Gelontorkan Rp600 Miliar, CHL Group Siap Rilis Lima Proyek Baru

PT Cipta Harmoni Lestari (CHL Group) tengah mempersiapkan lima proyek baru hingga awal 2025 mendatang, salah satunya berada di Labuan Bajo, NTT.

Andreas Audianto, Project CEO CHL Group (Foto: realestat.id)
Andreas Audianto, Project CEO CHL Group (Foto: realestat.id)

RealEstat.id (Tangerang) – Pandemi mengubah hampir semua sendi kehidupan manusia, termasuk bertempat tinggal. Konsep hunian yang memiliki akses dengan alam banyak menjadi pilihan gaya hidup masyarakat pasca pandemi.

Kendati demikian, hunian seperti ini cukup sulit dimiliki di tengah kota besar. Dengan demikian, pemilihan lokasi harus benar-benar diperhitungkan.

Andreas Audyanto, Project CEO PT Cipta Harmoni Lestari (CHL Group) menjelaskan, dalam memilih lokasi hunian, pihaknya memperhitungkan—setidaknya—tiga hal. Pertama, terkait investment value.

Baca Juga: The Sanctuary Collection Hadirkan Cluster Orchard Riviera, Harga Mulai Rp3 Miliar

"Properti merupakan bisnis yang base on need, di mana bila ada kebutuhan pasti ada ceruk pasar. Jadi, meskipun lokasinya tidak berada di lokasi yang mature atau sun rise property, saat ada demand pasti ada peluang di sana," kata Andreas Audyanto kepada awak media, Jumat (29/12/2023).

Kedua, adalah faktor kelangkaan (scarcity) yang menrupakan salah satu sifat properti. Menurutnya, CHL Group tak sekadar membangun properti, namun juga mengembangkan hunian dengan konsep unik yang kerap menjadi trendsetter.

Ketiga, accesibility. Saat ini, masyarakat memilih hunian intinya yang memiliki kemudahan akses, meski lokasinya tidak berada di pusat kota.

“Akses adalah hal penting, sehingga proyek-proyek kami umumnya dibangun di lokasi yang memiliki akses menuju transportasi publik dan infrastruktur penunjang lain,” jelas Audy—sapaan akrab Andreas Audyanto.

Baca Juga: Cipta Harmoni Lestari Gelar Groundbreaking Naraya Serpong, Harga Mulai Rp900 Jutaan

Dia mengungkapkan, saat ini CHL Group memiliki persediaan lahan (land bank) sebesar 190 hektare. Di atas stok lahan tersebut, CHL Group berencana mengembangkan setidaknya lima proyek hingga awal 2025 mendatang.

Guna mengembangkan proyek-proyek tersebut, CHL Group menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp600 miliar.

Audy menuturkan, pihaknya tengah mempersiapkan hunian dengan konsep unik di kawasan BSD City yang menurut rencana akan diperkenalkan pada Kuartal I 2024 mendatang.

“Lahan yang kami persiapkan sebesar 80 hektare dan hanya menawarkan rumah dengan jumlah unit hunian terbatas,” ungkap Audy.

Baca Juga: Lebih Cepat 6 Bulan, Mazenta Residence Bintaro Lakukan Serah Terima Unit

Dia mengaku tidak takut bersaing dengan pengembang-pengembang besar lain, lantaran CHL Group menawarkan keunggulan, yakni dari sisi konsep dan harga.

“Salah satu keunggulan CHLGroup sejak awal itu adalah konsep bangunan cantik dan unik. Dengan konsep tersebut tidak harus ditawarkan dengan

"Harga yang kami tawarkan untuk rumah di pusat BSD City masih di bawah Rp5 miliar. Sementara itu, konsepnya sangat unik, bahkan sempat menuai pertentangan di internal CHL Group. Tapi pada saat didesain, hasilnya luar biasa," kata Audy yang masih merahasiakan konsep hunian anyar tersebut.

Tidak hanya di kawasan BSD City, di 2024 CHL Group juga bakal mengembangkan beberapa proyek lain di kawasan Jabodetabek dengan menggandeng partner lokal.

"Yang jelas, kami harus memastikan lahan yang akan dikembangkan harus clear dan clean secara hukum," imbuhnya.

Baca Juga: Gabungkan 'Luxury' dan 'Natural Beauty', The Sanctuary Collection Rilis Cluster Ketiga: Orchard Riviera

Audy menuturkan, CHL Group juga mulai melakukan penetrasi ke sektor hospitality, yang akan segera dikembangkan berada di Batu Cermin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dengan luas lahan sekitar 30 hektar, CHL Group akan membangun resor berkonsep boutique dengan menggandeng pengembang dan operator—yang masih dirahasiakan namanya.

"Sebenarnya kami telah masuk ke Labuan Bajo lebih awal dibanding beberapa pengembang yang saat ini juga tengah membangun proyek hospitality di sana. Proyek kami ini segera kami bangun dan rencananya akan mulai beroperasi di awal 2025 mendatang," ungkap Audy.

Sebagai informasi, CHL Group merupakan anak perusahaan konglomerasi Harita Group yang berdiri sejak 2015. Sebelumnya, CHL Group telah mengembangkan beberapa proyek seperti The Sanctuary Collection, Mazenta Residence, Marchand Hype Station, dan Naraya serpong.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Sharp Standing Freezer dapat lebih cepat melakukan proses pembekuan es batu dan makanan. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Sharp Standing Freezer dapat lebih cepat melakukan proses pembekuan es batu dan makanan. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
SKYE Suites Hotel Green Square, Sydney (Foto: Dok. Crown Group)
SKYE Suites Hotel Green Square, Sydney (Foto: Dok. Crown Group)
Ruko Bukit Podomoro Business Park di Bukit Podomoro Jakarta (Foto: bukitpodomoro.com)
Ruko Bukit Podomoro Business Park di Bukit Podomoro Jakarta (Foto: bukitpodomoro.com)
Kawasan hunian The Riviera at Puri (Foto: Dok. Metland)
Kawasan hunian The Riviera at Puri (Foto: Dok. Metland)