Salurkan Dana Rp20 Juta, Program BSPS di Sleman Diminati Warga

Sekitar 200 RTLH di Kabupaten Sleman yang mendapat penyaluran Program BSPS, sedangkan total target di Provinsi DI Yogyakarta sebanyak 1.986 unit.

Warga Sleman Yogyakarta Penerima Program BSPS (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Warga Sleman Yogyakarta Penerima Program BSPS (Foto: dok. Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Sleman) – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bertujuan untuk peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi rumah layak, mendapat sambutan positif dari masyarakat di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Penyaluran dana Rp20 juta untuk peningkatan kualitas hunian melalui Program BSPS di Sleman, diharapkan mampu membantu masyarakat memiliki hunian layak dari sisi konstruksi serta lingkungan yang nyaman.

"Program BSPS atau dikenal dengan istilah bedah rumah dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni," terang Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Iwan Suprijanto di DI Yogyakarta, Jumat (12/5/2023).

Baca Juga: Kementerian PUPR Percepatan Pembangunan Rusun dan BSPS di Yogyakarta

Program BSPS, imbuhnya, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia sehingga diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengentaskan RTLH di daerahnya. Selain itu sekaligus mendorong masyarakat untuk bergotong royong membantu mengubah RTLH yang ada di daerahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III, Salahudin Rasyidi menjelaskan, ada sekitar 200 RTLH di Kabupaten Sleman yang mendapat penyaluran Program BSPS.

"Sedangkan total target RTLH di Provinsi DI Yogyakarta yang akan dibedah lewat Program BSPS sekitar 1.986 unit," kata Salahudin Rasyidi yang hadir didamping oleh Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi DI Yogyakarta, Wahyu Adi Satriawan.

Baca Juga: Program Bedah Rumah di Yogyakarta Sasar 5 Kabupaten/Kota

Dana BSPS yang disalurkan dari Kementerian PUPR melalui bank penyalur kepada masyarakat berupa dana Rp17,5 juta yang digunakan untuk pembelian bahan bangunan dan sisanya Rp2,5 juta untuk upah tukang.

"Kami juga menugaskan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) untuk melaksanakan pendampingan kepada masyarakat penerima BSPS. Kami harap rumah masyarakat yang dibedah menjadi lebih kuat, kokoh dan tentunya memiliki konstruksi yang baik mengingat daerah ini juga termasuk rawan gempa," terangnya.

Salah seorang penerima BSPS, Sarijo (62) warga Dukuh Sawahan, Margomulyo, Seyegan, Sleman mengaku sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa mendapat BSPS.

Baca Juga: Tahap Pertama Program BSPS di Sleman Renovasi 397 Rumah

Dia menceritakan bahwa sebelumnya dinding rumahnya retak-retak dan setelah mendapat pendampingan TFL BSPS ternyata konstruksi rumahnya tidak memenuhi syarat dan perlu diperkuat konstruksinya.

"Setalah dibongkar ternyata konstruksi rumah saya perlu diperbaiki dan saya juga mengeluarkan dana swadaya Rp5 juta untuk menambah dana BSPS yang saya terima untuk membeli bahan bangunan. Alhamdulillah atap genteng, dinding dan pondasi rumah sudah diganti jadi lebih kuat," katanya.

Bagi Sarijo yang bekerja sehari-hari sebagai tukang kayu, Program BSPS mampu merubah rumahnya dan tetangga-tetangganya yang kurang layak menjadi lebih layak. Dirinya berharap program tersebut bisa dilanjutkan kembali agar banyak masyarakat merasakan program pro rakyat tersebut.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan: Panangian Simanungkalit, Pengamat Properti; Haryo Bekti Martoyoedo, Direktur Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR; Hirwandi Gafar, Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara, Tbk; Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera); dan Martin Daniel Siranayamual, Chief of Economist PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam diskusi “Demi Rakyat, Wujudkan Gagasan Dana Abadi Perumahan” yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. (Foto: Realestat.id)
Dari kiri ke kanan: Panangian Simanungkalit, Pengamat Properti; Haryo Bekti Martoyoedo, Direktur Pembiayaan Perumahan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR; Hirwandi Gafar, Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara, Tbk; Sid Herdi Kusuma, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera); dan Martin Daniel Siranayamual, Chief of Economist PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam diskusi “Demi Rakyat, Wujudkan Gagasan Dana Abadi Perumahan” yang digelar Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) di Jakarta, Jumat, 21 Juni 2024. (Foto: Realestat.id)
Hunian Tetap (Huntap) Tondo 2 di Palu, Sulawesi Tengah (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Hunian Tetap (Huntap) Tondo 2 di Palu, Sulawesi Tengah (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Rusun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado (Foto: dok. Kementerian PUPR)