RealEstat.id

Fortress Ramadhan White 2026: Saat Industri Manufaktur Berbagi Kehangatan di Bulan Suci

JBS Perkasa membagikan 3.250 paket sembako gratIs dan memberikan santunan masyarakat duafa lewat program CSR Fortress Ramadhan White 2026.

Program CSR Fortress Ramadhan White 2026-RealEstat.id
Kegiatan pembagian sembako Fortress Ramadhan White 2026 oleh JBS Perkasa di Tangerang kepada masyarakat di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Tangerang) – Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk mempererat kebersamaan. Hal ini tercermin dalam program Ramadhan White 2026 yang digelar oleh JBS Perkasa, produsen dan pemilik merek pintu baja Fortress.

Melalui program CSR tersebut, JBS Perkasa membagikan lebih dari 3.250 paket sembako serta santunan kepada masyarakat duafa di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang.

Mengusung tema “Berbagi Kebaikan, Menguatkan Kebersamaan”, kegiatan sosial ini menjadi refleksi bagaimana sektor industri manufaktur dapat berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

National Human Capital Manager JBS Perkasa, Mike Latuwael mengatakan kegiatan CSR ini bagian dari upaya menghadirkan nilai kemanusiaan dalam ekosistem.

Baca Juga: Upaya Fortress Dukung Pelestarian Gajah dan Badak Sumatra Melalui Kegiatan CSR

“JBS Perkasa berupaya terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan para pelanggan, terutama pada momen bulan suci Ramadan,” kata Mike.

Sementara itu, Lurah Binong Sukri Ariansyah menyampaikan apresiasi atas inisiatif kepedulian sosial yang dilakukan JBS Perkasa terhadap warga sekitar.

“Terima kasih kepada Fortress yang selama ini sudah peduli dengan warga sekitar.” pungkasnya.

Fokus Bangun Ekosistem Pintu Baja di Indonesia

Di balik kegiatan Fortress Ramadhan White 2026 tersebut, JBS Perkasa juga tengah fokus membangun ekosistem industri pintu berbahan plat baja di Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian penting untuk mendorong adopsi pintu berkelanjutan (sustainable doors), sekaligus memperkuat daya saing di pasar nasional.

Founder & CEO JBS Perkasa Joni Effendi menegaskan bahwa strategi perusahaan tidak semata-mata bertumpu pada penjualan produk semata.

Baca Juga: Teknologi Smart Security Pintu Baja Fortress Berhasil Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025

“Fortress menyiapkan pendekatan yang lebih menyeluruh, agar masyarakat Indonesia dapat menerima dan menggunakan pintu baja secara berkelanjutan,” kata dia.

Menurut Joni, tantangan utama industri pintu baja bukan hanya soal spesifikasi atau harga saja. Melainkan kesiapan ekosistem yang menopang pengalaman pengguna.

Karena itu, JBS Perkasa menempatkan pembangunan ekosistem sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan bisnisnya di tahun-tahun mendatang.

Sebagai bagian dari pengembangan bisnis dan memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing industri lokal, JBS Perkasa sedang membangun pabrik baru di kawasan Binong, Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Kolaborasi JBS Perkasa dan REI Tingkatkan Kualitas Rumah Subsidi di Indonesia Melalui Solusi Pintu Baja Fortress

Joni Effendi menerangkan hingga saat ini pembangunan fisik pabrik Fortress sudah mencapai 80% dan diharapkan pada kuartal III-2026 sudah mulai beroperasi

“Kami sangat antusias dengan manufaktur pertama Fortress ini. Di mana investasi lokal bukan hanya hadir, tetapi berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dukungan Program 3 Juta Rumah

Pada Desember 2025 lalu, JBS Perkasa melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Real Estate Indonesia (REI), guna mendukung percepatan pembangunan program 3 juta rumah.

Kerja sama ini sebagai upaya menjamin kualitas hunian memenuhi standar kenyamanan dan keamanan, khususnya penggunaan pintu berkualitas untuk hunian subsidi.

Melalui produk pintu baja ekonomis, Fortress menyuplai pengadaan untuk proyek perumahan subsidi milik anggota REI yang tersebar di wilayah Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, Papua, dan Pulau Jawa.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-22, Pintu Baja Fortress Ekspansi ke Tanah Papua

National Sales Director JBS Perkasa, Hens Sumarauw menambahkan bahwa Fortress hadir ingin mensukseskan program rumah subsidi pemerintah.

“Secara spesifikasi dan kualitas, tidak mengubah dari produk pintu baja kami sebelumnya. Perbedaan mendasar pintu untuk rumah subsidi hanya ada pada dimensinya saja,” terang Hens.

Peluang pintu baja harga ekonomis, imbuhnya, akan besar sekali mengingat masyarakat masih mencari pintu berkualitas dengan harga terjangkau.

“Untuk segmen premium, kami akan tetap lakukan up grade, menambah koleksi, desain dan warna baru, serta dimensi yang bisa menyesuaikan keinginan pasar.” tandas dia.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait