RealEstat.id (Jakarta) – Pasar air purifier di Indonesia terus menunjukkan perkembangan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas udara di dalam ruangan.
Polusi udara, debu, asap, serta tingginya tingkat kelembapan di sejumlah wilayah membuat kebutuhan terhadap perangkat yang dapat membantu menjaga kebersihan dan kenyamanan udara indoor semakin relevan, terutama bagi masyarakat perkotaan.
Perubahan gaya hidup juga turut mendorong pertumbuhan pasar air purifier di Indonesia. Masyarakat kini menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, baik di rumah maupun di tempat kerja, sementara penggunaan pendingin udara dan minimnya sirkulasi udara pada ruang tertutup menjadi perhatian tersendiri.
Kondisi tersebut membuat air purifier tidak lagi sekadar dipandang sebagai perangkat elektronik tambahan, tetapi mulai menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan hunian yang lebih nyaman.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia menghadirkan lineup produk pemurni udara (air purifier) yang dibekali dengan teknologi andalan: Plasmacluster.
Berbeda dengan sistem pemurni udara pada umumnya yang hanya mengandalkan filtrasi, Plasmacluster dikembangkan dengan pendekatan yang memungkinkan teknologi bekerja secara aktif di udara dan pada permukaan benda.
Baca Juga: 56 Tahun Sharp Indonesia: Inovasi, Distribusi, dan Kepercayaan Konsumen Jadi Kunci Sukses
PSG Manager for AC & Air Purifier PT Sharp Electronics Indonesia, Yudha Eka Putra, mengatakan, lahirnya teknologi Plasmacluster berawal dari keinginan Sharp menghadirkan nilai baru dalam pengelolaan kualitas udara di dalam ruangan.
Pada akhir 1990-an, pasar air purifier masih relatif kecil dan teknologi yang tersedia pada saat itu lebih banyak mengandalkan sistem filtrasi.
Sharp kemudian melihat bahwa pengembangan filter saja belum cukup untuk menghadirkan diferensiasi teknologi dalam menjaga kualitas udara.
Para peneliti Sharp pun mengamati fenomena alam, khususnya keberadaan ion positif dan negatif yang banyak ditemukan di lingkungan seperti hutan dan air terjun.
“Dari sana muncul gagasan untuk mereproduksi secara buatan ion yang sama dengan yang terdapat di alam, sehingga kualitas udara di dalam ruangan dapat dibuat lebih mendekati kondisi alami,” ujar Yudha.
Dia menerangkan, sejak awal diperkenalkan pada tahun 2000, pengembangan Plasmacluster tidak hanya ditujukan untuk menyaring partikel debu.
“Teknologi ini dirancang untuk bekerja secara aktif di udara guna membantu menekan berbagai zat yang dapat memengaruhi kualitas udara, seperti virus, bakteri, jamur, alergen tertentu, dan penyebab bau,” tutur Yudha.

Baca Juga: Transformasi Sharp Menuju Ekosistem Smart Living, Hadirkan Teknologi Cerdas dan Terintegrasi
Selama lebih dari 20 tahun, Sharp terus mengembangkan teknologi Plasmacluster. Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah ion yang dihasilkan, tetapi juga mencakup efektivitas distribusi ion, keamanan, serta pembuktian secara ilmiah.
Sharp meningkatkan konsentrasi ion melalui berbagai generasi teknologi, mulai dari Plasmacluster High Density (HD) 7000, Plasmacluster HD 25000, hingga Plasmacluster NEXT yang memiliki konsentrasi ion lebih tinggi.
Menurut Yudha, pengembangan tersebut ditujukan untuk menghasilkan jangkauan dan efektivitas yang semakin optimal sesuai dengan kondisi penggunaan.
Selain meningkatkan performa teknologi, Sharp juga melakukan verifikasi efektivitas Plasmacluster melalui berbagai lembaga penelitian dan institusi pengujian di Jepang maupun internasional.
“Saat ini, teknologi Plasmacluster tidak hanya diterapkan pada air purifier. Teknologi tersebut juga telah digunakan pada berbagai produk Sharp, mulai dari AC, kulkas, mesin cuci, hair dryer, hingga berbagai aplikasi komersial di lebih dari 100 negara dan wilayah,” katanya.
Pada 2021, jumlah kumulatif produk yang menggunakan teknologi Plasmacluster secara global bahkan telah melampaui 100 juta unit.
Cara Kerja dan Bukti Ilmiah Teknologi Plasmacluster
Yudha Eka Putra secara sederhana menerangkan cara kerja teknologi ini. Dia menuturkan, Plasmacluster menghasilkan ion positif dan negatif yang kemudian membentuk radikal OH untuk membantu menekan virus, bakteri, jamur, alergen, dan penyebab bau.
“Mekanisme ini menjadi salah satu pembeda Plasmacluster dibandingkan sistem filtrasi konvensional,” kata Yudha Eka Putra.
Jika filter biasa bekerja dengan menangkap partikel ketika udara melewati media filter, Plasmacluster dirancang untuk bekerja secara aktif di udara dan pada permukaan. Karena itu, Sharp memposisikan kedua teknologi tersebut sebagai sistem yang saling melengkapi.
Pada produk air purifier, misalnya, sistem filtrasi HEPA berfungsi menangkap partikel seperti debu dan PM2.5, sementara Plasmacluster bekerja secara aktif membantu menjaga kualitas udara dan permukaan.
Menurut Yudha, kombinasi kedua mekanisme tersebut menjadi salah satu keunggulan utama teknologi Plasmacluster yang telah dikembangkan Sharp selama lebih dari dua dekade.
Salah satu tantangan dalam teknologi pemurnian udara adalah memastikan kinerjanya tetap optimal dalam kondisi lingkungan yang beragam.
Untuk itu, Sharp merancang Plasmacluster agar dapat menghasilkan ion dengan memanfaatkan uap air dan oksigen yang secara alami terdapat di udara.

Baca Juga: Sharp Hadirkan Air Purifier Mosquito Catcher: Solusi 2-in-1 untuk Udara Bersih dan Bebas Nyamuk
Ion yang dihasilkan kemudian distabilkan oleh molekul air sehingga dapat bertahan cukup lama untuk tersebar ke seluruh ruangan.
Sharp juga terus mengembangkan desain aliran udara atau airflow design untuk memastikan distribusi ion di dalam ruangan menjadi lebih merata.
Untuk pasar Indonesia yang memiliki karakteristik iklim tropis dengan suhu dan kelembapan relatif tinggi, pengembangan produk juga mempertimbangkan kondisi lingkungan lokal.
Sharp tidak mengungkapkan secara spesifik nilai investasi yang dialokasikan untuk riset dan pengembangan teknologi Plasmacluster, namun berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi yang pertama kali diperkenalkan pada 2000 ini.
Selain riset internal, Sharp juga berkolaborasi dengan universitas, rumah sakit, dan lembaga penelitian independen di Jepang maupun berbagai negara.
Penelitian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, antara lain virus, bakteri, jamur, alergen, penyebab bau, serta aspek keselamatan penggunaan.
Menurut Yudha, efektivitas teknologi Plasmacluster hingga saat ini telah diuji oleh lebih dari 42 institusi dan organisasi penelitian di 12 negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Inggris, China, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
Baca Juga: Sharp Hadirkan TV AQUOS TRU 4K QLED: Hiburan, Gaming, dan Smart Living dalam Satu Layar
“Pengujian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari efektivitas terhadap virus, bakteri, jamur, alergen, penyebab bau, hingga kualitas udara dan kenyamanan lingkungan,” urainya.
Dari sisi keamanan, Sharp juga melakukan pengujian secara menyeluruh di fasilitas yang memenuhi standar Good Laboratory Practice (GLP) dengan konsentrasi ion yang jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi penggunaan sehari-hari.
Berbagai uji menunjukkan tidak adanya dampak yang merugikan terhadap kulit, mata, materi genetik (genotoksisitas), organ tubuh, maupun reproduksi.
“Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa teknologi Plasmacluster aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yudha.
Sharp juga terus memperbarui bukti ilmiah melalui kolaborasi dengan institusi akademik. Salah satunya melalui penelitian bersama Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa paparan ion Plasmacluster dapat menurunkan infektivitas virus SARS-CoV-2 varian Omicron BA.1 hingga 99,3% dalam pengujian laboratorium.
Namun demikian, Sharp menekankan bahwa efektivitas teknologi dalam kondisi nyata dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ukuran ruangan, sirkulasi udara, konsentrasi ion, serta kondisi penggunaan.
Karena itu, Sharp menyatakan bahwa komunikasi mengenai manfaat Plasmacluster mengacu pada hasil pengujian ilmiah dan verifikasi lembaga independen dengan tetap mempertimbangkan konteks penggunaan teknologi tersebut.
Baca Juga: Sharp Indonesia Selamatkan Habitat Elang Jawa Lewat Penanaman 600 Pohon Rasamala

Dari Air Purifier ke Smart Living
Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan, lantaran polusi, debu, dan kelembapan yang tinggi.
Untuk itu, Plasmacluster dirancang untuk menjaga kualitas udara dengan bekerja secara aktif menekan virus, bakteri, jamur, alergen tertentu, serta zat penyebab bau, sementara itu, filter HEPA pada air purifier Sharp berfungsi menangkap partikel halus seperti debu dan PM2.5.
Kombinasi kedua teknologi tersebut memberikan pendekatan yang saling melengkapi untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.
Di samping itu, produk air purifier Plasmacluster juga telah diuji dan memperoleh sertifikasi atau persetujuan dari Allergy Research Ltd. (Allergy UK), organisasi nirlaba di Inggris yang berfokus pada isu alergi.
Menurut Yudha, ada beberapa kelompok pengguna yang memperoleh manfaat dari penggunaan air purifier dengan teknologi Plasmacluster, yakni keluarga dengan anak kecil atau bayi, lansia, karyawan yang bekerja di dalam ruangan, serta pemilik hewan peliharaan.
Sejak awal, Sharp tidak mengembangkan Plasmacluster hanya sebagai teknologi untuk air purifier, namun dirancang sebagai solusi pengelolaan kualitas udara yang dapat diterapkan pada berbagai produk yang berinteraksi dengan udara di sekitar pengguna.
Baca Juga: Sharp AQUOS Sense10 Sabet Gelar ‘Smartphone of The Year 2025’ di Ajang Selular Award
Selain dibenamkan pada produk air purifier, teknologi Plasmacluster juga disematkan pada produk AC Sharp, untuk menjaga kualitas udara, menekan pertumbuhan jamur dan bau tak sedap.
Sementara pada kulkas, Plasmacluster membantu menjaga kebersihan udara di dalam kompartemen, sehingga dapat membantu mengurangi bau serta menekan bakteri dan jamur tertentu yang dapat memengaruhi kesegaran bahan makanan.
“Teknologi ini juga diterapkan pada produk lain, seperti mesin cuci, hair dryer, hingga perangkat komersial sesuai fungsi masing-masing,” terang Yudha Eka Putra.
Ke depan, imbuhnya, pengembangan teknologi Plasmacluster juga diarahkan untuk mendukung ekosistem smart living yang semakin terintegrasi.
Sharp telah memiliki aplikasi Sharp Air App untuk kategori AC dan air purifier. Aplikasi tersebut dilengkapi berbagai fitur cerdas, termasuk pemanfaatan AI untuk membantu mengatur kondisi udara berdasarkan preferensi konsumen secara otomatis.
Sharp akan terus mengembangkan ekosistem AIoT atau Artificial Intelligence and Internet of Things. Melalui pendekatan ini, berbagai perangkat dapat saling terhubung, memantau kondisi lingkungan melalui sensor, dan mengoptimalkan pengoperasiannya secara otomatis.
“Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman smart living yang lebih nyaman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” pungkas Yudha.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News









