RealEstat.id (Surabaya) – Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, PT Pakuwon Jati, Tbk (IDX: PWON), berhasil membukukan kinerja keuangan yang stabil di Semester I 2026, dengan mencetak pendapatan Rp3,37 triliun.
Pertumbuhan ini berhasil mengimbangi moderasi pendapatan development yang disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan dari serah terima unit.
Minarto Basuki, Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati mengungkapkan, di Semester I 2026, laba kotor Pakuwon mencapai Rp1,92 triliun, meningkat 2% dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun.
Baca Juga: Helat RUPST, Pakuwon Jati (PWON) Bagikan Dividen Tunai Rp626 Miliar
“Sementara itu, EBITDA tumbuh 3% dari Rp1,82 triliun menjadi Rp1,88 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.
Lebih lanjut, Minarto Basuki mengatakan, pertumbuhan portofolio recurring income yang menjadi andalan pendapatan Perseroan, didorong oleh kinerja yang tetap solid dari segmen retail mall dan hospitality.
Pendapatan berulang Pakuwon pada Semester I 2026 mencapai Rp2,89 triliun meningkat 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,69 triliun.
Pendapatan berasal dari retail ma;l sebesar Rp2,06 triliun, naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,92 triliun.
Pendapatan office leasing sebesar Rp124 miliar, turun 16% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp147 miliar.
“Sementara pendapatan hospitality sebesar Rp709 miliar, naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp618 miliar,” terangnya.
Berdasarkan revenue per segmen terbagi atas revenue dari: retail leasing 61%, hotel dan serviced apartment 21%, office leasing 4%, penjualan apartemen 8%, penjualan rumah tapak 5%, dan penjualan kantor 1%.
Pakuwon mencatatkan marketing sales periode Semester I 2026 sebesar Rp565 miliar, atau turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp603 miliar.
Baca Juga: Kinerja Moncer di 2025, Pakuwon Jati (PWON) Bukukan Laba Bersih Rp2,76 Triliun
Perseroan mencatat sekitar 42% dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.
Komposisi penjualan periode Semester I 2026 terdiri dari apartemen dan perkantoran sebesar 67% serta rumah tapak 33%.
Pengeluaran belanja modal PWON pada paruh pertama 2026 yang telah dikucurkan sebesar Rp412 miliar, terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








