Lompat ke konten utama

RealEstat.id

AHI Cetak Laba Rp390,3 Miliar, Ekspansi AZKO dan NEKA Berlanjut

Bisnis ritel AHI terus melaju. Laba mencapai Rp390,3 miliar dan puluhan gerai AZKO serta NEKA ditargetkan hadir sepanjang 2026.
Laporan kinerja laba AHI semester I 2026-RealEstat.id
Salah satu gerai AZKO yang mendukung ekspansi bisnjs PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2026.

Dalam Public Expose Live yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan kode ACES itu memaparkan kinerja semester I-2026 sekaligus strategi pengembangan bisnis ke depan.

Melalui pemaparannya, AHI mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp390,3 miliar.

Angka laba AHI tersebut meningkat 33,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Perjalanan Tiga Dekade AZKO Memberi Arti untuk Pelanggan Rumah Tangga di Indonesia

Sementara itu, kinerja penjualan bersih AHI mencapai Rp4,5 triliun.

Jumlah tersebut tumbuh 6,3% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan juga tercermin dari same-store sales growth (SSSG) sebesar 2,2% hingga Juni 2026.

Ekspansi Gerai AZKO dan NEKA

Melansir keterangan tertulis Jumat (11/09/ 2026), Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja menerangkan bahwa kinerja tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan dengan tetap menjaga disiplin pengelolaan bisnis dan investasi.

“Masih terdapat peluang untuk terus meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan bisnis secara selektif, serta memperkuat relevansi kami dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Gregory.

Baca Juga: ACES Fokus Perluas Jaringan AZKO ke Kota Potensial

Untuk itu, Gregory melanjutkan, AHI menargetkan ekspansi gerai dengan membuka 25–30 toko AZKO dan 40–50 toko NEKA sepanjang tahun ini.

Hingga Agustus 2026, masing-masing telah bertambah 15 toko AZKO dan 16 toko NEKA.

Strategi ekspansi dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan potensi pasar, produktivitas gerai, serta kesiapan operasional.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, AHI mengalokasikan belanja modal (CapEx) Rp400–450 miliar pada 2026.

Hingga semester I, realisasi CapEx mencapai Rp91 miliar. Terutama, untuk pembukaan dan renovasi toko.

Baca Juga: AZKO Perkenalkan Perangkat Air Treatment Stylish NORIUM untuk Tingkatkan Kualitas Udara

Perkuat Omnichannel dan Pengalaman Pelanggan

Selain ekspansi fisik, AHI juga memperkuat bisnis ritel omnichannel melalui integrasi kanal offline dan digital.

Gregory Widjaja mengatakan, pengalaman belanja di toko AZKO terhubung dengan kanal digital ruparupa melalui fitur Scan & Shop, Scan & Go, membership rewards, serta live shopping.

Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga mulai dimanfaatkan untuk menghadirkan rekomendasi produk yang lebih relevan.

Selain itu, toko ritel modern di Indonesia itu pun menghadirkan layanan chatbot yang membantu pelanggan memperoleh informasi secara lebih cepat.

“Dengan tetap menjaga disiplin dalam pengelolaan bisnis dan investasi, kami optimis dapat menangkap peluang secara terukur.” pungkas Gregory.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait