Lippo Karawaci (LPKR) Raih Laba Bersih Rp1,1 Triliun di Kuartal I 2023

Pada Kuartal I 2023, pra penjualan Lippo Karawaci menyentuh angka Rp1,2 triliun atau 24,7% dari target tahun 2023 yang mencapai Rp4,9 triliun.

Foto: Dok. lippokarawaci.co.id
Foto: Dok. lippokarawaci.co.id

RealEstat.id (Jakarta) – Pengembang properti dan penyedia layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sukses membukukan pendapatan sebesar Rp3,8 triliun pada Kuartal I 2023. Angka ini tercatat tumbuh sebesar 14% secara tahunan (YoY).

Sementara itu, laba kotor Lippo Karawaci juga meningkat 15% (YoY) menjadi Rp1,6 triliun dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) LPKR juga meningkat 30% (YoY) menjadi Rp878 miliar.

Selain itu, Lippo Karawaci juga melaporkan NPAT (Net Profit After Tax) sebesar Rp1,1 triliun pada Kuartal I 2023. Tercatat Underlying NPAT meningkat 54% (YoY) yang didorong oleh fundamental bisnis yang membaik, suku bunga yang lebih rendah, dan pengelolaan utang yang lebih baik.

Baca Juga: Lippo Karawaci (LPKR) Bukukan Pendapatan Rp14,8 Triliun di 2022, Tiga Sektor Jadi Penopang

Pada Kuartal I 2023, pra penjualan Lippo Karawaci menyentuh angka Rp1,2 triliun atau 24,7% dari target tahun 2023 yang mencapai Rp4,9 triliun. Pencapaian ini didukung oleh penjualan yang konsisten dari produk rumah tapak.

"Jika dirinci, angka pra penjualan di Kuartal I 2023 terdiri dari Rp873 miliar dari Lippo Karawaci dan Rp337 miliar dari Lippo Cikarang," ungkap Group CEO PT Lippo Karawaci, Tbk, John Riady.

Di segmen layanan kesehatan perusahaan yang dikelola oleh anak usaha LPKR, yaitu PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), untuk pertama kali berhasil mencapai hasil keuangan kuartal tertinggi pada Kuartal I 2023.

Baca Juga: Lippo Cikarang (LPCK) Bukukan Marketing Sales Rp337 Miliar di Kuartal I 2023

Hal ini dicapai dengan peningkatan pendapatan sebesar 19% (YoY) menjadi Rp2,6 triliun. Sementara itu laba kotor SILO meningkat 29% (YoY) menjadi Rp1,1 triliun, dan EBITDA meningkat signifikan sebesar 47% (YoY) menjadi Rp673 miliar, didorong oleh kinerja operasional Siloam yang kuat.

Adapun pada segmen gaya hidup, yang terdiri dari bisnis mal dan hotel, terus menunjukkan pemulihan yang kuat dengan meningkatnya pendapatan sebesar 19% (YoY) menjadi Rp296 miliar. Laba kotor juga meningkat sebesar 11% (YoY) menjadi Rp197 miliar.

“Kami sangat senang melihat LPKR dan semua unit bisnis terus bekerja dengan sangat optimal. Kami akan terus menciptakan nilai bagi semua pemangku kepentingan kami,” jelas John Riady.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Managing Director PT Aica Indonesia, Dan Mashiki (kanan) dan Sales & Marketing Manager PT Aica Indonesia, Kevin Octavius memperkenalkan katalog dan produk baru saat press conference, Kamis, 11 Juli 2024. (Foto: Realestat.id)
Managing Director PT Aica Indonesia, Dan Mashiki (kanan) dan Sales & Marketing Manager PT Aica Indonesia, Kevin Octavius memperkenalkan katalog dan produk baru saat press conference, Kamis, 11 Juli 2024. (Foto: Realestat.id)
Agus Harimurti Yudhoyono AHY Menteri ATR/Kepala BPN saat melantik 29 Pejabat Kementerian (Foto: Istimewa)
Agus Harimurti Yudhoyono AHY Menteri ATR/Kepala BPN saat melantik 29 Pejabat Kementerian (Foto: Istimewa)
The Grand yang akan berganti nama menjadi One Global Centre. (Foto: dok. One Global Capital)
The Grand yang akan berganti nama menjadi One Global Centre. (Foto: dok. One Global Capital)
Iman Permana, Chairman International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) 2024 dan Maria Jacinta Arquisola, Lead Partnership ICFBE 2024 (Foto: Istimewa)
Iman Permana, Chairman International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) 2024 dan Maria Jacinta Arquisola, Lead Partnership ICFBE 2024 (Foto: Istimewa)