RealEstat.id (Jakarta) – PT Agung Podomoro Land Tbk (IDX: APLN) mencetak penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp4,4 triliun hingga akhir Kuartal III 2026. Raihan tersebut meningkat 66% dibandingkan Rp2,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
APLN juga mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp594,2 miliar, atau meningkat sekitar 2.006% dari sebelumnya Rp28,2 miliar. Kinerja Perseroan tahun ini terutama berasal dari penjualan Deli Park Medan pada Kuartal I 2026.
Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land, Tbk., Justini Omas, mengatakan, Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis melalui berbagai strategi yang telah terencana.
Di samping melalui penjualan unit-unit properti di berbagai proyek, perusahaan juga berhasil menjual aset yang sudah matang dengan harga premium.
“Hal ini menjadi bukti bahwa nilai properti APLN terus bertumbuh dan memberikan return yang optimal dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Baca Juga: Agung Podomoro Land (APLN) Cetak Pendapatan Rp2,9 Triliun di Kuartal I 2026, Melonjak 232%
Penjualan Deli Park Medan merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk mengoptimalkan nilai aset dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis.
Untuk menjaga fundamental bisnis tetap solid, APLN juga terus mengembangkan aset baru, termasuk Central Park Borneo Bay di Balikpapan.
Pusat perbelanjaan premium pertama di Kalimantan tersebut akan melakukan soft opening pada 12 November 2026.
“Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan optimalisasi aset berjalan, seiring pengembangan bisnis dan mendukung keberlanjutan Perseroan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Justini mengungkapkan, dari total penjualan dan pendapatan usaha APLN di akhir Kuartal III 2026, sebesar Rp3,5 triliun berasal dari penjualan aset properti.
Baca Juga: Perkuat Brand Image Kota Podomoro Tenjo, Agung Podomoro (APLN) Gandeng Konsorsium Jepang
Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp1,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sumber pendapatan lainnya adalah pendapatan berulang (recurring revenues) sebesar Rp894,1 miliar, dibandingkan Rp988,8 miliar pada periode sampai dengan September 2025.
Perubahan pendapatan ini dipengaruhi oleh penjualan Deli Park Medan yang berdampak terhadap komposisi portofolio aset Perseroan.
Justini mengatakan, APLN terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen.
“Dengan demikian, portofolio Perseroan dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus menjaga daya saing bisnis,” ungkapnya.
Baca Juga: Perkuat Portofolio Properti, Agung Podomoro Bersinergi dengan Shimizu Corporation
Cetak Marketing Sales Rp878 Miliar
Penguatan kinerja APLN turut tercermin pada posisi likuiditas dan arus kas operasional. Per 30 September 2026, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp1,1 triliun, meningkat 28,4% dari angka Rp844,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Arus kas neto dari aktivitas operasi juga berbalik positif menjadi Rp1,4 triliun, dari minus Rp60,7 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Perbaikan ini didukung peningkatan penerimaan kas dari pelanggan menjadi Rp4,7 triliun, dibandingkan Rp2,6 triliun pada tahun sebelumnya.
Menurut Justini, pihaknya terus menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan kebutuhan operasional terpenuhi.
“Bagi kami, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan arus kas dan mengelola sumber daya secara efektif,” katanya.
Baca Juga: Agung Podomoro Lego Hotel Pullman Vimala Hills Buat Bayar Utang
Di sisi pemasaran, APLN membukukan marketing sales sebesar Rp878 miliar, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga akhir September 2026.
Kontribusi terbesar berasal dari Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan dan Parkland Podomoro Karawang.
Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti nasional, APLN terus memprioritaskan proyek-proyek potensial, menjaga kualitas produk, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen.
Perseroan percaya, konsumen akan selalu memilih aset properti yang berkualitas, mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka dan pastinya nilai aset tersebut terus bertumbuh setiap tahun.
“Tiga aspek itulah yang selalu menjadi prioritas APLN dalam menghadirkan produk-produk properti di berbagai daerah di Indonesia,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








