RealEstat.id (Jakarta) – Rumah yang sehat tidak hanya ditentukan oleh desainnya, tetapi juga oleh pemilihan material bangunan yang digunakan.
Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Survei dari World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa sekitar 62% responden kini menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama, terutama setelah pandemi.
Gaya hidup sehat tidak hanya berkaitan dengan pola makan dan olahraga. Lingkungan dan desain rumah juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan keluarga.
Baca Juga: Apa Itu Rumah Layak Huni: Pengertian, Syarat, dan Kriteria Menurut Regulasi di Indonesia
Material Bangunan Aman untuk Kesehatan Keluarga
Arsitek dan urban designer, Adjie Negara menjelaskan bahwa lingkungan bangunan memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan penghuninya.
Menurutnya, desain rumah yang baik harus mempertimbangkan berbagai aspek, seperti pencahayaan alami, sirkulasi udara, hingga kehadiran elemen hijau.
“Bangunan yang kita buat harus memperhatikan banyak hal. Mulai dari masuknya sinar matahari, penghawaan alami, hingga sirkulasi silang,” kata Adjie melansir dari keterangan tertulis, Sabtu (14/03/2026).
Keberadaan elemen hijau juga penting untuk hunian menjadi sehat, karena dapat membantu menghasilkan oksigen dan mengurangi stres.
Selain desain, Adjie Negara menambahkan, pemilihan material bangunan juga tak kalah penting dalam mendukung rumah yang sehat bagi penghuninya.
Baca Juga: Desain Rumah Nyaman dan Berkelanjutan Berpengaruh pada Kesehatan Mental
Setiap elemen bangunan—mulai dari atap, dinding, hingga lantai, perlu dipilih dengan cermat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Material tertentu bahkan dapat bersentuhan langsung dengan tubuh manusia, baik melalui kulit, udara yang terhirup, maupun melalui air yang mengalir dari pipa rumah.
Waspadai Paparan Timbal dari Material Rumah
Salah satu zat yang perlu diwaspadai dalam material bangunan adalah timbal (lead). Zat logam ini dapat ditemukan pada beberapa produk rumah tangga, termasuk pipa air maupun cat dinding berbasis pigmen timbal.
Pada tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kandungan timbal dalam cat tidak lebih dari 90 ppm.
Adjie mengatakan saat ini sudah banyak alternatif bahan bangunan yang lebih aman digunakan. Salah satunya cat tembok berbasis air atau water based yang bersifat non-toksik dan bebas timbal.
Bila melihat dari studi Bank Dunia tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 57,9% masyarakat Indonesia masih menggunakan cat yang mengandung timbal, terutama pada cat dekoratif untuk besi dan kayu.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Cat Tembok Murah tapi Bagus Terbaik 2026, Tahan Lama dan Anti Jamur!
Sementara itu, Dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), menegaskan bahwa lingkungan dan penggunaan material bangunan sehat sangat penting bagi tumbuh kembang anak.
Hal ini terutama berkaitan dengan periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, masa krusial yang menentukan perkembangan fisik dan kognitif anak.
“Anak-anak banyak bereksplorasi dengan bermain. Karena itu lingkungan tempat mereka bermain—baik di rumah, sekolah, maupun playground harus aman dari paparan material berbahaya,” jelasnya.
Bahaya timbal pada cat rumah yang terakumulasi dalam tubuh, imbuh dr Reza, juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius.
Mulai dari gangguan saraf, kerusakan ginjal, hipertensi, hingga menurunkan kemampuan kognitif anak.
Baca Juga: Rumah Sehat: Kebutuhan yang Jadi Tren di Masa Pandemi
Renovasi Rumah Bisa Jadi Momentum Ciptakan Rumah Sehat
Baik Adjie maupun dr. Reza sepakat bahwa rumah sehat merupakan investasi jangka panjang bagi keluarga.
Karena itu, pemilihan material yang aman menjadi langkah penting untuk menciptakan hunian sehat.
Momentum renovasi rumah, misalnya menjelang Lebaran, dapat menjadi kesempatan untuk tidak hanya mempercantik tampilan hunian.
Akan tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan hunian melalui penggunaan material bangunan yang lebih ramah kesehatan dan bebas timbal.
Dengan memilih material yang tepat, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal yang nyaman.
Akan tetapi juga menjadi ruang yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup seluruh anggota keluarga.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








