘Role Model’ Kota Terpadu di Indonesia

Tren yang terjadi belakangan di sektor ritel adalah berkembangnya neighbourhood retail centre, yakni pusat ritel berbasis lingkungan yang hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan hunian dan sekitarnya.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan, konsep tersebut semakin relevan seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan akses lebih mudah terhadap kebutuhan sehari-hari.

“Karena itu, neighbourhood retail centre tidak hanya mengandalkan aktivitas belanja, tetapi juga menawarkan restoran dan kafe, layanan kebutuhan harian, serta berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas komunitas,” tuturnya.

Pertumbuhan pusat ritel berbasis lingkungan juga menunjukkan bahwa perkembangan sektor ritel kini semakin terkait erat dengan pola konsumsi masyarakat lokal yang terintegrasi dengan kawasan hunian dan pengembangan mixed-use.

“Konsep ini sekaligus menjadi alternatif bagi konsumen yang tidak selalu membutuhkan perjalanan ke pusat perbelanjaan berskala besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Ferry Salanto.

Baca Juga: Harris Hotel & Convention Serpong Resmi Dibuka, Summarecon Serpong Perkuat Posisi Sebagai Regional Hub

Strozzi Commercial Summarecon Serpong CBD realestat.id dok
Kawasan Strozzi Commercial di Summarecon Serpong (Foto: Dok. Summarecon)

Summarecon Serpong Hadirkan Strozzi Commercial

Menjawab fenomena tersebut, PT Summarecon Agung Tbk menghadirkan Strozzi Commercial yang menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem komersial di kawasan Serpong CBD.

Produk komersial terbaru yang dikembangkan Summarecon Serpong ini menawarkan kombinasi antara aksesibilitas, aktivitas kawasan, dan peluang pertumbuhan bisnis.

Berkembangnya aktivitas di koridor Symphonia Boulevard menjadikan kawasan utama Summarecon Serpong ini sebagai salah satu titik pertumbuhan komersial baru di Serpong CBD.

Potensi tersebut didukung oleh keberadaan kawasan hunian dengan tingkat okupansi tinggi, fasilitas pendidikan, serta berbagai destinasi yang terus berkembang di sekitarnya.

Strozzi Commercial juga berada dalam satu koridor dengan The Hood—destinasi belanja dan kuliner yang menghadirkan pengalaman ritel semi outdoor—yang dapat ditempuh sekitar lima menit berjalan kaki.

Kedekatan tersebut menempatkan Strozzi Commercial sebagai bagian dari ekosistem komersial yang saling terhubung di kawasan Symphonia Boulevard.

Baca Juga: Usung Konsep The Real Attic, Summarecon Serpong Rilis Cluster Strozzi dengan Harga Rp2,4 Miliar

Bagi para tenant, posisi ini memberikan potensi untuk terhubung dengan aktivitas dan pergerakan pengunjung yang akan terbentuk seiring beroperasinya The Hood.

Kehadiran berbagai destinasi dalam satu koridor juga membuka peluang terbentuknya pola kunjungan yang lebih beragam, sehingga aktivitas kawasan tidak hanya bergantung pada satu jenis kegiatan.

Aktivitas harian di koridor Symphonia Boulevard juga semakin diperkuat dengan keberadaan Sekolah Ekayana Genta Bangsa yang mulai beroperasi pada Juli 2026.

Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut berpotensi menambah mobilitas harian di kawasan tersebut, sekaligus memperluas basis pengguna yang dapat mendukung aktivitas komersial di sekitarnya.

Dari sisi konektivitas, kawasan ini didukung akses Melody-Diklat Pemda menuju Legok serta jaringan Boulevard Gading Serpong, Jalan Raya Serpong, Tol Jakarta-Tangerang, dan Tol Serpong-Balaraja.

Jaringan tersebut memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuni, pengunjung, maupun pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan Serpong CBD.

Baca Juga: Klaster Bellefont Laku Keras, Summarecon Serpong Cetak Penjualan Rp600 Miliar

Selain aksesibilitas, potensi Strozzi Commercial juga ditopang oleh ekosistem kawasan yang terus berkembang.

Salah satunya melalui kehadiran SQP Hub, termasuk Zora SPKLU Signature yang menjadi premium charging hub pertama di Indonesia.

Dengan rata-rata sekitar 400 kendaraan melakukan pengisian daya setiap hari, keberadaan fasilitas tersebut menciptakan pola kunjungan baru di kawasan.

Pengguna kendaraan listrik yang menghabiskan waktu selama proses pengisian daya berpotensi menjadi bagian dari basis pengunjung bagi berbagai jenis usaha yang hadir di sekitar kawasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan komersial kini semakin erat dengan kemampuan menciptakan aktivitas dan pengalaman bagi pengunjung.

Kehadiran fasilitas pendukung yang beragam dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan tujuan kunjungan yang berbeda.

Strozzi Commercial Summarecon Serpong CBD realestat.id dok (1)
Kawasan Strozzi Commercial di Summarecon Serpong (Foto: Dok. Summarecon)

Baca Juga: Rilis Tipe Ardea, Summarecon Serpong Tawarkan Kemewahan, Teknologi, dan Kenyamanan

Dari sisi infrastruktur, Strozzi Commercial di Summarecon Serpong dirancang dengan Right of Way (ROW) jalan selebar 36 meter dan 32 meter.

Pengembangan ini juga didukung double layer parking yang memberikan kapasitas parkir lebih optimal bagi tenant maupun pengunjung.

Setiap unit Strozzi Commercial turut dilengkapi mezzanine yang memberikan fleksibilitas bagi pemilik usaha dalam mengatur ruang sesuai kebutuhan operasional.

Fleksibilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai konsep bisnis yang membutuhkan ruang tambahan, baik untuk area pelayanan, penyimpanan, maupun fungsi pendukung lainnya.

Strozzi Commercial dipersiapkan dalam pilihan ukuran 5×16 meter dan 7×16 meter. Variasi tersebut dirancang untuk mengakomodasi beragam kebutuhan usaha, mulai dari F&B, retail, wellness, convenience store, hingga layanan profesional.

Selain pilihan ukuran, pengembangan ini juga menawarkan dua opsi serah terima unit, yakni Bare dan Finish. Pilihan tersebut memberikan keleluasaan bagi tenant untuk menentukan unit yang lebih siap digunakan maupun unit yang dapat dikembangkan dengan konsep interior sesuai karakter, kebutuhan operasional, dan identitas masing-masing bisnis.

Baca Juga: Summarecon Serpong Perkenalkan Logo dan Tagline Baru, Ini Filosofinya

Dengan harga mulai sekitar Rp4 miliaran, Strozzi Commercial diposisikan sebagai salah satu pilihan commercial dengan best value di Summarecon Serpong.

Produk yang menggabungkan aspek aksesibilitas, aktivitas kawasan, dan fasilitas pendukung ini, menawarkan potensi pertumbuhan bisnis dalam satu lokasi.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan, para pelaku usaha kini tidak hanya mempertimbangkan aspek strategis sebuah lokasi, tetapi juga melihat seberapa hidup kawasan tersebut dan seberapa besar aktivitas yang berlangsung setiap hari.

“Sekarang pelaku usaha bukan cuma melihat apakah lokasinya strategis atau tidak. Mereka juga ingin tahu, apakah kawasannya memang hidup, apakah ada aktivitas yang terus bergerak setiap hari,” katanya.

Dia menjelaskan, ketika orang datang untuk tinggal, belajar, bekerja, berolah raga, atau sekadar menghabiskan waktu, aktivitas bisnis biasanya ikut terbentuk. Dan semua itu yang terus dibangun di Serpong CBD.

“Strozzi Commercial hadir sebagai bagian dari ekosistem tersebut, sehingga tenant tidak hanya mendapatkan ruang usaha, tetapi juga menjadi bagian dari kawasan Summarecon Serpong yang terus bertumbuh,” ujar Albert.

Baca Juga: Bernuansa Romantis, Summarecon Serpong Hadirkan Hunian Premium di Klaster Bellefont

Integrated Township Kota Terpadu Summarecon Serpong realestat.id dok
Integrated Township Kota Terpadu Summarecon Serpong (Foto: Istimewa)

Memperkuat Ekosistem Komersial Serpong CBD

Pengembangan Strozzi Commercial tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kawasan Summarecon Serpong secara keseluruhan.

Berada dalam kawasan terintegrasi seluas lebih dari 10.000 hektare yang terhubung dengan tiga mega township, yakni BSD City, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci, kawasan ini menjadi bagian dari salah satu koridor aktivitas dan pertumbuhan ekonomi utama di Tangerang Raya.

Selama lebih dari tiga dekade, Summarecon Serpong mengembangkan kawasan melalui berbagai fungsi, mulai dari hunian, fasilitas kota, hingga destinasi komersial yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Salah satu destinasi yang telah berkembang adalah Summarecon Mall Serpong. Pusat perbelanjaan tersebut menjadi salah satu destinasi belanja, kuliner, dan lifestyle utama di Tangerang Raya sekaligus mencerminkan pengalaman Summarecon dalam mengembangkan kawasan komersial yang memiliki aktivitas berkelanjutan.

Ekosistem tersebut kemudian terus diperluas dengan pengembangan The Hood yang mengusung konsep lakeside retail neighborhood.

Baca Juga: Tak Sekadar Tren, Hunian Jadi Kunci Hidup Sehat dan Seimbang

Berada di atas lahan sekitar 10 hektare, The Hood dijadwalkan mulai beroperasi pada Desember 2026 dan akan menghadirkan lebih dari 50 tenant.

Beragam fungsi yang direncanakan hadir di The Hood mencakup F&B, padel court, gym, bioskop, concert hall, supermarket, spa wellness, hingga new concept bookstore.

Kehadiran berbagai fungsi tersebut diharapkan memperluas pilihan destinasi sekaligus menciptakan aktivitas yang lebih beragam di kawasan Serpong CBD.

Hingga saat ini, Summarecon Serpong telah dihuni lebih dari 12.000 keluarga dan didukung sekitar 2.000 unit ruko.

Aktivitas kawasan juga diperkuat dengan keberadaan SQP Hub, SQP Park, Zora SPKLU Signature, serta pembukaan akses Melody-Diklat Pemda yang memperluas konektivitas dan mobilitas antarwilayah di Serpong CBD.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait