Warga Dukung Program Sarhunta di KSPN Borobudur

Warga di KSPN Borobudur mendapatkan bantuan sebesar Rp87 juta dan swadaya mandiri sekitar Rp20 juta untuk membangun Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata).

Candi Borobudur (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Candi Borobudur (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Magelang) – Warga yang tinggal di sekitar KSPN (Kawasan Starategis Pariwisata Nasional) Borobudur mendukung pembangunan Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Menurut mereka, program Sarhunta selain dapat meningkatkan kualitas rumah menjadi lebih layak huni juga sekaligus mendorong perekonomian karena bisa menyewakan homestay bagi para wisatawan yang berkunjung ke Borobudur.

Baca Juga: KSPN Borobudur Rampung di 2021, Renovasi 785 Homestay

“Kami sangat mendukung Program Sarhunta Kementerian PUPR yang dibangun di sekitar kawasan wsiata Borobudur,” ujar warga Dusun Kurahan, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Suripto, beberapa waktu lalu.

Menurut Suripto, untuk mendapatkan bantuan tersebut warga dapat menghubungi Pemerintah Kabupaten Magelang maupun Kantor Perwakilan Kementerian PUPR yang mengurus Program Sarhunta di kawasan sekitar Borobudur. Setelah mengajukan diri untuk mendapatkan bantuan dan diverifikasi petugas lapangan nantinya akan ditetapkan apakah warga berhak menerima bantuan tersebut atau tidak.

“Proses pengajuannya mudah dan tidak sulit. Nanti aka nada pendampingan dari petugas Kementerian PUPR dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Sarhunta mulai dari perencanaan, desain rumah serta pembangunan rumah,” terangnya.

Baca Juga: Bangun Sarhunta di Borobudur, Kementerian PUPR Alokasikan Rp58,2 Miliar

Lebih lanjut, Suripto menerangkan, dirinya mendapatkan bantuan sebesar Rp87 juta dan swadaya mandiri sekitar Rp20 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun rumah serta membuat dua kamar homestay beserta fasilitas pendukungnya.

“Program Sarhunta ini sangat manfaat dan masyarakat bisa membangun homestay yang lokasinya dekat dengan zona wisata sehingga para wisatawan atau tamu yang berkunjung ke Borobudur tidak perlu mencari penginapan karena bisa menginap di sini dengan harga sewa yang terjangkau,” terangnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR: Para Pekerja Bangunan Program Sarhunta Harus Tersertifikasi

Hal senada disampaikan, Supiyanto pemilik Shopie Galery yang berada tidak jauh dari kawadan Candi Borobudur. Menurutnya Program sarhunta secara tidak langsung juga mendukung perekonomian masyarakat Borobudur.

Lebih lanjut, Supiyanto menerangkan, dirinya sejak tahun 1994 fokus membuat kerajian bambu Gombong dan dijadikan gambar burung, candi Borobudur, kaligrafi, dan mendukung perkembangan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di kawasan Magelang.

“Saya sangat senang karena dulunya hanya ikut orang untuk bekerja, rumah saya juga dulu ya seadanya. Sejak dapat Program Sarhunta sekarang saya punya galeri untuk memaerkan hasil kerajinan bambu ini,” tandasnya.

Baca Juga: Program Sarhunta di 5 Daerah Wisata Serap Anggaran Rp374 Miliar

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Kementerian PUPR melaksanakan Program Sarhunta sebanyak 785 unit di KSPN Borobudur. Program Sarhunta terdiri dari dua jenis yakni Peningkatan Kualitas Rumah dengan fungsi homestay dan usaha pariwisata lainnya sebanyak 385 unit dan Peningkatan Kualitas Rumah Tanpa Fungsi Usaha sebanyak 400 unit.

“Berdasarkan Instruksi Dirjen Perumahan jumlah dana bantuan yang disalurkan bervariasi mulai Rp35 juta untuk perbaikan rumah tanpa fungsi usaha dan Rp115 juta untuk perbaikan dan pengembangan rumah dengan fungsi usaha. Kami harap Program Sarhunta ini bisa membawa banyak manfaat untuk masyarakat Borobudur,” kata Khalawi.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)