Bidik Konsumen Lokal dan Asing, KEK Tanjung Lesung Tawarkan Vila Mulai Rp700 Jutaan

Di KEK Tanjung Lesung, warga asing bisa membeli vila hanya dengan paspor dan akan mendapatkan KITAS yang nantinya bisa di-upgrade menjadi KITAP.

Deretan vila di kawasan KEK Tanjung Lesung (Foto: Istimewa)
Deretan vila di kawasan KEK Tanjung Lesung (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Tanjung Lesung) – Regulasi yang mempermudah warga negara asing (WNA) memiliki hunian dengan harga Rp1 miliar - Rp5 miliar hanya bermodalkan paspor, ditengarai bakal membuat industri properti di Tanah Air menggeliat.

Menurut Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development, pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mengatakan, Indonesia memiliki banyak area yang memiliki kelebihan khusus bagi warga asing untuk memiliki hunian, di antaranya kawasan ekonomi khusus (KEK).

Menurutnya, di wilayah KEK ini, benefit yang didapatkan warga negara asing saat membeli properti lebih banyak dibanding di area-area yang bukan merupakan KEK.

"Salah satunya di KEK Tanjung Lesung, Pandeglang-Banten, yang sedang berkembang pesat," tutur Poernomo Siswoprasetijo di Menara Batavia Jakarta Pusat, belum lama ini.

Baca Juga: Rusun Pekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Dibangun

Dia menjelaskan, KEK Tanjung Lesung memiliki proyek sejumlah vila di resor pantai dengan harga jual bervariasi. Mulai dari kisaran Rp700 juta hingga di atas Rp5 miliar yang bisa dibeli oleh warga lokal maupun WNA.

"Di KEK Tanjung Lesung ini, warga asing juga dapat membeli vila hanya dengan bermodalkan paspor, dan mendapatkan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang nantinya dapat di-upgrade menjadi KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap)," terang Poernomo.

Selain itu, warga asing bisa memiliki properti atas nama mereka sendiri—tanpa harus menikah dengan warga lokal—tidak perlu terkena pajak barang mewah, dan tanpa harga minimum seperti yang diprasyaratkan di tempat lain.

“Artinya, kalau beli vila di Tanjung Lesung, nggak perlu harus mengeluarkan uang seharga Rp5 miliar untuk dapat hak milik rumah atas nama sendiri. Beli properti kami yang dibawah Rp1 miliaran pun sudah bisa,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Baca Juga: Lewati Target, Jababeka Bukukan Marketing Sales Rp2,21 Triliun di 2023

KEK Tanjung Lesung menawarkan dua cluster vila, yaitu cluster Villa Kalicaa dan Ladabay Village. Villa Kalicaa Resort merilis 5 tipe unit dengan luas berbeda, yaitu: Villa Courtyard, Villa Beranda, Teras, Fuji dan Bora.

Villa tipe Courtyard memiliki luas tanah (LT) 189 m2 - 345 m2, Villa tipe Beranda (LT: 420 m2 - 532 m2), Villa tipe Fiji (LT: 390 m2), villa tipe Teras (LT: 386 m2), serta villa tipe Bora (LT: 398 m2 - 535 m2).

Sementara itu, villa Ladabay Village menawarkan tiga tipe, yaitu Viria 1 bedroom, Viria 2 bedroom, dan Tara 1 bedroom.

Vila di KEK Tanjung Lesung Banten West Java Jababeka realestat.id dok
Vila di KEK Tanjung Lesung yang menyasar WNA (Foto: Istimewa)

Poernomo Siswoprasetijo, menerangkan, villa yang dibeli ini bisa dinikmati sendiri maupun menjadi “juragan homestay” untuk passive income. Di sini, pihak PT Banten West Java Tourism Development—yang merupakan anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA)—menyediakan layanan penyewaan dan perawatan.

"Dengan demikian, para pemilik vila tidak dipusingkan untuk pemasaran vila maupun perawatan, dan tinggal menunggu uang masuk rekening tiap bulannya," katanya.

Baca Juga: Jababeka dan Mitsui Fudosan Asia Rilis Ruko Wimbledon di Kawasan Sport City

Menurut Poernomo Siswoprasetijo, saat ini sudah cukup banyak yang membeli vila-vila di KEK Tanjung Lesung. Awal tahun 2024, imbuhnya, juga merupakan momen yang tepat bagi para pembeli villa di Tanjung Lesung mengantisipasi selesainya Tol Serang Panimbang seksi 2 dan 3.

Pasalnya, dengan target rampungnya tol menuju Tanjung Lesung di akhir 2024, maka, diperkirakan pertumbuhan kawasan Tanjung Lesung akan tumbuh secara pesat dan diprediksi harga-harga properti tentunya akan naik.

Di samping itu, Tanjung Lesung pun sedang dikembangkan menjadi kota wisata alam terbesar berbasis laut terdekat dengan Jakarta. Hal ini untuk memberikan alternatif bagi warga Jakarta yang ingin berwisata pantai.

"Biasanya alternatif wisata pantai warga Jakarta adalah Jogja atau Bali yang cukup jauh dan memakan biaya transport yang besar,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Baca Juga: Diresmikan Menparekraf Sandiaga Uno, Jababeka Movieland Bakal Saingi Universal Studios

Dengan lokasi yang hanya 170 km dari Jakarta dengan udara yang segar, alasan banyak pembeli dari kalangan kelas atas yang sekarang membeli vila di KEK Tanjung Lesung.

Karena, selain bisa sebagai tempat escape dengan udara yang sehat dari Jakarta, dapat disewakan, potensi kenaikan harga tanah, dan nantinya dapat dimanfaatkan bila ingin dijadikan hunian saat pensiun.

“Mereka (investor) yang sudah beli mungkin sudah membayangkan betapa nyaman tinggal di area dengan udara yang sehat dan pemandangan indah dari luat dan alam yang asri,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Bila tertarik melihat villa dan kavling yang ada di KEK Tanjung Lesung, Anda bisa mengunjungi laman di tanjunglesung.com atau akun Instagram resmi @tanjunglesungid.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Rumah Tipe C BIO District BSD (Foto: Dok. CHL Group)
Rumah Tipe C BIO District BSD (Foto: Dok. CHL Group)
Show Unit Apartemen The Belton Residence di kawasan Synthesis Huis. (Foto: Dok. Synthesis Development)
Show Unit Apartemen The Belton Residence di kawasan Synthesis Huis. (Foto: Dok. Synthesis Development)
New Matera Residences, Gading Serpong (Foto: Dok. Paramount Land)
New Matera Residences, Gading Serpong (Foto: Dok. Paramount Land)