RealEstat.id

Inovamap Hadirkan Solusi Geospasial End-to-End, Bantu Pengembang Properti Ambil Keputusan Berbasis Data

Berdiri sejak 2012, Inovamap memperkuat posisi sebagai mitra strategis penyedia solusi geospasial end-to-end untuk berbagai sektor, salah satunya industri properti.

teknologi geospasial inovamap lahan tanah sektor properti realestat.id dok
Pemetaan dan analisis geospasial menggunakan drone. (Foto: Dok. Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Di tengah dinamika pasar properti yang semakin selektif pada 2026, sektor riil ini tetap menyimpan peluang pertumbuhan yang menjanjikan.

Stabilitas fundamental ekonomi Indonesia yang bertahan di kisaran 5% selama satu dekade terakhir menjadi salah satu indikator positif yang mendorong optimisme terhadap geliat industri properti.

Di saat yang sama, perkembangan teknologi, laju urbanisasi, serta berbagai kebijakan pemerintah turut membentuk lanskap baru bagi bisnis properti.

Perubahan tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pengembang dan investor. Dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif, keputusan bisnis tidak lagi cukup didasarkan pada intuisi semata, melainkan harus ditopang oleh data yang akurat dan analisis yang komprehensif.

Baca Juga: Sinergi 5 Kementerian dan Lembaga Perkuat Tata Kelola Pertanahan dan Tata Ruang

Di sinilah peran teknologi geospasial menjadi semakin krusial dalam membantu pelaku industri membaca potensi wilayah sekaligus memitigasi risiko pengembangan.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Inovasi Mandiri Pratama (Inovamap) memperkuat posisinya sebagai mitra strategis penyedia solusi geospasial end-to-end bagi berbagai sektor, termasuk industri properti.

Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun, perusahaan ini konsisten mengintegrasikan akuisisi data lapangan dengan pengembangan aplikasi berbasis spasial guna mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih presisi dan efisien.

Presiden Direktur PT Inovasi Mandiri Pratama, Hasyim, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2012, Inovamap telah melayani berbagai kebutuhan pemetaan dan analisis geospasial baik untuk instansi pemerintah maupun sektor swasta.

“Kami memiliki kapabilitas lengkap dalam akuisisi aset lahan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone dengan berbagai sensor, mulai dari kamera foto, multispektral, hingga LiDAR (Light Detection and Ranging),” terangnya kepada Realestat.id.

Baca Juga: Jangan Langsung Percaya! Begini Cara Cek Petugas Ukur Tanah Resmi dari ATR/BPN

Di samping itu, imbuh Hasyim, layanan Inovamap juga mencakup interpretasi citra satelit, indoor mapping, hingga survei batimetri untuk kebutuhan industri yang lebih spesifik.

Lebih lanjut, dia menerangkan, teknologi geospasial memungkinkan pengumpulan, pengelolaan, analisis, hingga visualisasi data spasial secara komprehensif.

Dengan dukungan data yang real time dan analisis berbasis lokasi, teknologi ini mampu memberikan gambaran yang lebih akurat bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi bisnis.

“Hasilnya, proses perencanaan menjadi lebih efisien sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan,” tuturnya.

Baca Juga: ATR/BPN Dorong Optimalisasi AI untuk Pengelolaan Data Pertanahan yang Efisien dan Aman

Bantu Pengembang Properti Tentukan Lokasi Proyek

Hasyim menjelaskan, dalam sektor properti, salah satu tantangan utama adalah menentukan lokasi proyek yang tepat.

Melalui layanan Site Selection & Market Potential Analysis, teknologi geospasial milik Inovamap dapat membantu pengembang mengidentifikasi lokasi optimal untuk pengembangan proyek baru.

Analisis ini memanfaatkan berbagai data penting, seperti kepadatan penduduk, pertumbuhan kawasan, aksesibilitas infrastruktur, daya beli masyarakat, hingga keberadaan kompetitor.

Selain itu, perkembangan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan juga menjadi variabel penting dalam menilai potensi sebuah wilayah.

“Pendekatan location analytics juga memungkinkan pengembang memproyeksikan pergerakan harga properti di suatu kawasan sekaligus mengidentifikasi wilayah yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan baru,” terangnya.

