Manfaatkan Aset Lahan, Kementerian PUPR Bangun Rusun ASN di Bogor

Proyek gedung Rusun ASN di Citeureup, Kabupaten Bogor, akan memiliki kapasitas hunian sebanyak 92 unit, dua diantaranya diperuntukan untuk pegawai difabel.

Gambar gedung Rumah Susun (Rusun) ASN yang dibangun Kemneterian PUPR di Bogor (Foto: dok Kementerian PUPR)
Gambar gedung Rumah Susun (Rusun) ASN yang dibangun Kemneterian PUPR di Bogor (Foto: dok Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Bogor) - Kementerian PUPR kembali membangun Rumah Susun (Rusun) setinggi delapan lantai di Citeureup, Kabupaten Bogor. Rusun ini kelak diperuntukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Proyek gedung Rusun ASN tersebut akan memiliki kapasitas hunian bertipe-45 sebanyak 92 unit, dengan nilai kontrak pembangunan mencapai Rp56,74 milyar.

"Kami berharap para ASN PUPR nantinya bisa menempati hunian vertikal ini dengan baik," ujar Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, yang dilansir dari siaran pers, Selasa (20/04/2021).

Baca Juga: Perumahan Berbasis Komunitas Butuh Dukungan Developer & Perbankan

Pihaknya akan memanfaatkan sejumlah aset lahan miliki Kementerian PUPR untuk lokasi pembangunan Rusun tersebut.

Dengan demikian, menurut Khalawi nantinya para ASN bisa lebih dekat dengan lokasi kantor tempatnya bekerja sehari-hari.

Adapun progres pelaksanakaan pembangunan fisik telah memasuki tahap pengecoran akhir atap atau topping off Rusun ASN di Bogor.

Baca Juga: Menteri PUPR: Hunian TOD Bisa Hemat Biaya Transportasi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Ditto Ferakhim menerangkan pembangunan Rusun ASN PUPR di Citeureup dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa III.

"Dari 92 unit hunian, sebanyak 2 unit nantinya diperuntukkan untuk pegawai difabel," terang Ditto.

Baca Juga: Aplikasi SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi) Sudah Bisa Diunduh

Untuk kontraktor pelaksana pembangunan Rusun ini adalah PT. Gariand Niagatama dengan Manajemen Konstruksi PT Yodya Karya (Persero).

"Kami harap pekerjaan fisik Rusun ini bisa selesai tepat waktu. Kini progres pembangunan fisik sekitar 49% dan akan terus kami tingkatkan hingga akhir Agustus mendatang," harapnya.

Berita Terkait

Desain rumah khusus  masyarakat terdampak bencana di NTT (Foto: Kementerian PUPR)
Desain rumah khusus masyarakat terdampak bencana di NTT (Foto: Kementerian PUPR)
Renovasi rumah melalui Program BSPS (Foto: Kementerian PUPR)
Renovasi rumah melalui Program BSPS (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)