Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Rusun TOD Manggarai Segera Dibangun, Hadirkan Hunian Terintegrasi Transportasi di Jantung Jakarta

Rusun TOD Manggarai diproyeksikan menjadi percontohan penataan kawasan padat menjadi lingkungan hunian modern, inklusif, dan berorientasi transportasi publik.
show unit rusun tod manggarai realestat.id dok
Show unit Rusun TOD Manggarai (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) –  Pemerintah bersiap memulai babak baru pengembangan hunian perkotaan melalui groundbreaking Rumah Susun (Rusun) Transit Oriented Development (TOD) Manggarai pada 21 Agustus 2026.

Proyek yang dibangun di kawasan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini menjadi salah satu model hunian vertikal yang mengintegrasikan tempat tinggal, transportasi publik, dan aktivitas ekonomi dalam satu kawasan.

Menjelang dimulainya konstruksi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, meninjau langsung kesiapan proyek di Blok F dan Blok G, Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis pembangunan sekaligus mengevaluasi rancangan hunian yang akan menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau mockup unit tipe 45 yang dirancang seluas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.

Baca Juga: Lima Hal Terkait Proyek Properti Berkonsep TOD yang Mesti Anda Ketahui!

Menurutnya, desain hunian tidak hanya mengutamakan efisiensi ruang, tetapi juga kenyamanan bagi keluarga perkotaan.

Maruarar menegaskan bahwa proyek Rusun TOD Manggarai merupakan wujud kolaborasi erat antara pemerintah dan BUMN dalam mengatasi tantangan keterbatasan lahan di Jakarta.

Kementerian PKP berperan sebagai regulator yang menyiapkan kebijakan, sementara PT KAI menjadi operator yang memanfaatkan aset negara untuk pembangunan hunian.

“Sinergi antara pemerintah dan PT KAI menjadi kunci agar penyediaan hunian vertikal dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Maruarar Sirait.

Rusun TOD Manggarai dikembangkan di atas lahan Hak Pakai PT KAI seluas sekitar 21.939 meter persegi. Blok F memiliki luas sekitar 15.014 meter persegi, sedangkan Blok G mencapai 6.925 meter persegi.

Baca Juga: Menguntungkan Konsumen, Pemerintah Bangun Sejumlah Rusun Berbasis TOD

Lokasinya menjadi nilai utama proyek ini. Kawasan hunian hanya berjarak sekitar 400 meter dari Stasiun Manggarai atau sekitar empat menit berjalan kaki.

Sebagai simpul transportasi terbesar di Jabodetabek, Stasiun Manggarai menghubungkan berbagai layanan KRL Commuter Line, kereta bandara, hingga kereta jarak jauh, sehingga mobilitas penghuni akan jauh lebih efisien.

Selain konektivitas transportasi, kawasan ini juga dikelilingi fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, dan layanan publik dalam radius tiga kilometer.

Secara keseluruhan, proyek akan menghadirkan 1.232 unit apartemen yang tersebar di tiga menara utama.

Tak hanya hunian, kawasan ini juga dilengkapi 150 unit ruang ritel untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terdiri atas 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Baca Juga: Mulai Dibangun, TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi Jadi Penggerak Baru Konektivitas Kota Patriot

Pilihan unit dirancang untuk menjangkau beragam kebutuhan masyarakat urban, mulai dari tipe Studio 28 meter persegi, tipe 36 meter persegi dengan dua kamar tidur, hingga tipe 45 meter persegi yang ditujukan bagi keluarga kecil.

Rancangan bangunan mengacu pada Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1) dengan Koefisien Dasar Bangunan maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan hingga 11.

Ketinggian bangunan direncanakan mencapai maksimal 36 lantai, tetap memenuhi ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Agar lebih mudah diakses masyarakat berpenghasilan menengah dan pekerja perkotaan, Rusun TOD Manggarai akan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh pembiayaan dengan suku bunga tetap 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.

Baca Juga: Bukan Sekadar Transportasi Publik, TOD Kini Jadi Mesin Pertumbuhan Properti di Jakarta

Skema tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan hunian layak di pusat kota yang selama ini terkendala tingginya harga lahan dan biaya kepemilikan rumah.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin memastikan seluruh persiapan konstruksi telah memasuki tahap akhir.

“Pembangunan tahap pertama di Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sementara Blok F menyusul pada Oktober 2026,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar proyek properti, Rusun TOD Manggarai diproyeksikan menjadi percontohan penataan kawasan padat menjadi lingkungan hunian modern, inklusif, dan berorientasi transportasi publik.

“Model pengembangan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, memperpendek waktu perjalanan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat urban di Jakarta,” katanya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait