RealEstat.id

Tiga Kali Berturut-Turut! TIME Nobatkan Schneider Electric sebagai Perusahaan Paling Berkelanjutan di Dunia

Schneider Electric meraih perusahaan paling berkelanjutan di dunia 2026 berkat strategi energi cerdas, dekarbonisasi, dan inovasi.

Schneider Electric perusahaan paling berkelanjutan di dunia versi Majalah Time-RealEstat.id
Kantor Schneider Electric. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – TIME dan Statista kembali menobatkan Schneider Electric sebagai perusahaan paling berkelanjutan atau World’s Most Sustainable Company 2026.

Perusahaan global dalam bidang teknologi energi tersebut tercatat merengkuh penghargaan itu selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus mempertegas keberhasilan mereka dalam menerapkan strategi bisnis berkelanjutan.

Pengakuan tersebut diberikan setelah TIME dan Statista melakukan penilaian terhadap 5.000 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.

Mengutip keterangan resmi Senin (29/06/2026), Chief Executive Officer Schneider Electric, Olivier Blum mengatakan kebutuhan akan energi yang lebih cerdas semakin meningkat.

Baca Juga: Schneider Electric dan Foxconn Bangun Data Center AI Generasi Terbaru

Tren ini seiring meningkatnya peran energi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri.

“Kami percaya bahwa kecerdasan energi merupakan faktor penting yang mendukung efisiensi dan dekarbonisasi, sehingga dapat membantu pelanggan dalam menciptakan manfaat jangka panjang,” ujar Oliver Blum.

Impact 2030 Jadi Fondasi Bisnis Berkelanjutan

Penghargaan perusahaan paling berkelanjutan di dunia tersebut datang beriringan dengan peluncuran Sustainability Roadmap Impact 2030 Schneider Electric.

Peta jalan keberlanjutan terbaru Schneider Electric itu berfokus pada empat pilar utama.

Antara lain, mempercepat elektrifikasi, mentransformasi industri, mengembangkan potensi sumber daya manusia, serta memberdayakan komunitas lokal.

Melalui target yang dipantau setiap kuartal, perusahaan memastikan seluruh kemajuan keberlanjutan dapat diukur secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Schneider Electric Dorong Smart Hospital di Indonesia, Efisiensi Energi Jadi Kunci

Pada kuartal pertama 2026, Schneider Electric mencatat penurunan emisi karbon Scope 1 dan Scope 2 sebesar 82,5% dibandingkan baseline 2017.

Selain itu, perusahaan berhasil menghemat atau mengelektrifikasi sekitar 47,5 juta MWh energi pelanggan serta menghindari emisi hingga 20 juta ton CO₂.

Di sisi inovasi produk, sekitar 14% produk dan solusi yang masih berada pada tahap desain telah memenuhi standar sirkularitas dan ramah lingkungan.

Libatkan Rantai Pasok dan Komunitas

Schneider Electric juga memperluas dampak keberlanjutannya melalui kolaborasi dengan mitra bisnis.

Pada kuartal pertama tahun ini, lebih dari 1.100 pemasok bergabung dalam program Zero Carbon Pathway untuk mendorong pengurangan emisi di sepanjang rantai pasok.

Di tingkat masyarakat, perusahaan telah memberikan akses listrik berkelanjutan kepada lebih dari 2,8 juta orang.

Selain itu, sebanyak 113.000 orang memperoleh pelatihan di bidang energi, elektrifikasi, dan otomasi.

Sejak 2009, total peserta program pengembangan keterampilan Schneider telah melampaui 1,2 juta orang.

Baca Juga: Schneider Electric Perkuat Upaya Pembangunan Berkelanjutan dan Dekarbonisasi

Perluas Dampak Keberlanjutan

Chief Sustainability Officer Schneider Electric, Esther Finidori menambahkan penghargaan World’s Most Sustainable Company 2026 tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan dalam memperluas dampak bisnis berkelanjutan di masa depan.

Impact 2030 memberi gambaran untuk memperluas dampak dan kami berharap dapat terus mempercepat perkembangan di setiap kuartal.” pungkas Esther.

Selain penghargaan dari TIME dan Statista, Schneider Electric juga menjadi satu-satunya perusahaan yang dua kali menempati peringkat pertama Corporate Knights Global 100 pada 2021 dan 2025.

Perusahaan juga mempertahankan posisinya dalam CDP Climate A List selama 15 tahun berturut-turut.

Keberhasilan ini memperkuat reputasinya sebagai salah satu perusahaan paling konsisten dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan di tingkat global.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait