RealEstat.id (Jakarta) – Sektor pergudangan modern di Jabodetabek sepanjang Semester I 2026 terus menunjukkan prospek positif di tengah meningkatnya kebutuhan ruang logistik dan upaya perusahaan memperkuat rantai pasokan.
Pertumbuhan aktivitas industri, ekspansi bisnis, serta kebutuhan distribusi yang semakin efisien menjadi sejumlah faktor yang menjaga permintaan terhadap fasilitas logistik modern tetap kuat.
Secara regional, permintaan ruang logistik di kawasan Asia Pasifik terus mengalami penguatan. Tren tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dalam membangun rantai pasokan yang lebih tangguh dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan harga sewa modern logistic warehouse di berbagai negara Asia Pasifik dengan rata-rata kenaikan sekitar 1,2% secara tahunan.
Menukil data Knight Frank Asia Pasifik, di kawasan Jabodetabek, pertumbuhan harga sewa pasar pergudangan modern tercatat lebih tinggi.
“Di Bekasi, misalnya, pertumbuhan harga sewa pergudangan modern mencapai sekitar 2,8% secara tahunan,” jelas Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia.
Menurutnya, hal ini mencerminkan bahwa permintaan pergudangan sewa masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi, sekaligus menunjukkan bahwa kawasan Jabodetabek tak hanya menjadi pasar logistik potensial di kawasan regional, tetapi juga bagian dari rantai pasok global.
Syarifah Syaukat menuturkan, saat ini total pasokan pergudangan modern di Jabodetabek diperkirakan telah mencapai sekitar 3,1 juta m2.
Penambahan pasokan baru terutama datang dari koridor timur Jakarta, yang selama ini berkembang sebagai salah satu pusat utama aktivitas industri dan logistik.
Baca Juga: Permintaan Gudang Logistik Modern di Jabodetabek Meningkat, Ini Penyebabnya
Kawasan tersebut menawarkan keunggulan berupa konektivitas yang semakin baik serta kedekatan dengan berbagai kawasan manufaktur.
Dari sisi harga, rata-rata sewa pergudangan modern di Jabodetabek berada di kisaran Rp72.667 per meter persegi.
Menariknya, pertumbuhan harga sewa tercatat mencapai sekitar 5% secara tahunan, menunjukkan bahwa permintaan terhadap fasilitas berkualitas masih mampu menopang kenaikan nilai sewa di tengah bertambahnya pasokan.
Data Knight Frank Indonesia menunjukkan, tingkat keterisian pergudangan juga menjadi indikator positif bagi pasar.
“Rata-rata okupansi pergudangan modern berada di kisaran 91%, dengan pertumbuhan positif sekitar 5% secara tahunan,” jelas Sari, sapaan akrab Syarifah Syaukat.
Baca Juga: Tren Pasar Properti 2026: Dari Lapangan Padel Hingga Ekspansi Pergudangan
Tingginya tingkat keterisian tersebut memperlihatkan bahwa ruang pergudangan modern tetap menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dan distribusi dengan spesifikasi lebih baik.
Di sepanjang Semester I 2026, sektor otomotif, logistik, dan fast-moving consumer goods (FMCG) tercatat sebagai tiga kelompok calon pengguna potensial terbesar.
Ketiga sektor tersebut memiliki kebutuhan yang kuat terhadap jaringan distribusi yang cepat dan efisien, terutama untuk mendukung pertumbuhan produksi, perluasan pasar, serta percepatan pengiriman barang.
Ke depan, pasar pergudangan modern Jabodetabek masih akan mengalami penambahan stok. Hingga 2028, tambahan pasokan diperkirakan mendekati 600.000 m2.
Masuknya pasokan baru ini akan memperluas pilihan bagi pengguna, sekaligus meningkatkan persaingan di antara pengembang dan pemilik fasilitas logistik.
Baca Juga: Kinerja Sektor Pergudangan Modern yang Sehat Picu Investor Aktif Cari Peluang
Namun, dengan tingkat keterisian yang masih tinggi dan pertumbuhan sewa yang positif, prospek sektor pergudangan modern dinilai tetap menjanjikan.
Keunggulan lokasi, kualitas bangunan, akses transportasi, serta kemampuan fasilitas dalam memenuhi kebutuhan operasional penyewa akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing proyek pergudangan di masa mendatang.
Pertumbuhan industri otomotif, ekspansi perusahaan logistik, serta kebutuhan distribusi produk FMCG diperkirakan akan terus menjadi motor utama pasar.
Dengan fondasi permintaan yang tetap kuat dan pasokan baru yang terus berkembang, pergudangan modern Jabodetabek berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu segmen properti dengan pertumbuhan paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








