RealEstat.id

Catat Pertumbuhan Positif, Primaya Hospital Group Bidik EBITDA Tumbuh 25% pada 2026 lewat Ekspansi Rumah Sakit

Primaya Hospital Group mencatat pertumbuhan pendapatan 16% sepanjang 2025 dan menargetkan EBITDA tumbuh hingga 25% pada 2026.

RUPS Tahunan Primaya Hospital Group-RealEstat.id
Jajaran Direksi, Dewan Komisaris dan perwakilan Manajemen PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Primaya Hospital Group mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif sepanjang 2025 hingga Kuartal I-2026.

Perusahaan dengan kode emiten PRAY tersebut membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 16% sepanjang 2025.

Sedangkan, EBITDA PRAY tumbuh 20% dan laba bersih meningkat 9%.

Kinerja ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kesehatan masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, terutama bagi operator rumah sakit yang agresif melakukan ekspansi dan inovasi layanan.

Baca Juga: Primaya Hospital Bekasi Barat Luncurkan Wellness Center, Cegah Penyakit Kronis Sejak Dini

Ekspansi jadi Motor Pertumbuhan

Pertumbuhan bisnis Primaya Hospital Group didorong oleh pembukaan sejumlah rumah sakit baru, seperti Primaya Hospital Kelapa Gading, RS Ukrida Jakarta, dan RS FMC Bogor.

Selain itu, peningkatan performa rumah sakit existing di berbagai daerah turut memperkuat kontribusi pendapatan perusahaan.

Hingga akhir 2025, Primaya Hospital Group telah mengelola 20 rumah sakit dan 11 laboratorium klinik di Indonesia.

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi di industri healthcare nasional.

Baca Juga: Dukung Prestasi Atlet, Primaya Hospital Bekasi Timur Jalin Kemitraan dengan PBSI Jakarta Selatan

CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang tepercaya dan mudah dijangkau akan terus meningkat.

Karena itu, perusahaan fokus memperkuat kapasitas layanan serta membangun ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi.

“Primaya Hospital terus memperkuat kapasitas layanan, menghadirkan inovasi medis dan digital, serta membangun ekosistem layanan kesehatan yang semakin terintegrasi,” terang Leona melalui keterangan tertulis, Selasa (26/05/2026).

Transformasi Digital Perkuat Daya Saing

Tidak hanya mengandalkan ekspansi fisik, Primaya juga mempercepat transformasi digital untuk kian meningkatkan pelayanan rumah sakit.

Layanan digital itu hadir melalui pengembangan Primaya Apps, AI Chatbot Sasya, hingga integrasi sistem dengan berbagai mitra strategis.

Perusahaan juga turut mengembangkan ekosistem layanan kesehatan digital melalui platform telemedicine LinkSehat.

Baca Juga: Bisnis Rumah Sakit Sumbang 53,7% Pendapatan Lippo Karawaci

Selain itu, ada pula layanan homecare KavaCare, Smart Fertility Clinic, EyeQu Lasik & Eye Center, hingga sistem informasi rumah sakit Sismedika.

Di sisi keberlanjutan, Primaya Hospital mulai menerapkan program ESG melalui efisiensi energi dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat citra perusahaan yang berkelanjutan.

Layanan Medis Berbasis Teknologi jadi Diferensiasi

Manajemen Rumah Sakit Primaya juga terus memperkuat layanan unggulan berbasis teknologi medis.

Beberapa rumah sakit milik perusahaan berhasil meraih penghargaan World Stroke Organization (WSO) Angels Awards pada Kuartal I-2026.

Penghargaan tersebut mempertegas posisi Primaya sebagai rumah sakit stroke-ready di Indonesia.

Baca Juga: Tawarkan Konsep Wellness Hospitality, Murino Group Perkenalkan The Ease Canggu

Selain itu, perusahaan menghadirkan layanan rehabilitasi robotik menggunakan teknologi Cyberdyne HAL dan layanan HIPEC untuk penanganan kanker rongga perut.

Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I-2026 dengan kenaikan pendapatan sebesar 27% dan EBITDA 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ke depan, Primaya Hospital Group menargetkan pertumbuhan pendapatan 15–20% dan EBITDA 20–25% sepanjang 2026.

Target tersebut akan didorong melalui ekspansi gedung baru Primaya Hospital PGI Cikini dan Primaya Hospital BSD, serta penguatan layanan kesehatan berbasis digital dan teknologi medis modern.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait