Lompat ke konten utama

RealEstat.id

BP Tapera Siapkan Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP di Batang, Presiden Prabowo Hadir

BP Tapera kembali menyelenggarakan akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Sejahtera FLPP dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar.
akad massal kpr flpp bp tapera realestat.id dok
Konferensi pers Pra Event Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP, Jumat, 23 Juli 2026. (Foto: Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan menghelat Akad Massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas LIkuiditas Pembiayaan Perumahan) dan Serah Terima Kunci serta Akad KUR Perumahan Sebesar Rp880 miliar.

Acara yang akan dihadiri Presiden Prabowo ini diselenggarakan pada 30 Juli 2026 mendatang di Perumahan Puri Delta City Side besutan PT Dwiwahana Delta Megah yang berlokasi di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

Rencana kegiatan akad massal ini disampaikan secara resmi oleh Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho saat konferensi pers di kantor Pusat BP Tapera, Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Jumat (23/7/2026).

Kegiatan akad massal KPR FLPP ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan akad massal sebelumnya yang pernah diselenggarakan di Cileungsi, Jawa Barat sebanyak 26.000 unit pada tanggal 29 September 2025 dan akad massal di Serang, Banten sebanyak 50.030 pada tanggal 20 Desember 2025.

Baca Juga: Resmikan Kantor Baru, BP Tapera Perkuat Layanan dan Percepat Penyaluran FLPP

Dengan konsep kegiatan serupa, akad massal ini kembali diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dengan tema yang baru, yaitu akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar.

Akad massal KPR Subsidi akan melibatkan sebanyak 62.000 calon debitur KPR Sejahtera FLPP yang tersebar lebih dari 100 titik di 36 Provinsi dan melibatkan 36 bank penyalur mitra kerja BP Tapera.

Dari 62.000 calon debitur tersebut, sebanyak 200 calon debitur dihadirkan secara langsung di lokasi untuk melakukan akad, sedangkan 61.800 hadir secara daring (online).

Debitur yang hadir secara langsung berasal dari 10 bank mitra kerja penyalur FLPP, yaitu BTN, BSN, BNI, Mandiri, BSI, BPD BJB, BPD Jateng, BPD Jateng Syariah, dan BPD DIY.

Baca Juga: Mitra Driver Gojek Kini Bisa Akses KPR Subsidi FLPP dengan DP 0%, Apa Syaratnya?

Sedangkan pada akad massal KUR Perumahan, total peserta akad sebanyak 7.100 debitur dengan rincian sisi permintaan (demand) sebanyak 6.873 debitur dan sisi penyedia (supply) sebanyak 227 debitur. Dari jumlah tersebut, dihadirkan secara langsung sebanyak 200 debitur untuk melakukan akad.

Dari masing-masing kategori peserta akad tersebut, sebanyak 10 peserta dari tiap KPR Subsidi maupun KUR Perumahan akan menerima kunci secara simbolis dari Presiden.

Calon debitur KPR Subisidi yang menerima simbolis berasal dari berbagai macam profesi, baik yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap (nonfix income) yaitu dengan profesi Pengemudi Ojek Online, Pemuka Agama, Asisten Rumah Tangga, Guru, Perawat, Anggota TNI & Polri, hingga Penjual Jamu. Sedangkan Penerima manfaat pada KUR Perumahan berasal dari perseorangan maupun kalangan usaha.

Selain menyerahkan kunci secara langsung, Presiden RI juga diagendakan berkeliling ke Kawasan perumahan dan beriinteraksi dengan penghuninya.

Baca Juga: Penyaluran Dana FLPP 2026 Tembus 91.531 Unit, BP Tapera Optimistis Target 350.000 Rumah Dapat Tercapai

Rangkaian acara ini nantinya juga menyertakan kegiatan kunjungan Presiden RI menyapa para peserta akad massal, baik yang hadir secara langsung di lokasi maupun menyapa secara daring dengan para peserta akad yang berada di berbagai daerah.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, saat ini persiapan menjelang acara sudah semakin matang dan optimis akan berjalan dengan lancar seperti kegiatan akad massal yang pernah diselenggarakan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) selaku Ketua Komite kami serta tim Kepresidenan RI. Dukungan penuh juga mengalir dari pihak pemerintah daerah setempat, serta para mitra kerja kami, yaitu Bank Penyalur serta para Asosiasi Pengembang Perumahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Heru juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor pembiayaan perumahan ini sangat besar, hal tersebut terbukti dari dua kegiatan sebelumnya juga turut dihadiri oleh Presiden RI.

Baca Juga: Tenor Cicilan KPR Subsidi Bisa 40 Tahun, BP Tapera Paparkan Skemanya

“Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah menaruh perhatian dalam menyediakan hunian pertama bagi masyarakat, terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” tutur Heru.

Sebagai informasi, BP Tapera dalam menyalurkan dana bantuan pembiayaan FLPP di tahun 2026, per 23 Juli 2026 telah mencapai 111.537 unit rumah  senilai Rp13,874 Triliun.

Jika dilihat dari kategori profesi masyarakat, sebanyak 71.250 (63,88%) dimanfaatkan oleh pekerja swasta, urutan kedua sebanyak 19.254 (17,26%) dimanfaatkan oleh pekerja wiraswasta, posisi selanjutnya sebanyak 10.944 (9,81%) dimanfaatkan oleh unsur PNS serta TNI/Polri, dan sebanyak 10.089 (9,05%) termasuk pada kategori lainnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait