Steinway Tower: Gedung Paling Ramping di Dunia Rampung Dibangun

Dikenal sebagai Steinway Tower, gedung setinggi 435 meter ini digadang sebagai yang paling ramping di dunia dengan rasio tinggi terhadap lebar 24:1.

Steinway Tower, Gedung Paling Ramping di Dunia  (Foto: SHoP Architects)
Steinway Tower, Gedung Paling Ramping di Dunia (Foto: SHoP Architects)

RealEstat.id (New York) - Kota New York memang "surga" bagi penikmat desain arsitektur. Setelah lokasi wisata—yang kemudian dipakai untuk lokasi bunuh diri—The Vessel, dan gedung terbalik Affirmation Tower, New York kini memiliki gedung pencakar langit paling ramping di dunia: Steinway Tower.

Gedung pencakar langit terbaru di Kota New York setinggi 435 meter ini digadang sebagai gedung paling ramping di dunia dan gedung tertinggi kedua di Belahan Barat dengan rasio tinggi terhadap lebar 24:1. Steinway Tower masuk kategori gedung supertall, karena tingginya melebihi 300 meter.

Baca Juga: Affirmation Tower: 'Gedung Terbalik' di Cakrawala Kota New York

Menurut laporan yang diterbitkan oleh majalah desain Dezeen awal pekan ini, gedung pencakar langit paling ramping di dunia yang didesain SHoP Architects ini baru saja rampung, di mana bagian akhir dari eksterior telah dipasang.

Terletak di 111 West 57th Street, di kawasan yang disebut Billionaires Row di Midtown Manhattan, New York, bentuk Steinway Tower meruncing ke arah puncak. Lapisan ubin terakota dengan aksen perunggu menghias fasad Timur dan Barat gedung ini, sementara dinding kaca menghadap Central Park di Utara dan Lower Manhattan di Selatan.

Di dalam gedung paling ramping di dunia ini juga terdapat kolam renang setinggi 25 meter, serta fasilitas mewah lainnya termasuk ruang makan pribadi dan pusat kebugaran.

Baca Juga: Google Bakal Beli Gedung Perkantoran di New York Seharga Rp29,9 Triliun!

Laman milik SHoP Architects menyebut Steinway Tower memiliki satu unit hunian vertikal per lantai. Sementara, sebuah artikel di New York Times baru-baru ini menyebut, menara ini akan merangkum 150 unit kondominium dengan harga yang terbilang tinggi, yakni USD875.000 (sekitar Rp12,5 miliar) untuk tipe studio, hingga USD8 juta (Rp115 miliar) untuk apartemen empat kamar tidur. Sementara, harga penthouse (griya tawang) belum dipublikasikan.

Gedung tersebut dikembangkan oleh JDS Development Group, Property Markets Group, dan Spruce Capital Partners. Sementara, interior gedung dikerjakan oleh Studio Sofield.

Rencana pembangunan gedung Steinway Tower diumumkan pada 2013 dan groundbreaking dilakukan pada 2014. Akan tetapi, konstruksi terhenti pada 2017 karena masalah keuangan. 

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Sydney, Australia (Foto: RealEstat.id)
Sydney, Australia (Foto: RealEstat.id)
Kawasan hunian di Istanbul, Turki (Foto: Pixabay.com)
Kawasan hunian di Istanbul, Turki (Foto: Pixabay.com)
Iwan Sunito, Komisaris dan CEO Crown Group.
Iwan Sunito, Komisaris dan CEO Crown Group.