Lavaya Residence Sambut Pelaku Digital Nomad untuk Dukung 'Work From Bali'

Di bangun di atas lahan 2,3 hektar, proyek Lavaya Residence dan Resort terdiri dari hunian setinggi lima lantai yang merangkum sebanyak 402 unit.

Proyek Lavaya Residence dan Resort besutan PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Grup) menawarkan unit residensial premium. (Foto: dok. Lavaya Residence & Resort)
Proyek Lavaya Residence dan Resort besutan PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Grup) menawarkan unit residensial premium. (Foto: dok. Lavaya Residence & Resort)

RealEstat.id (Jakarta) - Kondisi pandemi COVID-19 yang belum hilang membuat bekerja di luar kantor tengah menjadi tren dan sangat diminati para pekerja milenial dunia, khususnya di Indonesia.

Munculnya tren tersebut kemudian memantik kebiasaan baru yang disebut digital nomaden atau digital nomad (pengembara digital). Masyarakat yang semula harus bekerja di kantor menjadi bebas, tanpa terbatas ruang dan waktu.

Berdasar hasil riset Vmware MeConomy 2019 mencatat ada dinamika perubahan tempat kerja baru, selaras dengan bergantinya profil pekerja dari seorang baby boomer ke seorang milenial.

Baca Juga: Teknologi Jadi Kunci Bisnis Properti Sewa Bertahan Hadapi Pandemi

Tren digital nomad dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, sangat mungkin diterapkan di Bali. Hal itu karena Pulau Dewata memiliki keindahan alam serta dilengkapi infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah meluncurkan program Work from Bali (WFB), sebuah aktivitas workcation yang mengakomodir para pekerja milenial agar tetap bisa mengendalikan pekerjaan mereka meskipun sedang dalam liburan.

Dukungan Pelaku Properti
Untuk mendukung program Kemenparekraf tersebut, sejumlah pelaku usaha properti dan pariwisata telah meluncurkan beragam paket workcation.

Salah satu diantaranya adalah Lavaya Residence dan Resort besutan PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Group).

Baca Juga: 2021, Perhotelan di Jakarta, Surabaya, dan Bali Menggeliat Lagi?

Proyek yang dikeliling Pantai Tanjung Benoa tersebut menawarkan unit residensial premium yang menawarkan kenyamanan tinggal, sekaligus bekerja di Bali.

“Kita lihat trennya adalah digital nomad-staycation, dan itu adalah salah satu cara menghilangkan kejenuhan dalam dunia pekerjaan di tengah pandemi," ujar Direktur Marketing PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Group), Nathalia Sunaidi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (7/05/2021).

Nathalia menyebut, program “bekerja dari Bali” akan sangat membantu di tengah lesunya pariwisata Bali akibat pandemi.

Terlebih Kemenparekraf menentukan Bali sebagai satu dari tiga destinasi pariwisata di Indonesia yang memberikan visa jangka panjang bagi wisatawan mancanegara, dengan masa waktu lima tahun serta dapat diperbaharui.

Baca Juga: Menparekraf: Toilet Adalah Beranda Depan Pariwisata Nasional

Menurut Nathalia, suguhan keindahan pantai di Bali menjadi daya tarik bagi pelaku workcation, sekaligus memudahkan para pekerja untuk mengail ide-ide brilian.

“(Faktor) Inilah yang nanti mendorong lebih bangak masyarakat dunia digital nomad mempertimbangkan Bali sebagai rumah kedua,” jelasnya.

Bisnis Akan Tumbuh
Dengan banyaknya wisatawan yang menjadikan Bali sebagai ‘rumah kedua’, bisnis properti di Bali diyakininya akan tumbuh. Nathalia optimistis ekonomi Bali akan segera bangkit lewat penciptaan lapangan kerja serta penyerapan seluas-luasnya.

“Bali menawarkan gaya hidup yang sehat, kuliner terjangkau juga propertinya yang dalam kondisi baik. Ini adalah faktor bahwa Bali segera bergerak dan bangkit kembali,” lugas Nathalia.

Baca Juga: 6 Strategi Mudah Pemasaran Properti Dari Nol

Di bangun di atas lahan 2,3 hektar, proyek Lavaya Residence dan Resort terdiri dari hunian setinggi lima lantai yang merangkum sebanyak 402 unit.

Hingga saat ini, konstruksi kondominium Lavaya Residence dan Resort sudah mencapai 85% dan akan diserahterimakan kepada pembeli pada akhir tahun ini.

Promo Bebas Biaya KPR
Lebih lanjut, Nathalia berujar dengan segala fasilitas dan kelebihannya tersebut hunian di Lavaya Residence dibandrol seharga mulai Rp1,9 miliar per unit.

Baca Juga: Mau Sewa Apartemen? Jangan Lupakan 4 Tips Ini

"Sepanjang bulan Mei, kami bekerja sama dengan Bank BTN menawarkan promo bebas biaya KPR, subsidi bunga dan bebas biaya administrasi bank. Selain itu, DP 5% bisa dicicil 12 bulan,” terangnya.

Adapun seluruh unit kondominium dilengkapi perabotan (fully furnished) dan penyewaanya dipasarkan oleh Travelio.

"Harga sewa unit di Lavaya Residence dan Resort berkisar mulai Rp750.000 sampai Rp1.600.000 per hari, atau Rp9.000.000-Rp 20.000.000 per bulan," pungkas Nathalia Sunaidi.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Dari kanan ke kiri: Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo
Budiman; Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja; Direktur BCA, Vera Eve Lim; dan Direktur BCA, Rudy
Susanto saat pemaparan kinerja keuangan BCA Semester I 2021 di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Dari kanan ke kiri: Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman; Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja; Direktur BCA, Vera Eve Lim; dan Direktur BCA, Rudy Susanto saat pemaparan kinerja keuangan BCA Semester I 2021 di Jakarta, Kamis (22/7/2021).
Shiw unit Cluster Kiyomi, The Zora, BSD City.
Shiw unit Cluster Kiyomi, The Zora, BSD City.