RealEstat.id

Peran Ibu Sebagai ‘Menteri Keuangan’ Keluarga, Kunci Wujudkan Rumah Impian

Meski tidak selalu menjadi pencari nafkah utama, ibu memiliki peran penting mengarahkan arus keuangan keluarga, mulai kebutuhan harian hingga jangka panjang, termasuk memiliki rumah impian.

menabung Investasi properti rumah ibu perempuan istri realestat.id dok
Foto: Dok. Realestat.id

RealEstat.id (Jakarta) – Meningkatnya peran perempuan sebagai istri dan ibu dalam keluarga turut mendorong pentingnya kemampuan mengelola keuangan rumah tangga secara bijak dan terencana.

Di tengah kenaikan kebutuhan hidup dan kompleksitas perencanaan masa depan, literasi finansial menjadi fondasi utama bagi perempuan untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga, termasuk dalam mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

Peran tersebut tak hanya terlihat dari pengaturan kebutuhan harian, tetapi juga dalam penyusunan strategi keuangan jangka panjang seperti menyiapkan dana pendidikan anak hingga membeli hunian.

Kesadaran inilah yang coba diangkat dalam talk show online bertajuk “Kartini Jaman Now: Pintar Atur Uang, Wujudkan Rumah Impian” yang digelar Pinhome.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cash Bertahap: Cara Beli Rumah Tanpa Bunga yang Aman dan Menguntungkan

Menghadirkan Financial Planner Jennittya Fitri Hidayat dan Head of Finance Komunitas Ibu Punya Mimpi, Rizky Amalia, talk show ini mengulas peran perempuan dalam menjaga stabilitas finansial keluarga serta tips bagi ibu untuk menjadi lebih berdaya secara finansial dan cerdas dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Menurut Jennittya Fitri Hidayat, kemampuan ibu dalam menentukan prioritas pengeluaran menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi finansial keluarga tetap sehat.

Meski tidak selalu menjadi pencari nafkah utama, tuturnya, ibu memiliki peran penting dalam mengarahkan arus keuangan rumah tangga agar kebutuhan keluarga terpenuhi sekaligus tujuan jangka panjang dapat tercapai, termasuk memiliki rumah impian.

“Ibu memiliki peran strategis dalam memastikan keuangan keluarga tetap terarah, mulai dari memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga merencanakan tujuan besar seperti rumah impian. Karena itu, ibu dapat disebut sebagai ‘Menteri Keuangan’ keluarga,” jelas Jennittya.

Namun, Rizky Amalia mengingatkan bahwa dalam praktiknya masih banyak pengeluaran kecil yang sering terlewat dalam perencanaan keuangan rumah tangga. Padahal, jika diakumulasi, pengeluaran tersebut bisa berdampak signifikan terhadap kondisi keuangan keluarga.

Baca Juga: Kepemilikan Rumah jadi Solusi Finansial untuk Gen Z ditengah Himpitan Sandwich Generation

Biaya tambahan seperti ongkos kirim, parkir, biaya administrasi, hingga belanja impulsif melalui aplikasi e-commerce perlu diperhitungkan dalam pos anggaran bulanan.

“Pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele ini bisa menjadi besar jika tidak dikontrol. Karena itu, penting bagi keluarga untuk tetap disiplin terhadap anggaran yang telah dibuat serta menyiapkan pos khusus untuk kebutuhan tak terduga agar kondisi keuangan tetap stabil,” ujar Rizky.

Dalam pengelolaan keuangan keluarga, Jennittya juga menyarankan agar total cicilan utang tidak melebihi 35% dari penghasilan bulanan, termasuk cicilan rumah maupun kewajiban kredit lainnya.

Sementara bagi keluarga dengan sumber penghasilan tunggal (single income) atau penghasilan yang tidak tetap, porsi cicilan idealnya berada di kisaran 20% – 25% dari pendapatan agar masih tersedia ruang untuk kebutuhan hidup, dana darurat, dan tabungan pendidikan anak.

“Impian memiliki rumah seharusnya membawa ketenangan bagi keluarga. Jangan sampai setiap tanggal jatuh tempo cicilan justru menimbulkan stres,” ujar Jennittya.

Baca Juga: Investasi Emas atau Properti, Mana Lebih Menguntungkan? Simak Penjelasannya

Bedakan Kebutuhan dengan Keinginan

Dalam praktiknya, kestabilan keuangan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta konsistensi dalam menabung.

Mengelola keuangan bukan berarti membatasi diri secara berlebihan, tetapi memastikan setiap pengeluaran memiliki tujuan yang jelas dan bermanfaat bagi keluarga.

“Kontribusi ibu dalam keluarga tidak selalu harus berupa tambahan penghasilan. Menghindari kebocoran keuangan dan mengarahkan pengeluaran pada tujuan yang lebih terencana sudah menjadi langkah besar untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Jennittya.

Rizky Amalia menambahkan bahwa perempuan, khususnya ibu, merupakan pilar utama dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Oleh karena itu, peningkatan literasi finansial menjadi hal yang sangat penting agar perempuan semakin percaya diri dalam memahami berbagai instrumen keuangan dan membuat keputusan finansial yang tepat.

Menurutnya, kesempatan untuk belajar mengenai keuangan saat ini semakin terbuka luas. Tinggal bagaimana kita mau mulai dan konsisten meningkatkan pengetahuan.

“Dengan literasi finansial yang baik, peran sebagai ‘Menteri Keuangan keluarga’ dapat dijalankan secara optimal untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang, termasuk mewujudkan rumah impian,” tutur Rizky.

Baca Juga: 6 Keuntungan Bila Kamu Tinggal di Apartemen Lantai Paling Atas

KPR Takeover Pinhome

Bagi keluarga yang ingin mengetahui kemampuan finansial sebelum membeli rumah atau menghitung besaran cicilan yang sesuai dengan kondisi keuangan, kini prosesnya dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui aplikasi Pinhome.

Platform properti digital ini menyediakan fitur Pencarian Properti dan Simulasi KPR yang membantu calon pembeli rumah memahami estimasi cicilan sejak awal.

CEO dan Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menjelaskan bahwa Pinhome juga menghadirkan layanan Simulasi dan Konsultasi KPR Takeover bagi masyarakat yang ingin menghemat cicilan rumah yang sedang berjalan.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang, solusi KPR takeover dinilai semakin diminati karena memberikan peluang bagi pemilik rumah untuk memperoleh bunga yang lebih kompetitif.

Dara mengatakan, KPR Takeover dapat membantu pengguna menghemat cicilan hingga 40% dengan peluang kembali masuk ke masa bunga fixed.

“Melalui layanan di Pinhome, prosesnya juga lebih praktis karena pengguna bisa mengajukan ke banyak bank sekaligus, mendapatkan simulasi hingga akad secara gratis, tenor fleksibel, cashback jutaan Rupiah, serta dukungan dari lebih dari 40 bank dan institusi keuangan,” jelasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait