Capai Rp3,3 Triliun, Penjualan Summarecon Lampaui Target di 2020

Di 2020, Summarecon mencatat pendapatan Rp5 triliun, di mana usaha pengembangan properti menjadi penyumbang tertinggi sebesar Rp3,7 triliun.

Kawasan pengembangan Summarecon Bekasi. (Foto: Dok. Summarecon)
Kawasan pengembangan Summarecon Bekasi. (Foto: Dok. Summarecon)

RealEstat.id (Jakarta) - Meski di tengah pandemi, PT Summarecon Agung, Tbk (SMRA) sepanjang 2020 berhasil membukukan pra-penjualan (presales) sebesar Rp3,3 triliun. Pencapaian tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan oleh Summarecon, yaitu sebesar Rp2,5 triliun.

Pendapatan yang memuaskan ini merupakan hasil penerapan strategi dan tata kelola perusahaan yang baik, inovasi dan konsistensi dalam menjaga kualitas produk, serta komitmen kepada konsumen. Demikian penuturan Adrianto P. Adhi, President Director PT Summarecon Agung, Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) beberapa waktu lalu.

Kinerja perseroan yang cukup baik di 2020 juga turut dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan properti untuk tempat tinggal maupun usaha yang terus meningkat. Daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dapat tertanggulangi dengan penawaran skema pembayaran yang cukup bersahabat dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah, hal ini membuat properti semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas. 

Baca Juga: Summarecon Bandung Pasarkan Cluster Flora Tahap Tiga

Dalam laporan keuangan 2020, Summarecon mencatat total pendapatan sebesar Rp5 triliun. Usaha Pengembangan Properti masih menyumbangkan pendapatan tertinggi dengan pendapatan operasional sebesar Rp3,7 triliun atau berkontribusi 73% dari total pendapatan, dan laba usaha sebesar Rp1,23 triliun atau berkontribusi sebesar 96% dari total laba usaha perusahaan sebesar Rp1,27 triliun. 

Penjualan masih di dominasi oleh produk hunian baik landed maupun vertikal sebanyak 79%, disamping penjualan komersial dan produk lainya. Pra-penjualan pemasaran tersebut berasal dari tujuh lokasi Summarecon yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor.

"Summarecon Bogor adalah township terbaru yang dibuka pada Oktober 2020 dengan peluncuran perdana 555 unit properti senilai Rp1,2 triliun, seluruh unit tersebut habis terjual selama dua hari pemasaran," tutur Adrianto P. Adhi. 

Baca Juga: Masuki Usia 11 Tahun, Summarecon Bekasi Tawarkan 11 Kelebihan

Penerapan PSBB dan protokol kesehatan keselamatan telah mengakibatkan sebagian besar operasi bisnis di sektor pusat perbelanjaan, hotel dan klub komunitas ditangguhkan dan/atau ditutup. Hal ini mengurangi sumber pendapatan.

Unit Usaha Investasi dan Pengelolaan Properti mencatat pendapatan sebesar Rp894 miliar, turun Rp705 miliar atau 44% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Unit usaha ini memberikan kontribusi sebesar 18% dari total pendapatan Perseroan, dimana 91% di antaranya berasal dari bisnis mal dan ritel.

Secara geografis, Kelapa Gading masih menjadi kontributor tertinggi dengan 48% pendapatan segmen diikuti oleh Serpong (32%) dan Bekasi (19%). 

Baca Juga: Rilis Ruko Melody, Summarecon Serpong Suguhkan Gaya Modern Kontemporer

Segmen usaha lainnya meliputi hotel, klub rekreasi masyarakat, pengelolaan township dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung dan melengkapi kerja terpadu sebuah township. Pendapatan dari bisnis ini turun 36% menjadi Rp466 miliar. 

Dalam RUPST 2021, Perseroan juga mengumumkan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, sebagai berikut: 

Dewan Komisaris
Soetjipto Nagaria (Komisaris Utama), Harto Djojo Nagaria (Komisaris), Edi Darnadi (Komisaris Independen), Lexy Arie Tumiwa (Komisaris Independen), dan Ge Lilies Yamin (Komisaris Independen).

Dewan Direksi
Adrianto P. Adhi (Direktur Utama) Liliawati Rahardjo (Direktur), Soegianto Nagaria (Direktur), Herman Nagaria (Direktur), Sharif Benyamin (Direktur), Lidya Tjio (Direktur), Nanik Widjaja (Direktur), dan Jason Lim (Direktur).

Baca Juga: Usung 'New City New Opportunity', Summarecon Mutiara Makassar Bangun Fasilitas Baru di 2021

Keberhasilan perusahaaan untuk mencetak prestasi di saat pandemi merupakan hasil kerja sama semua pemangku kepentingan, juga kerja keras dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan. Selain itu, berbagai upaya dari pemangku kekuasaan juga memberikan kontribusi penting.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah melalui berbagai kebijakan dan stimulus, industri properti Indonesia semakin optimis dan di proyeksikan akan terus berkembang, dan ini akan mendorong pulihnya perekonomian nasional sejalan dengan program percepatan vaksinasi demi segera tercapainya Herd Immunity,” ungkap Adrianto P. Adhi.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)