Feng Shui Rumah: Desain Tangga Pembawa Hoki

Banyak rumah memanfaatkan ruang bawah tangga untuk kamar mandi, WC, atau gudang. Hal ini tidak tepat menurut ilmu feng shui.

Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com

Oleh: Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo

RealEstat.id (Jakarta) – Di dalam bangunan rumah, tangga menjadi penghubung antar-lantai, sehingga perannya sangat penting. Di dalam aturan feng shui rumah, tangga dipercaya mengalirkan energi positif yang harus diatur sedemikian rupa agar bermanfaat bagi penghuni rumah.

Lantas, bagaimana aturan tentang tangga menurut feng shui rumah? Berikut ini pemaparannya untuk Anda:

Hal pertama yang kerap menjadi pertanyaan adalah berapa jumlah anak tangga yang benar menurut aturan feng shui rumah? Sebagian orang mengatakan kelipatan empat adalah buruk, sementara yang lain mengatakan kelipatan lima. Yang benar adalah kelipatan 5 ditambah satu atau dua. Rumusnya (n5 +1) atau (n5 +2).

Baca Juga: Tips Feng Shui Rumah Agar Pasangan Tidak Selingkuh

Misalnya kita bisa dapatkan jumlah undakan yang baik adalah: 6 atau 7, 11 atau 12, 16 atau 17, 21 atau 22 undakan. Apabila perbedaan lantai yang pertama dan kedua sekitar 1 meter, dapat digunakan 6 atau 7 undakan.

Jika perbedaan antara lantai sekitar 2 meter dapat digunakan 11 atau 12 undakan atau 16-17 undakan. Sedangkan jika lebih dari itu, misalnya ketinggian 3 meter, gunakan 21 atau 22 undakan; dan bila tinggi antara kedua lantai adalah 3,5 meter, maka baik digunakan 26 atau 27 undakan.

Tangga 1 atau 2 undakan digunakan untuk menuju teras pintu masuk depan atau belakang, di mana terdapat taman belakang. Jika perbedaan peil tanah dan peil teras sampai satu meter, bisa digunakan 6 atau 7 undakan.

Dari Falsafah Hindu
Bagaimana logika dari aturan tersebut? Sebagaimana halnya dengan falsafah Hindu, dimana dikenal Dewa Trimurti Brahma, Wisnu, Shiwa yang diterjemahkan sebagai Kelahiran, Kehidupan, Kematian.

Hal ini dipraktikkan dalam desain bangunan di Bali, dimana jumlah undakan tangga dihitung dengan kelipatan tiga (3, 6, 9, 12, dan seterusnya). Ketika falsafah itu datang ke Tiongkok, dimana Trimurti tidak dikenal secara luas; konsep kehidupan diperluas menjadi lima tahap:  (1) Lahir, (2) Muda, (3) Tua, (4) Mati, (5) Sengsara. Oleh karena itu hitungan tangga menurut hitungan feng shui adalah kelipatan lima ditambah satu atau dua.

Pertanyaan kedua adalah apa yang boleh atau tidak boleh diletakkan di bawah tangga. Pertanyaan ini timbul karena orang ingin menghemat tempat dengan cara memanfaatkan ruang di bawah tangga.

Baca Juga: Cegah COVID-19 dengan Feng Shui Rumah Sehat

Kebanyakan pada rumah modern, ruang bawah tangga ini dimanfaatkan untuk kamar mandi/WC atau gudang. Hal ini tidak tepat, karena dengan demikian energi Yin yang negatif dari kamar mandi/WC akan ikut mengalir dari bawah ke atas.

Selain itu jika ditempatkan gudang, ini berarti energi di sekitar tangga akan mandek atau terperangkap, sehingga susah mengalir ke atas. Hal buruk lainnya adalah menempatkan ruang kerja atau ruang baca.

Dalam hal ini kurang tepat karena orang yang berada di bawah tangga akan “diinjak-injak” oleh penghuni lainnya yang naik turun tangga.

Alirkan Energi Chi
Menurut ilmu feng shui rumah, tangga berfungsi mengalirkan energi Chi atau Qi dari bawah ke atas. Oleh sebab itu, pengaturan feng shui di bawah tangga harus hati-hati. Kita harus membedakan apakah posisi tangga di dalam rumah ini menempati sektor yang baik energinya atau yang buruk energinya.

Jika memungkinkan kita letakkan tangga pada sektor yang baik (positif), tetapi jika kebetulan berada pada sektor yang buruk (negatif) energinya maka diperlukan upaya untuk mengatasinya dengan desain.

Baca Juga: Ternyata Shio Berpengaruh pada Pengaturan Feng Shui Rumah

Aturan umum menggunakan Metode Flying Star (Bintang Terbang), di mana Denah rumah terbagi menjadi sembilan sektor. Semua sektor ini masing-masing ada yang positif atau negatif energinya tergantung dari kombinasi bintang fei-xing.

Menurut prinsip ini, energi yang baik harus diaktifkan atau dipicu, sehingga energi positif di daerah tangga ini akan menguat dan menyebar ke seluruh ruangan lainnya.

Kita bisa menempatkan water feature di bawah tangga, dimana air yang merupakan kolam kecil di sini sifatnya aktif, bergerak (muncrat) atau mengalir turun dan bersirkulasi serta diperkuat dengan cahaya lampu.

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RealEstat.id.

Berita Terkait

Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)
Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)
Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com
Foto: Dok. Pixabay.com
Foto: Dok. Pixabay.com