Semester I 2021, Laba Usaha Bumi Serpong Damai Naik 129,48%

Segmen penjualan tanah, bangunan, dan strata title menyumbang kontribusi penjualan tertinggi Bumi Serpong Damai yakni 79,04%.

Progres pelebaran jalan di North Gate Grand Wisata, Bekasi. (Foto: Dok. Sinar Mas Land)
Progres pelebaran jalan di North Gate Grand Wisata, Bekasi. (Foto: Dok. Sinar Mas Land)

RealEstat.id (Tangerang) – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), pengembang kota mandiri BSD City, membukukan kinerja mengilap sepanjang semester pertama 2021. Di paruh pertama lalu, laba usaha anggota kelompok properti Sinar Mas Land ini mencapai angka Rp1,12 triliun, atau melonjak 129,48% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp488,74 miliar.

Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk mengatakan, pihaknya optimistis pencapaian kinerja tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan usaha sepanjang enam bulan pertama yang mencapai Rp3,25 triliun dan merupakan penopang pertumbuhan kinerja.

Baca Juga: Bumi Serpong Damai Cetak PraPenjualan Rp4,5 Triliun di Kuartal II 2021

"Angka tersebut mengalami pertumbuhan 39,20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,34 triliun," kata Hermawan Wijaya dalam Keterbukaan Informasi yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dia menerangkan, pendapatan Usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk terbagi dalam tujuh segmen, yakni (1) Penjualan tanah, bangunan dan strata title, (2) Sewa, (3) Konstruksi, (4) Hotel, (5) TempatArena Rekreasi, (6) Pengelola Gedung, dan (7) Lain-lain.

Total penjualan tanah, bangunan dan strata title pada enam bulan pertama tercatat Rp2,57 triliun, tumbuh signifikan 47,18% dibandingkan Kuartal II 2020 lalu sebesar Rp1,75 triliun.

Baca Juga: Duta Pertiwi Targetkan Pendapatan Usaha Rp2,05 Triliun di 2021

Segmen ini tercatat sebagai penyumbang terbesar atas total Pendapatan Usaha secara konsolidasian yakni 79,04%. Segmen pendapatan Sewa tercatat sebagai kontributor terbesar kedua, tumbuh 11,23%, dengan keberhasilan membukukan angka pendapatan sebesar Rp365,32 miliar. Sedangkan periode yang sama tahun 2020, segmen ini tercatat sebesar Rp417,36 miliar.

Tambahan pendapatan signifikan lain hadir dari segmen kontruksi, yang mana tahun lalu segmen ini belum berkontribusi terhadap total Pendapatan Usaha konsolidasian PT Bumi Serpong Damai Tbk. Pada semester I 2021, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp151,47 miliar. Hal ini tidak lepas dari dimulainya pekerjaan konstruksi jalan tol yang dikerjakan oleh Entitas Anak yang 100% sahamnya dimiliki BSDE.

Solidnya pertumbuhan angka Pendapatan Usaha dibandingkan pertumbuhan Beban Pokok Penjualan, membuat Laba Bruto tumbuh 36,35% menjadi Rp2,19 triliun, jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp1,60 triliun.

Baca Juga: Laku Keras, Grand Wisata Bekasi Rilis O8 Perfect Home Tahap 2

PT Bumi Serpong Damai Tbk juga berhasil memperkuat strategi kontrol biaya, yang mana Jumlah Beban Usaha, turun menjadi Rp1,07 triliun dibandingkan tahun lalu Rp1,12 triiun. Sehingga Laba Usaha berhasil melonjak 129,48% menjadi Rp1,12 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp488,74 miliar.

Solidnya pertumbuhan kinerja dan kontribusi positif Entitas Anak juga berimbas pada solidnya pertumbuhan Laba Bersih sebesar Rp680 miliar. Adapun tahun lalu pada periode yang sama, tercatat rugi Rp192,68 miliar.

Prospek Usaha Bumi Serpong Damai
Prospek industri properti tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu, meski secara umum isu pandemi dan pembatasan kegiatan merupakan tantangan tersendiri, termasuk dunia usaha.

“Semakin banyaknya angka vaksinasi dan semakin melandainya angka penularan merupakan sinyalemen positif bagi dunia usaha. Kami berharap kegiatan perekonomian perlahan pulih dengan terus memperhatikan protokol kesehatan.” papar Hermawan Wijaya.

Baca Juga: Grand City Balikpapan Rilis Cluster Cheville Bergaya Urban Modern Minimalis

Saat ini, PT Bumi Serpong Damai Tbk memiliki persediaan real estat (bersih) sebesar Rp11,66 triliun yang terdiri dari: (1) Persediaan tanah dan bangunan siap dijual sebesar Rp2,69 triliun, (2) Bangunan yang sedang dikonstruksi senilai Rp2,95 triliun dan ke (3) Tanah yang sedang dikembangkan senilai Rp6,01 triliun.

“Kami juga memiliki tanah yang belum dikembangkan, yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Makassar dan Palembang,” ungkap Hermawan Wijaya.

Ditambahkan, persediaan real estat dan landbank tersebut merupakan jaminan ketersediaan proyek untuk pertumbuhan kinerja berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Laba Bersih Naik 126,58%, PT Bumi Serpong Damai Makin Optimistis

Respon masyarakat atas produk-produk yang kami tawarkan sangat antusias, hal tersebut tercermin dari hasil penjualan prapenjualan pada Kuartal II lalu yang mencapai Rp4,5 triliun.

Hermawan Wijaya menambahkan, BSD City Serpong tercatat sebagai proyek dengan kontribusi tertinggi yakni 48%, kemudian Nava Park (23%). Dan kontributor lapis kedua dihasilkan dari Grand Wisata (8%), Zora (7%), Legenda Wisata (3%) dan Kota Wisata (3%).

Di luar BSD City, ada beberapa produk di Jabodetabek yang mampu menarik minat pembeli di masa pandemi ini antara lain Anigre Taman Banjar Wijaya (Fully Furnished Landed House), Grand Wisata (Cherry Ville, Water Terrace, La Monte, Garden Hous, Monte Torena) dan Miami di Kota Wisata.

Baca Juga: Sinar Mas Land Hadirkan Cozmohouse di Kawasan Myza, BSD City

Dengan beragam insentif seperti pembebasan PPN yang diberikan pemerintah dan program marketing yang dilakukan Sinar Mas Land, yakni 'Wish for Home' untuk periode Maret hingga Desember membuat animo pembeli semakin meningkat. Tidak hanya di BSD City, tetapi juga proyek-proyek residensial lain yang dimiliki BSDE, angka penjualan meningkat drastis.

"Pembeli unit properti sangat paham atas prinsip lokasi dalam pemilihan unit, baik itu residensial, perkantoran, maupun komersial. Kami sangat memperhatikan hal tersebut, selain lokasi yang strategis, proyek kami juga ditunjang oleh akses yang sangat baik dan didukung oleh manajemen tata kota yang prima sehingga menjadi pilihan utama bagi pembeli,” tutup Hermawan.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

WeWork 9 Battery Road, Singapura.
WeWork 9 Battery Road, Singapura.
Dari kiri ke kanan: Mulyawan Gani (Chief of Digital Business - Sinar Mas Land), Irawan Harahap (Chief Digital Technology Ecosystem & Development - Sinar Mas Land), Avelyn P. Santiago (Asset Management Office Division Head - Sinar Mas Land), Brian Marshal (CEO SIRCLO), Hendrawan Kartika (CFO SIRCLO) dan Herry Santoso (Chief Executive Controller - Sinar Mas Land)​ dalam acara penandatanganan surat penawaran antara SIRCLO dan Sinar Mas Land.​
Dari kiri ke kanan: Mulyawan Gani (Chief of Digital Business - Sinar Mas Land), Irawan Harahap (Chief Digital Technology Ecosystem & Development - Sinar Mas Land), Avelyn P. Santiago (Asset Management Office Division Head - Sinar Mas Land), Brian Marshal (CEO SIRCLO), Hendrawan Kartika (CFO SIRCLO) dan Herry Santoso (Chief Executive Controller - Sinar Mas Land)​ dalam acara penandatanganan surat penawaran antara SIRCLO dan Sinar Mas Land.​
Dari kiri ke kanan: Ignatius Susatyo Wijoyo (Executive Vice President Consumer Loans Group PT Bank Mandiri Tbk), Wahyu Sulistio (Direktur, PT Metropolitan Land Tbk), dan Ahmad Zulva Adi (Vice President Strategic Alliance And Business Bank Syariah Indonesia).
Dari kiri ke kanan: Ignatius Susatyo Wijoyo (Executive Vice President Consumer Loans Group PT Bank Mandiri Tbk), Wahyu Sulistio (Direktur, PT Metropolitan Land Tbk), dan Ahmad Zulva Adi (Vice President Strategic Alliance And Business Bank Syariah Indonesia).
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Foto: Dok. jatengprov.go.id)
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Foto: Dok. jatengprov.go.id)