RealEstat.id

Schneider Electric dan Foxconn Bangun Data Center AI Generasi Terbaru

Schneider Electric dan Foxconn berkolaborasi mengembangkan data center AI generasi terbaru yang lebih efisien dan berkelanjutan.

data center AI Schneider Electric dan Foxconn-RealEstat.id
Foto ilustrasu data center AI hasil kerja sama Schneider Electric dengan Foxconn. (Foto: RealEstat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Schneider Electric dan Foxconn berkolaborasi mengembangkan data center AI (Artificial Intelligence) generasi berikutnya dengan teknologi energi cerdas.

Kerja sama tersebut menggabungkan keunggulan Foxconn dalam platform komputasi canggih, integrasi rak AI, serta jaringan manufaktur global dengan kepemimpinan Schneider Electric dalam sistem tenaga listrik, pendinginan, dan manajemen energi.

Menurut Chairman Foxconn, Young Liu, percepatan adopsi AI membutuhkan pendekatan baru dalam merancang dan menghadirkan infrastruktur pendukungnya.

“Perkembangan AI yang sangat cepat menuntut model baru dalam merancang, membangun, dan menyediakan infrastruktur,” kata Young Liu melalui keterangan tertulis, Senin (22/06/2026).

Baca Juga: Kinerja Keberlanjutan Konsisten, Schneider Electric Raih Pengakuan ESG Internasional

Dengan kolaborasi ini, tambah Young, dapat membuka jalan bagi pelanggan untuk menerapkan kapasitas AI dalam skala besar secara lebih cepat, cerdas, dan berkelanjutan.

Adapun produksi ditargetkan akan dimulai pada akhir tahun ini.

Membutuhkan Kecerdasan Energi

Schneider Electric dan Hon Hai Technology Group (Foxconn) Umumkan Kolaborasi Strategis.
Schneider Electric dan Hon Hai Technology Group (Foxconn) Umumkan Kolaborasi Strategis. (Sumber: Istimewa)

Meningkatnya kebutuhan komputasi AI juga berbanding lurus dengan konsumsi energi yang semakin besar.

Karena itu, pengelolaan energi menjadi faktor penting dalam memastikan operasional data center tetap efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga: Biaya Konstruksi Data Center Rp187.207 per Watt, Jakarta Peringkat ke-20 Secara Global

Sementara itu Business VP Data Center Schneider Electric Indonesia, Ellya Cen menjelaskan bahwa energi kini menjadi fondasi utama dalam pengembangan AI modern.

“Jika kita ingin meningkatkan skala AI secara bertanggung jawab, sistem-sistem ini harus saling terhubung. Di sinilah kecerdasan energi menjadi sangat penting,” ujar Ellya.

Schneider Electric terus mengembangkan teknologi energi yang mampu mendukung pembangunan AI factory dengan efisiensi tinggi melalui integrasi solusi kelistrikan, pendinginan, dan digital dalam satu ekosistem data center.

Baca Juga: Schneider Electric Hadirkan Software Manajemen Gedung Pintar Terbaru, Apa Saja Keunggulannya?

Melalui kemitraan Schneider Electric dan Foxconn, mereka juga akan mengembangkan arsitektur referensi generasi berikutnya untuk infrastruktur data center AI.

Fokus pengembangannya mencakup optimalisasi energi tertutup (closed-loop energy optimisation), sistem modular untuk kelistrikan dan pendinginan, serta kerangka desain yang terstandarisasi.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait