RealEstat.id (Tangerang) – Denyut kehidupan di Gading Serpong kian hari kian terasa. Dari pagi hingga malam, kawasan ini tak pernah benar-benar sepi—restoran dipenuhi pengunjung, kafe menjadi tempat hangout, dan deretan ruko seakan memanggil orang-orang yang lewat untuk singgah.
Sebagaimana kawasan hunian yang terus tumbuh, Gading Serpong perlahan menjelma menjadi sebuah kota mandiri yang tak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga menarik untuk dijelajahi dan dinikmati.
Salah satu area yang belakangan mencuri perhatian adalah sisi selatan Gading Serpong dan berbatasan langsung dengan BSD City.
Dalam lima terakhir, kawasan ini berkembang menjadi destinasi komersial berskala regional, yang tidak hanya melayani kebutuhan penghuni, tetapi juga menarik pengunjung dari wilayah Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, hingga kota-kota lain di luar Pulau Jawa.
Ramainya aktivitas bisnis di kawasan Paramount Gading Serpong pun terlihat dari tingginya demand dari para tenant. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 707 tenant baru bergabung. Bahkan pada Juli 2026 saja, terdapat 104 bisnis baru yang masuk.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kawasan komersial Gading Serpong masih menebar daya tarik yang kuat, terutama bagi pelaku usaha di sektor food and beverage (F&B), ritel, dan lifestyle.
Di sisi lain, koridor komersial di Selatan Gading Serpong, seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, hingga Aniva kian berkembang menjadi ekosistem bisnis yang semakin matang dan menjanjikan.
Di kawasan The Most Vibrant Commercial ini, beragam restoran, kafe, gerai kuliner, serta bisnis gaya hidup hadir dan membentuk karakter kawasan yang hidup hampir sepanjang hari.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing menjelaskan, Paramount Gading Serpong Selatan telah menjadi regional magnet yang berkembang dari kawasan hunian penyangga menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi regional.

“Paramount Gading Serpong mengembangkan kawasan komersial berdasarkan riset terhadap perilaku konsumen dan kebutuhan para pelaku usaha,” ujarnya.
Ferry John mengatakan, salah satu faktor penting dalam keberhasilan investasi properti komersial adalah konektivitas dan traffic.
Kehadiran akses jalan baru Gading Serpong–BSD, selain mempermudah mobilitas menuju pusat-pusat aktivitas di sekitarnya, juga turut memperluas jangkauan kawasan bisnis tersebut.
Konsep tersebut semakin diperkuat melalui pengembangan Pasadena Central District seluas sekitar 40 hektare.
Kawasan mixed-use ini mengusung konsep 10 Minutes City Living, yang memungkinkan penghuni menjangkau berbagai fasilitas kota dalam waktu relatif singkat.
Konsep kota dalam radius 10 menit tersebut membuat batas antara kawasan hunian, pusat kuliner, ruang komersial, dan fasilitas publik menjadi semakin cair.
Bagi pelaku bisnis, kondisi ini menciptakan potensi captive market yang berasal dari penghuni kawasan sekaligus pengunjung dari luar.
Selain itu, kesuksesan kawasan komersial tak lepas dari daya dukung fasilitas kota yang matang, di mana ekosistem yang telah terbentuk juga menjadi salah satu kekuatan utama.
Kehadiran Pasar Modern Paramount, Atria Hotel, Bethsaida Hospital, kawasan komersial se-Hampton @ Manhattan District, Hampton Square, institusi pendidikan, Matana University, hingga Gading Raya Golf Club membuat aktivitas di Gading Serpong kian tinggi.
Semakin lengkapnya fasilitas tersebut, turut mendorong terbentuknya pola hidup urban yang praktis. Penghuni dapat bekerja, berbelanja, menikmati kuliner, berolahraga, hingga mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke luar kawasan.
“Paramount Gading Serpong menghadirkan konsep ‘Everything is Here’, yang memungkinkan penghuni mengakses area komersial dan fasilitas lain dengan mudah dan dalam waktu singkat,” kata Ferry.
Baca Juga: Pasar Properti Komersial Makin Kuat, Victoria Central District Siap Jadi CBD Baru di Gading Serpong

The Finest Commercial Selection
Di tengah perkembangan yang kian marak, Paramount Gading Serpong menyiapkan tiga produk komersial baru untuk menangkap momentum pertumbuhan ekosistem bisnis, yang digadang sebagai The Finest Commercial Selection.
Salah satunya adalah Maggiore Vibes, yang menawarkan konsep ritel premium dengan lokasi super-strategis: menghadap Boulevard Raya pada koridor utama Gading Serpong–BSD.
“Lokasi tersebut cocok untuk bisnis yang membutuhkan visibilitas tinggi, termasuk restoran dan flagship store berskala besar,” kata Ferry John.
Sementara itu, Altadena Square berada di dalam kawasan prestisius Pasadena Central District yang menawarkan captive market penghuni kelas atas dan terhubung langsung dengan akses baru Gading Serpong – BSD.
Produk lainnya adalah varian baru Pasadena Square South yang dirancang dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern.
Berada di lokasi premium Pasadena Central District, produk ritel ini memiliki aksesibilitas tinggi dengan mengusung konsep walkable retail yang mengutamakan akses pejalan kaki.
Ferry John Sihombing mengatakan, pengembangan kawasan komersial tidak sekadar berorientasi pada penyediaan ruang usaha.
Faktor lokasi, konektivitas, karakter konsumen, serta potensi traffic menjadi bagian penting dalam menentukan produk komersial yang dikembangkan.
“Kami tidak hanya menjual ruang usaha, tetapi juga melakukan kurasi lokasi terbaik dan aksesibilitas yang siap menangkap daya beli tinggi dari berbagai kawasan Jabodetabek hingga luar Jawa,” katanya.
Dengan semakin kuatnya konektivitas Gading Serpong–BSD, bertambahnya pilihan fasilitas kota, serta pertumbuhan tenant yang konsisten, sisi selatan Gading Serpong perlahan membentuk wajah baru kawasan komersial Tangerang Raya.
Baca Juga: Hunian Waterfront Kian Diminati, Revitalisasi Situ Cihuni Dorong Nilai Properti Gading Serpong

Konsep Neighbourhood Retail Centre
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan hunian modern, keberadaan pusat ritel di sekitar tempat tinggal kini semakin sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.
Restoran, kafe, minimarket, pusat kebugaran, hingga berbagai layanan kebutuhan harian hadir dalam jarak yang lebih dekat, membuat penghuni tidak selalu perlu bepergian ke pusat perbelanjaan besar. Pola inilah yang kemudian berkembang dalam konsep neighbourhood retail centre.
Di Jakarta dan sekitarnya, tren neighbourhood retail centre semakin terlihat seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang mengutamakan kemudahan, efisiensi waktu, dan akses terhadap berbagai kebutuhan dalam lingkungan tempat tinggal.
Konsep ini sejalan dengan slogan ‘Everything is Here’ yang diusung Paramount Gading Serpong, di mana seluruh hunian, komersial, dan fasilitas kota lainnya berjarak sangat dekat satu sama lain dan sangat mudah diakses
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menjelaskan bahwa pusat ritel berbasis lingkungan hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan hunian dan sekitarnya.
Baca Juga: Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Mulai Rp6,9 Miliar
“Konsep tersebut semakin relevan seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan akses lebih mudah terhadap kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Oleh karena itu, neighbourhood retail centre tidak hanya mengandalkan aktivitas belanja, tetapi juga menawarkan restoran dan kafe, layanan kebutuhan harian, serta berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas komunitas.
Menurut Ferry Salanto, pertumbuhan pusat ritel berbasis lingkungan juga menunjukkan bahwa perkembangan sektor ritel kini semakin terkait erat dengan pola konsumsi masyarakat lokal.
Kehadiran pusat ritel yang terintegrasi dengan kawasan hunian dan pengembangan mixed-use, dinilai juga membuka peluang bagi pengembang untuk menciptakan ekosistem yang lebih dekat dengan konsumen.
“Konsep ini sekaligus menjadi alternatif bagi konsumen yang tidak selalu membutuhkan perjalanan ke pusat perbelanjaan berskala besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.
Read More Interesting News and Articles on Google News








