RealEstat.id

Tunjukkan Tren Positif, Rumah Second Berpotensi Jadi Katalis Pertumbuhan Pasar Properti Indonesia

Pasar rumah second memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar karena keterbatasan pasokan rumah baru yang belum mampu memenuhi kebutuhan hunian yang terus meningkat.

Panangian Simanungkalit Rumah Properti Second BTN Satgas Properti realestat.id dok
Panangian Simanungkalit (Foto: Dok. Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Pasar properti nasional pada tahun ini diproyeksikan tetap berada di jalur pertumbuhan positif seiring dengan potensi lonjakan transaksi di pasar rumah sekunder (secondary market) di Indonesia.

Perkembangan ini dinilai dapat menjadi salah satu pendorong baru bagi dinamika industri properti, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

Anggota Satgas Perumahan sekaligus pengamat properti, Panangian Simanungkalit, menilai bahwa meningkatnya aktivitas di pasar rumah second berpotensi menjadi katalis penting bagi pertumbuhan sektor properti.

Menurutnya, momentum ini juga dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mulai berinvestasi atau memiliki hunian dengan legalitas yang jelas serta harga yang masih kompetitif.

Baca Juga: Tips Gen Z Beli Rumah Pertama: Cara Menabung, Investasi, dan Pilih KPR

“Pasar properti masih on the right track karena adanya momentum rumah second di pasar sekunder. Ini menjadi peluang besar, khususnya bagi Gen Z untuk mulai masuk ke pasar properti dengan legalitas yang sudah jelas dan harga yang relatif terjangkau,” ujar Panangian, Selasa (19/5/2026).

Dia menjelaskan, pasar rumah second memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar karena keterbatasan pasokan rumah baru yang belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat setiap tahun.

Dalam kondisi tersebut, pasar sekunder dinilai dapat menjadi alternatif solusi untuk memperluas akses kepemilikan rumah, sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan nasional yang masih tinggi.

Selain itu, imbuhnya, banyak rumah second yang berada di kawasan yang sudah berkembang dan memiliki infrastruktur lengkap.

Baca Juga: Jadi Pembeli Properti Potensial, Generasi Milenial dan Gen Z Masih Hadapi Kendala

“Tak jarang, properti tersebut berdiri di lokasi premium dengan harga tanah yang masih mengikuti nilai puluhan tahun lalu. Ibaratnya, kita membeli tanahnya saja sudah untung,” kata Komisaris Independen PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ini.

Lebih lanjut, Panangian Simanungkalit mengungkapkan dalam waktu dekat, pasar akan kedatangan puluhan ribu aset properti second melalui mekanisme lelang.

Langkah ini digadang menjadi salah satu pelepasan aset properti terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Properti yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, apartemen, hingga kavling dengan rentang harga yang variatif.

Baca Juga: Tertarik Ikut Lelang Rumah? Simak Tips dan Triknya!

Menurutnya, pasar rumah second menjadi semakin menarik karena sebagian besar aset berada di kawasan yang sudah hidup, memiliki fasilitas publik yang memadai, serta didukung infrastruktur yang telah terbentuk.

Di sisi lain, nilai tanah di kawasan tersebut cenderung terus meningkat sehingga memberikan potensi keuntungan baik untuk hunian maupun investasi.

“Pasar rumah second ini menarik karena banyak properti berada di kawasan yang sudah matang secara infrastruktur dan aktivitas ekonomi. Dari sisi investasi maupun hunian, potensinya masih sangat besar,” ujarnya.

Panangian menambahkan, rumah-rumah yang akan dipasarkan juga telah melalui proses pengecekan legalitas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait status kepemilikan maupun aspek administrasinya, alias: free, clean and clear.

Baca Juga: Mobilitas Jadi Pertimbangan Utama Gen Z dalam Menentukan Lokasi Hunian

Hal yang menarik, akan tersedia pula skema pembiayaan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dirancang khusus untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah second dengan cara mencicil.

Dengan berbagai faktor tersebut, Panangian optimistis penguatan pasar sekunder akan memberikan dampak positif terhadap industri perumahan nasional secara keseluruhan.

Selain meningkatkan likuiditas pasar properti, perkembangan ini juga diyakini mampu memperluas pilihan hunian bagi masyarakat.

“Selama ini masyarakat terlalu fokus pada rumah baru, padahal rumah second juga memiliki nilai yang sangat baik. Dengan edukasi yang tepat, pasar sekunder bisa menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor properti nasional,” tutupnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait