Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp141,98 Miliar di Semester I 2026, Segmen Komersial Jadi Andalan

Paradise Indoneisa (INPP) sukses mencatat perolehan Rp858,14 miliar di Semester I 2026, dengan kontribusi utama berasal dari segmen komersial.
PASKAL 23 Bandung proyek PARADISE Indonesia INPP Kuartal Semester I II III IV 2026 2027 RealEstat.id
23 Paskal Bandung (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) PT Indonesian Paradise Property, Tbk (IDX: INPP)—pengembang properti yang dikenal dengan nama Paradise Indonesia—sukses membukukan laba sebesar Rp141,98 miliar di Semester I 2026.

Dari sisi pendapatan, INPP mencatatkan perolehan Rp858,14 miliar Semester I 2026, dengan kontribusi utama berasal dari segmen komersial.

Memasuki tahun ini, INPP menargetkan pertumbuhan yang konservatif sebesar 5% – 10%, didukung oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center, serta optimalisasi kinerja portofolio aset eksisting.

Target Perseroan ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang telah ditetapkan manajemen.

Baca Juga: Pendapatan Paradise Indonesia (INPP) Naik 14%, Ditopang Ekspansi ke Semarang dan Balikpapan

Wakil Presiden Direktur & CFO PT Indonesian Paradise Property, Tbk, Surina, mengungkapkan rasa syukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif.

“Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada,” tuturnya.

Surina mengungkapkan, sepanjang Semester I 2026, kinerja segmen komersial INPP terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan sebesar 23% secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan tersebut didukung oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada Kuartal III 2025, sehingga turut memperkuat porsi recurring income Perseroan yang mencapai 71%.

Baca Juga: Helat RUPST, Paradise Indonesia (INPP) Tunjuk Andri Hadi Sebagai Presiden Direktur

“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70% sepanjang 2026,” tambah Surina.

Di sisi lain, keberhasilan INPP dalam menjalankan berbagai inisiatif efisiensi operasional turut menopang peningkatan kinerja di Semester I 2026.

Hal ini tercermin dari EBITDA yang tumbuh 11% YoY menjadi Rp265,12 miliar, menunjukkan efektivitas strategi operasional yang diterapkan Perseroan.

Ketahanan kinerja Perseroan tidak terlepas dari strategi diversifikasi bisnis melalui berbagai portofolio properti yang dimiliki.

Baca Juga: Kinerja Stabil di Awal 2026, Paradise Indonesia (INPP) Fokus Mall Berbasis Leisure Experience

Kontribusi pendapatan yang berasal dari berbagai segmen usaha memungkinkan Perseroan untuk tidak bergantung pada satu lini bisnis saja.

Portofolio properti mixed-use INPP menjadi salah satu keunggulan kompetitif, di mana setiap lini bisnis saling melengkapi dalam menjaga pertumbuhan dan profitabilitas.

Meskipun terus memperluas proyek strategis di berbagai wilayah potensial, INPP juga fokus melakukan revitalisasi aset guna meningkatkan dan mengoptimalkan aset properti yang dimiliki.

Strategi ini memungkinkan Perseroan mempertahankan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait