PP Properti Bangun Township di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang

PP Properti menilai, KIT Batang merupakan proyek strategis nasional yang memiliki potensi besar serta didukung penuh oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.

Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Foto: Dok. jatengprov.go.id)
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah (Foto: Dok. jatengprov.go.id)

RealEstat.id (Batang) – Developer anak perusahaan BUMN, PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk (PPRO), ikut serta dalam pengembangan kawasan township, commercial dan supporting facilites di Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang).

Proses penandatanganan antara kedua belah pihak dihadiri oleh I Gede Upeksa Negara, Direktur Utama PT PP Properti Tbk; Fajar Saiful Bahri, Direktur Pengembangan Bisnis dan HCM PT PP Properti Tbk; Galih Saksono, Direktur Utama PT KIT Batang; Rudi Harjito, Direktur Keuangan dan HCM KIT Batang; dan Adler Manarissan Siahaan, Direktur Operasi dan Teknik KIT Batang. 

Terletak di Jawa Tengah dengan total area 4.300 hektar, KIT Batang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang didukung penuh oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Potensi Kawasan Industri di Luar Jabodetabek

Kawasan industri Terpadu (KIT) Batang tersebut terbagi dalam tiga cluster, yakni industrial area dan township masing-masing 3.100 hektar dan 800 hektar, serta cluster Recreational Estate & Township seluas 400 hektar. Situasi tersebut memberikan potensi berkembangnya tenaga kerja yang akan membutuhkan hunian, area perkantoran commercial area serta hotel.

Direktur Utama PT PP Properti, I Gede Upeksa Negara mengatakan, sejalan dengan pengembangan bisnis PT PP Properti, KIT Batang merupakan proyek strategis nasional yang memiliki potensi besar serta didukung penuh oleh Pemerintah Pusat dan Daerah guna mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.

"Selain itu datangnya demografi baru pada kawasan ini akan membuat adanya kebutuhan ketersediaan fasilitas dari segi hunian real estat untuk mendukung kelancaran proses bisnis pada kawasan. PPRO akan ikut andil dalam mengembangkan hunian/township pada cluster 1 dan cluster 3,” tutur I Gede Upeksa Negara, dalam informasi yang dinukil dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Terapkan Dua Strategi, PP Properti: 2021 Adalah Tahun Kebangkitan!

Pengembangan KIT Batang tahap I ini dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, antara lain akses sementara kawasan, simpang susun tol KM- 371+800, jalan sekunder sepanjang 11,4 km , jalan utama sepanjang 5,2 km, marketing gallery, perluasan stasiun dan dryport, jaringan listrik, suplai air baku, rumah susun sederhana, dan IPAL sampah yang direncanakan akan selesai pada Kuartal III 2021.

KIT Batang memiliki keunggulan berlokasi strategis terletak di sisi utara Tol Trans Jawa dan berbatasan lansung dengan Pantai Utara Jawa. Identitas kawasan nya pun memiliki keunikan yang berbeda-beda serta kualitas lingkungan dan Infrastruktur yang terbangun dengan pengembangan yang terintegrasi.

"Hal ini membuat PT PP Properti tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk berpartisiasi dalam mengembangkan kawasan serta turut juga mendukung program Pemerintah," pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)