RealEstat.id (Tangerang) – PT Bumi Serpong Damai Tbk (IDX: BSDE), pengembang kota mandiri yang menjadi bagian dari Sinar Mas Land, mencetak prapenjualan (marketing sales) Rp7,53 triliun di Kuartal III 2026.
Angka tersebut setara dengan 75% dari target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10 triliun, sekaligus mencerminkan pertumbuhan 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,10 triliun.
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk, Hermawan Wijaya mengatakan, pencapaian ini memperlihatkan kinerja penjualan yang tetap terjaga, didukung oleh kontribusi segmen residensial dan komersial serta kekuatan portofolio proyek BSDE secara keseluruhan.
Pencapaian prapenjualan hingga September 2026 merupakan hasil dari strategi pemasaran yang dijalankan secara konsisten, didukung oleh portofolio produk yang beragam dan jaringan pemasaran yang luas.
“Kami akan terus mengoptimalkan potensi dari berbagai kawasan pengembangan, khususnya BSD City, untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan mendukung pencapaian target prapenjualan sebesar Rp10 triliun hingga akhir tahun 2026,” kata Hermawan Wijaya.
Pencapaian tersebut mencakup kontribusi proyek-proyek perusahaan patungan BSDE yang berlokasi di BSD City, antara lain Nava Park dan Hiera.
Kinerja ini didukung oleh kontribusi positif dari segmen residensial maupun komersial yang menjadi bagian dari portofolio pengembangan BSDE.
Dominasi Segmen Residensial
Segmen residensial menjadi kontributor terbesar dengan total sebesar Rp3,92 triliun atau sekitar 52% dari total prapenjualan selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Capaian tersebut meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,14 triliun.
Sementara itu, segmen komersial, yang mencakup kavling komersial, apartemen dan ruko, membukukan prapenjualan sebesar Rp3,25 triliun atau sekitar 43% dari total prapenjualan.
Kontribusi tersebut terdiri atas penjualan ruko sebesar Rp1,73 triliun, kavling komersial Rp1,17 triliun, serta unit apartemen sebesar Rp342 miliar.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Raih Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun di Kuartal I 2026
Dari sisi lokasi, proyek-proyek yang dikembangkan di kawasan BSD City memberikan kontribusi sekitar 68% terhadap total prapenjualan selama sembilan bulan pertama tahun 2026.
Beberapa proyek yang memberikan kontribusi signifikan antara lain Nava Park dengan porsi sekitar 14% dan Hiera sebesar 5% dari total prapenjualan.
Selain BSD City, proyek Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur masing-masing memberikan kontribusi sekitar 11% dan 7% terhadap total prapenjualan BSDE.
Pada segmen residensial, pencapaian penjualan terutama ditopang oleh berbagai produk unggulan di BSD City, antara lain Nava Park, Hiera, Terravia, Eonna, Armont Residences, Vireya dan Izzi. Sementara itu, proyek Grand Wisata, Kota Wisata Ecovia dan Rancamaya juga menunjukkan kontribusi positif.
Untuk segmen komersial, penjualan ruko terutama berasal dari sejumlah produk di BSD City, termasuk Nava Park Business Suites, Blueprint Design and Community Center, Powell Studio Loft di kawasan D-Hub Special Economic Zone, serta Delrey.
Adapun penjualan apartemen berasal dari Aerium, The Elements dan Southgate di Jakarta, serta Akasa dan Upper West di BSD City.
Dengan realisasi prapenjualan yang telah mencapai sekitar ±75% dari target tahunan hingga September 2026, BSDE tetap optimistis dapat mencapai target prapenjualan tahun 2026 sebesar Rp10 triliun.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Umumkan Pengurus Baru, Muktar Widjaja dan Michael Widjaja Mundur
Kinerja Keuangan BSDE di Kuartal III 2026
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, BSDE juga telah menyampaikan Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 kepada otoritas yang berwenang.
Dari sisi kinerja keuangan, BSDE mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp7,54 triliun pada Kuartal III 2026, turun 14% dibandingkan Rp8,76 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba Kotor tercatat sebesar Rp5,03 triliun, turun 9% secara tahunan, sementara Laba Usaha mencapai Rp1,71 triliun atau turun 20%.
Laba Bersih tercatat sebesar Rp845 miliar, dibandingkan Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau mengalami penurunan sebesar 38% secara tahunan.
Berdasarkan komposisi pendapatan, segmen pengembangan properti (development revenues) yang terdiri atas residensial, penjualan tanah dan komersial memberikan kontribusi sekitar 80% terhadap total Pendapatan Usaha Kuartal III 2026. Sementara itu, sekitar 20% sisanya berasal dari segmen pendapatan berulang (recurring revenues).
Segmen residensial mencatatkan total Pendapatan Usaha sebesar Rp2,36 triliun, turun 30% dibandingkan Rp3,37 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, segmen komersial menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan kinerja sebesar Rp2,73 triliun, meningkat 21% dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini terutama didukung oleh peningkatan pengakuan penjualan ruko yang mencapai Rp2,28 triliun, naik 37% dibandingkan Rp1,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun pendapatan dari segmen pendapatan berulang menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 19% menjadi Rp1,53 triliun dari Rp1,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Sewa mencapai Rp909 miliar, meningkat 19% secara tahunan, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sewa ruang perkantoran sebesar 15% menjadi Rp467 miliar serta pendapatan sewa mal dan lainnya sebesar 22% menjadi Rp442 miliar.
Selain itu, pendapatan dari layanan operasional jalan tol meningkat 20% menjadi Rp90 miliar, seiring dengan peningkatan volume lalu lintas di Jalan Tol Serpong-Balaraja dan beroperasinya tambahan ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B.
Secara kuartalan, Pendapatan Usaha pada Kuartal III 2026 meningkat 17% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan Rp2,38 triliun pada Kuartal II 2026. Hal ini menunjukkan peningkatan kinerja pada Kuartal III dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Lewati Target, Bumi Serpong Damai (BSDE) Cetak Prapenjualan Rp10,04 Triliun di 2025
Di tengah penurunan Pendapatan Usaha secara tahunan, BSDE berhasil mempertahankan profitabilitas dengan mencatatkan margin laba kotor (gross profit margin) sebesar 67% pada Kuartal III 2026.
Angka ini meningkat dibandingkan 63% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin Laba Usaha (operating profit margin) tercatat sebesar 23%, sedikit lebih rendah dibandingkan 24% pada Kuartal III – 2025.
Dari sisi pengelolaan beban, beban umum dan administrasi berhasil diturunkan sebesar 7% secara tahunan, terutama didukung oleh penurunan beban teknologi informasi (IT). Beban pajak final juga turun 20%, meskipun beban penjualan meningkat 7%.
Pada Kuartal III 2026, Jumlah Aset BSDE tercatat sebesar Rp81,45 triliun, meningkat 3% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp79,27 triliun.
Dari sisi liabilitas, Jumlah Liabilitas tercatat sebesar Rp28,18 triliun, meningkat 6% dibandingkan posisi akhir tahun 2025. Jumlah Ekuitas mencapai Rp53,26 triliun, meningkat 1%.
Adapun belanja modal (capital expenditure/capex) BSDE hingga Kuartal III 2026 mencapai Rp4,70 triliun. Capex terutama dialokasikan untuk pembebasan lahan sebesar Rp3,43 triliun, pembangunan infrastruktur sebesar Rp767 miliar, properti investasi sebesar Rp259 miliar, serta konsesi jalan tol sebesar Rp244 miliar.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








