RealEstat.id (Jakarta) – PT Summarecon Agung, Tbk (IDX: SMRA) sepakat melakukan penjajakan awal kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) terkait pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat di wilayah Banten (Kembangan—Balaraja).
Dengan kesepatakan tersebut, nantinya dua kawasan kota terpadu milik Summarecon, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, akan terintegrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat bersama sejumlah kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten.
Kerja sama Summarecon dengan PT MRT Jakarta ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud bersama dengan Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: Summarecon Borong 16 Penghargaan di PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025
Momen ini disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Gubernur Banten, Andra Soni; dan President Director Summarecon, Adrianto P Adhi. Penandatanganan MoU juga dilakukan bersama para perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya.
Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas interkoneksi dan integrasi dengan kawasan melalui diskusi, koordinasi, dan pertukaran data dengan PT MRT Jakarta.
Hal ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal koordinasi sebelum dituangkan dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Summarecon, penjajakan ini merupakan kelanjutan dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota-kota terpadu yang tumbuh secara berkelanjutan.
Baca Juga: Klaster Bellefont Laku Keras, Summarecon Serpong Cetak Penjualan Rp600 Miliar
Dalam perjalanan lebih dari lima dekade, Summarecon secara konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan menyeluruh, mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, dan infrastruktur pendukung.
Summarecon meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar pengembangan properti, melainkan proses membentuk ruang hidup yang mampu berkembang lintas generasi, melalui perencanaan yang matang, integrasi fungsi kawasan, serta konektivitas yang mendukung aktivitas masyarakat.
Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan koridor Kembangan—Balaraja, mencakup aspek interkoneksi, integrasi kawasan, teknis, bisnis, legal, serta manajemen risiko.
Sebagai tindak lanjut, akan dibentuk joint working group yang akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama.
Baca Juga: Ekosistem Matang, Summarecon Serpong Digadang Jadi ‘Role Model’ Kota Terpadu di Indonesia
President Director Summarecon, Adrianto P Adhi mengatakan, konektivitas transportasi publik merupakan salah satu fondasi dalam pengembangan kota terpadu yang berkelanjutan.
Melalui perencanaan dan penjajakan ini, imbuhnya, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal untuk mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi.
“Integrasi jaringan transportasi dengan kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam menciptakan mobilitas yang efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” terang Adrianto.
Summarecon melalui unit-unit bisnisnya di wilayah barat Jakarta, termasuk Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, terus mengembangkan kawasan dengan pendekatan bertahap dan terukur, sebuah pendekatan yang telah menjadi Visi Summarecon dalam membangun kota.
Baca Juga: Lewat Soultan Island, Summarecon Tetapkan Standar Baru Hunian Ultra-Luxury di Bekasi
Pada kesempatan tersebut, Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur menuturkan, Summarecon Serpong merupakan kawasan yang telah tumbuh dan hidup, dengan basis penghuni yang kuat serta dinamika aktivitas kota yang terus berkembang.
“Sebagai kawasan yang dilengkapi dengan hunian, komersial, pendidikan, hospitality, serta ruang bagi aktivitas ekonomi kreatif, keterhubungan dengan MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Executive Director Summarecon Tangerang, Hindarko Hasan menambahkan, Summarecon Tangerang sebagai kawasan terbaru yang dikembangkan oleh Summarecon direncanakan dengan visi jangka panjang.
“Integrasi dengan MRT Koridor Timur-Barat menjadi fondasi penting agar Summarecon Tangerang sejak awal berkembang sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi massal sehingga akan terus berkembang, baik fungsi residensial maupun komersial, dan yang terpenting terus berkelanjutan (sustainable) sekarang dan di masa depan,” ungkapnya.
Baca Juga: Harga Rp750 Jutaan, Summarecon Tangerang Rilis Rumah Tumbuh Rona Homes
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan, kerja sama MRT dengan Summarecon merupakan wujud kontribusi sektor swasta dalam mendukung agenda pemerintah yang memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan interkonektivitas antar kawasan.
“Kami menyadari untuk mewujudkan percepatan interkoneksi MRT Jakarta membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan.
“Kami pun mengapresiasi pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkas Tuhiyat.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








