RealEstat.id (Jakarta) – PT Pantai Indah Kapuk Dua, Tbk (IDX: PANI)—pengembang Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2)—membidik marketing sales konservatif sebesar Rp4,3 triliun di 2026, dengan pendekatan yang prudent di tengah dinamika pasar properti.
Strategi ini tercermin dari komposisi penjualan yang sebagian besar didominasi oleh segmen residensial, diikuti kavling tanah komersial, dan produk komersial.
Hal ini menegaskan fokus PANI dalam memperkuat penetrasi pada hunian yang liveable, sekaligus mengoptimalkan monetisasi kawasan terintegrasi untuk terciptanya ekosistem yang saling menunjang dengan menelisik dinamika permintaan pasar properti dan kondisi makroekonomi.
PANI melihat bahwa segmen residensial akan tetap menjadi pendorong utama, didukung oleh meningkatnya daya tarik kawasan PIK2 sebagai lingkungan hunian yang liveable dengan ekosistem terintegrasi.
Di sisi lain, permintaan terhadap kavling tanah komersial tetap menunjukkan potensi dari pelaku usaha dan investor yang ingin mengamankan lokasi strategis di kawasan CBD PIK2, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Produk komersial seperti ruko, rukan, dan SOHO juga diharapkan tetap menarik bagi pelaku bisnis yang berkembang di dalam ekosistem kawasan.
Kendati menghadapi tantangan eksternal, PANI tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang, didukung oleh land bank seluas 1.838 hektare, rekam jejak yang kuat dalam peluncuran dan penyerahan produk, serta pengembangan kawasan terpadu yang terus berjalan secara berkelanjutan.
PANI juga menjaga fleksibilitas operasional guna merespons dinamika pasar secaraadaptif, sekaligus menangkap peluang pertumbuhan seiring dengan potensi pemulihan permintaan.
Pengembangan kawasan PIK2 semakin diperkuat oleh penyelesaian berbagai infrastruktur dan fasilitas utama yang menjadi katalis pertumbuhan kawasan.
Baca Juga: Helat RUPSLB, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Dapat Lampu Hijau untuk Tambah Modal
Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang mulai beroperasi akan menjadi pusat kegiatan MICE berskala besar yang mendorong peningkatan traffic dan aktivitas ekonomi.
Selain itu, peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang terhubung langsung ke Bandara Internasional Soekarno Hatta serta kawasan Jabodetabek semakin memperkuat aksesibilitas dan daya tarik kawasan secara keseluruhan.
Dengan keunggulan sebagai salah satu pengembangan kota pesisir modern berskala besar yang unik di Indonesia, PIK2 menggabungkan lokasi pesisir yang strategis dengan konektivitas terintegrasi serta pengembangan ekosistem kawasan yang komprehensif.
Kombinasi ini menempatkan PIK2 pada posisi yang kuat untuk terus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang menghadirkan peluang usaha bernilai tinggi dan berkelanjutan.
Baca Juga: Resmi Ganti Nama, Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) Catat Laba Bersih Rp446 Miliar di Kuartal I 2023
Presiden Direktur PT Pantai Indah Kapuk Dua, Tbk, Sugianto Kusuma, menilai arah pengembangan PIK2 semakin memperlihatkan kekuatan fundamental kawasan sebagai kota mandiri modern berskala besar.
Menurutnya, komposisi marketing sales PANI di 2026 ditetapkan setelah mencermati perkembangan geopolitik yang terjadi sehingga unsur kehati-hatian dan target yang dapat dicapai menjadi prinsip utama Perseroan.
“Perkembangan kawasan PIK2 sangat kondusif untuk menjadi katalis perbaikan target ke depan dan tentunya pandangan optimis potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus bergulir menciptakan permintaan properti baru di masa akan datang,” katanya, seperti dinukil dari laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.
Kehadiran fasilitas strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas langsung menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dan toll dalam/luar kota melalui Tol KATARAJA akan menciptakan nilai tambah baru dan memperkuat daya tarik kawasan PIK2.
“Kami prediksi PIK2 akan berkembang sebagai kota pesisir modern yang terintegrasi, sekaligus menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan,” pungkas pria yang akrab disapa Aguan ini.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