Baca Juga: 2026, Kementerian ATR/BPN Targetkan Peningkatan Akurasi Data Pertanahan

hasyim almuharso inovamap geospasial realestat.id dok
Hasyim, Presiden Direktur PT Inovasi Mandiri Pratama (Inovamap) ~ Foto: Dok. Realestat.id

Dukung Akuisisi Lahan yang Lebih Presisi

Di sisi lain, papar Hasyim, proses akuisisi lahan sering kali menjadi tahap paling krusial dalam pengembangan properti.

Melalui layanan Land Acquisition Intelligence, teknologi geospasial Inovamap membantu mengidentifikasi dan memetakan lahan potensial secara lebih presisi.

Analisis ini mencakup pemetaan batas legal lahan, kesesuaian zonasi tata ruang seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta simulasi penggunaan lahan yang paling optimal.

Dengan dukungan sistem informasi geografis (GIS), pengembang dapat merancang tata guna lahan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga sesuai dengan regulasi dan rencana tata ruang wilayah.

“Pendekatan ini juga membuka peluang bagi pengembang untuk merancang kawasan yang terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitarnya,” ujarnya.

Baca Juga: Rahasia Mengurus Pemecahan Bidang Tanah: Simak Syarat, Proses, dan Aturannya!

Mitigasi Risiko Pengembangan

Selain menentukan lokasi dan mengelola lahan, jelas Hasyim, aspek mitigasi risiko juga menjadi faktor penting dalam investasi properti.

Melalui Project Risk Mitigation, analisis spasial berbasis data aktual dapat membantu mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang mungkin muncul di suatu kawasan.

Pemetaan ini mencakup identifikasi wilayah rawan banjir, kemiringan lahan, hingga potensi kerusakan lingkungan yang dapat berdampak pada proyek.

“Dengan informasi yang lebih akurat, pengembang dapat merancang strategi mitigasi sejak tahap awal sehingga mampu menghindari potensi kerugian investasi di masa depan,” tuturnya.

Baca Juga: ATR/BPN: Program Kebijakan Satu Peta Bisa Selesaikan Tiga Hal Penting

Kelola Portofolio Aset Secara Terintegrasi

Selain itu, jelas Hasyim, pemanfaatan teknologi geospasial juga dapat membantu pengembang dalam mengelola aset yang telah dimiliki.

Melalui layanan Asset & Portfolio Management yang dimiliki Inovamap, pengelolaan portofolio properti dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui dashboard geospasial interaktif.

Dashboard ini memungkinkan pengembang memantau kondisi aset, perkembangan proyek, hingga performa portofolio secara real time.

“Dengan visualisasi data yang lebih jelas, pengambilan keputusan strategis dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur,” ungkapnya.

Baca Juga: Menteri ATR/BPN: Ini Kunci Sukses Pendaftaran 112 Juta Bidang Tanah di Indonesia

Ubah Data Lokasi Jadi Intelijen Bisnis

Lebih lanjut, Hasyim menerangkan, secara keseluruhan, teknologi geospasial mengubah data lokasi menjadi intelijen bisnis yang sangat penting bagi sektor properti.

Penerapannya didukung oleh berbagai teknologi penginderaan jauh, termasuk citra satelit yang dapat digunakan untuk memonitor perubahan wilayah, mengidentifikasi aktivitas manusia, hingga mendukung proses pemetaan yang lebih detail.

Di sisi lain, sistem informasi geografis (SIG) membantu pengguna memahami pola, hubungan, serta konteks geografis suatu wilayah.

“Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi analisis, tetapi juga mempermudah komunikasi data melalui visualisasi yang lebih informatif,” katanya.

Baca Juga: Mitigasi Risiko Sertifikat Tanah Elektronik dalam Bisnis Properti

Hasyim menambahkan bahwa Inovamap juga memiliki pengalaman dalam pengembangan berbagai solusi berbasis SIG untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data kewilayahan.

“Kami menyediakan berbagai solusi, mulai dari manajemen data SIG, pengembangan aplikasi SIG berbasis enterprise dan mobile, hingga sistem manajemen aset serta SIG tiga dimensi,” jelasnya.

Dengan pendekatan berbasis data spasial yang terintegrasi, Inovamap berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi para pemangku kepentingan dalam merencanakan, mengembangkan, hingga mengelola aset secara lebih efektif.

“Target kami jelas, menghadirkan metode yang lebih efisien, cepat, dan akurat untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Hasyim.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait