RealEstat.id

Ancaman Keamanan Siber Kian Kompleks, Perusahaan Properti Perlu Terapkan 5 Langkah Perlindungan Ini

Perusahaan properti perlu menerapkan strategi untuk memproteksi keamanan siber dari berbagai ancaman digital. Simak langkahnya berikut ini.

Keamanan Siber Perusahaan Properti-RealEstat.id
Ilustrasi teknisi IT memantau sistem keamanan siber perusahaan melalui dashboard digital untuk mendeteksi ancaman siber secara real-time. (Foto: Nusa Network Prakarsa)

RealEstat.id (Jakarta) – Keamanan siber menjadi fondasi penting bagi bisnis modern perusahaan, termasuk sektor properti.

Transformasi digital telah mengubah cara perusahaan beroperasi. Mulai dari penyimpanan data berbasis Cloud, sistem kerja hybrid, hingga penggunaan aplikasi terintegrasi,

Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman keamanan siber terus berkembang dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.

Serangan phishing, ransomware, pencurian data, hingga penyusupan sistem kini menjadi tantangan nyata yang dapat mengganggu operasional perusahaan dan merugikan bisnis secara finansial.

Dalam konteks ini, keamanan siber tidak lagi dipandang sebagai aspek teknis semata, melainkan bagian penting dari strategi bisnis properti jangka panjang.

Baca Juga: Tren IT 2026: Infrastruktur Digital Jadi Fondasi Daya Saing Bisnis Properti

Perlunya Strategi Keamanan Siber

Menurut Direktur PT. Nusa Network Prakarsa, Edward, perusahaan perlu memiliki pendekatan yang lebih serius dalam membangun sistem keamanan digital.

“Keamanan siber bukan lagi sekadar lapisan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian inti dari strategi bisnis,” kata Edward melalui keterangan tertulis, Rabu (10/06/2026).

Perusahaan yang tidak siap, tambahnya, akan sangat rentan terhadap gangguan operasional dan kerugian data.

Sebagai perusahaan system integrator, imbuh Edward, Nusa Network Prakarsa berperan membantu berbagai organisasi mengintegrasikan jaringan, sistem keamanan, dan infrastruktur teknologi informasi agar dapat berjalan secara terpadu dan efisien.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ancaman siber saat ini membutuhkan strategi perlindungan yang lebih menyeluruh.

Edward menerangkan bahwa terdapat lima cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan keamanan siber di era digital.

Baca Juga: Adopsi AI dan Cloud Meningkat, Kesiapan Infrastruktur Perusahaan Masih Jadi Tantangan

Cara Tingkatkan Keamanan Siber Perusahaan

1. Dimulai dari Kebijakan yang Jelas

    Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah membangun kebijakan keamanan data yang terstruktur.

    Kebijakan ini mencakup pengaturan hak akses data, penggunaan perangkat kerja, hingga pengelolaan kata sandi yang aman.

    Banyak perusahaan masih menganggap keamanan data sebagai tanggung jawab tim teknologi informasi semata. Padahal, setiap karyawan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan informasi perusahaan.

    Dengan aturan yang jelas dan mudah dipahami, risiko kebocoran data akibat kelalaian internal dapat ditekan secara signifikan.

    2. Sistem Keamanan Berlapis

      Perkembangan teknik serangan siber membuat perlindungan satu lapis tidak lagi memadai.

      Perusahaan perlu menerapkan pendekatan keamanan berlapis atau defense in depth untuk memperkuat pertahanan digital.

      Implementasi firewall, antivirus, endpoint protection, hingga multi-factor authentication (MFA) menjadi kombinasi penting dalam menjaga sistem tetap aman.

      Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memiliki beberapa titik pertahanan apabila pelaku kejahatan siber berhasil menembus salah satu keamanan perusahaan.

      3. Pembaruan Sistem Menutup Celah Serangan

        Salah satu penyebab utama keberhasilan serangan siber adalah penggunaan perangkat lunak yang tidak diperbarui secara berkala.

        Hacker sering memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi atau sistem operasi yang belum mendapatkan pembaruan terbaru.

        Karena itu, proses update dan patch management harus menjadi bagian dari prosedur operasional rutin perusahaan.

        Selain meningkatkan keamanan, pembaruan sistem juga membantu menjaga performa dan stabilitas infrastruktur teknologi.

        Baca Juga: Nada, Teknologi IoT Cerdas untuk Mitigasi Bencana Banjir

        4. Karyawan Menjadi Garda Terdepan Keamanan Siber

          Teknologi yang canggih tidak akan efektif tanpa didukung sumber daya manusia yang memahami risiko keamanan digital.

          Banyak insiden kebocoran data terjadi akibat human error, seperti membuka tautan phishing atau mengunduh file berbahaya dari email yang tampak meyakinkan.

          Pelatihan keamanan siber secara berkala dapat meningkatkan kesadaran karyawan terhadap berbagai modus serangan yang terus berkembang.

          Dengan demikian, potensi ancaman dapat dikenali lebih cepat sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

          5. Monitoring Real-Time

            Di era transformasi digital, kemampuan mendeteksi ancaman secara dini menjadi keunggulan tersendiri.

            Sistem monitoring dan deteksi ancaman secara real-time memungkinkan perusahaan mengidentifikasi aktivitas mencurigakan sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius.

            Teknologi ini membantu tim IT melakukan respons cepat, mengisolasi ancaman, dan meminimalkan gangguan terhadap operasional bisnis.

            Baca Juga: Teknologi Inovatif Mampu Tingkatkan Efisiensi Operasional Manajemen Properti

            Edward menegaskan bahwa pendekatan keamanan siber harus bersifat proaktif, bukan sekadar reaktif ketika insiden sudah terjadi.

            “Keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam era digital saat ini. Perusahaan yang mampu mengelola risiko dengan baik akan memiliki keunggulan kompetitif yang lebih kuat di pasar,” tutup Edward.

            Seiring meningkatnya digitalisasi di berbagai sektor, termasuk industri properti, investasi pada keamanan siber menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus melindungi aset digital perusahaan.

            Redaksi@realestat.id

            Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

            Topik

            Artikel Terkait