RealEstat.id

Linktown Borong Penghargaan Summarecon Awards 2026, Mantapkan Posisi sebagai Top Broker Properti di Indonesia

Penghargaan Summarecon Awards 2026 menjadi bukti konsistensi performa dan kekuatan strategi penjualan Linktown dalam memasarkan proyek-proyek unggulan Summarecon.

Linktown Summarecon Awards 2026 Top 1 Property Agent Indonesia realestat.id dok
Linktown meraih 4 penghargaan di ajang Summarecon Awards 2026 'Property Night Fever' yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) Linktown kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan menyabet empat penghargaan di perhelatan Summarecon Awards 2026 ‘Property Night Fever’ yang berlangsung di Harris Hotel & Convention Serpong, Jumat malam (13/2/2026).

Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti konsistensi performa dan kekuatan strategi penjualan Linktown dalam memasarkan proyek-proyek unggulan Summarecon.

Dalam event tahunan yang digelar oleh PT Summarecon Agung, Tbk tersebut, Linktown berhasil meraih sejumlah predikat prestisius, yakni:

• Top 1 – Best of the Best Agent Properti Summarecon
• Top 1 – Summarecon Crown Gading
• Top 3 – Summarecon Bekasi
• Top 3 – Summarecon Bandung

Baca Juga: Summarecon Awards 2026 Apresiasi Kontraktor, Bank, dan Agen Properti Terbaik di Sembilan Township

Menurut Swandy Sutanto, Co-Founder Linktown, prestasi di ajang Summarecon Awards 2026 diraih berkat pencapaian Best on Value, yakni kontribusi penjualan dengan nilai transaksi terbaik dan konsisten sepanjang periode penilaian.

“Prestasi tersebut mencerminkan kekuatan strategi penjualan, kualitas tim agen, serta efektivitas pendekatan pemasaran yang dijalankan Linktown dalam memasarkan berbagai proyek Summarecon,” tuturnya.

Tak hanya itu, imbuh Swandy, penghargaan ini juga berhasil dipertahankan selama dua tahun berturut-turut pada periode 2024–2025.

“Konsistensi tersebut menegaskan posisi Linktown sebagai salah satu broker properti terdepan sekaligus mitra strategis terpercaya bagi Summarecon,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Swandy Sutanto menyampaikan bahwa penghargaan yang diraih di Summarecon Awards 2026 merupakan hasil kerja keras, sekaligus bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen.

“Dua tahun berturut-turut mempertahankan posisi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan berinovasi,” ujarnya.

Baca Juga: Resmikan Kantor Baru di Surabaya Pusat, Linktown Perkuat Penetrasi Pasar Properti Jawa Timur

Transformasi Industri Broker Properti Tanah Air

Sementara itu, Abel Kurniajaya, Co-Founder Linktown mengungkapkan, dalam lima tahun terakhir, industri broker properti di Indonesia mengalami transformasi signifikan, baik dari sisi perilaku konsumen maupun model bisnis.

Dari sisi preferensi, konsumen kini semakin rasional dan berbasis data. Mereka melakukan riset mandiri secara online sebelum menghubungi agen.

Sensitivitas terhadap harga tetap tinggi, namun kini disertai perhatian pada nilai jangka panjang seperti potensi capital gain, akses infrastruktur, serta reputasi developer.

“Pendekatan konsultatif pun semakin diminati dibandingkan metode hard selling,” terangnya.

Di sisi promosi dan pemasaran, terjadi pergeseran besar dari metode konvensional menuju digital marketing. Optimalisasi media sosial, marketplace properti, performance ads, hingga pemanfaatan database dan CRM menjadi kunci utama.

Event offline tetap relevan, namun kini terintegrasi dengan kampanye digital untuk memperluas jangkauan pasar,” katanya.

linktown summarecon awards 2026 top agent property indonesia realestat.id dok
Penghargaan yang diraih di Summarecon Awards 2026 merupakan hasil kerja keras, sekaligus bukti konsistensi dan komitmen tim Linktown dalam memberikan hasil terbaik bagi developer dan konsumen. (Foto: Istimewa)

Baca Juga: Linktown Sabet One Smile Club Award 2026 dari Sinar Mas Land, Cetak Penjualan Tertinggi!

Menurut Abel, persaingan antar broker juga semakin ketat dengan hadirnya agen independen dan agency berbasis teknologi.

“Diferensiasi tidak lagi sekadar pada listing, tetapi pada kualitas layanan, kecepatan respons, dan kapabilitas closing,” jelasnya.

Saat ini, pemanfaatan teknologi seperti CRM, dashboard digital, virtual tour, hingga data analytics menjadi standar baru dalam meningkatkan produktivitas dan transparansi.

“Tren lain yang terus berkembang antara lain integrasi sistem antara agen, developer, dan konsumen,” terang Abel.

Ke depan, industri broker properti diprediksi akan semakin berbasis teknologi dan data (data-driven), mengutamakan transparansi serta kecepatan layanan, serta mengarah pada model kemitraan jangka panjang dengan developer.

Melihat tren tersebut, Linktown telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
• Memperkuat ekosistem teknologi internal, termasuk CRM, data analytics, dan sistem monitoring performa agen.
• Meningkatkan kualitas training serta sertifikasi agen secara berkelanjutan.
• Fokus pada kolaborasi strategis dengan developer nasional maupun regional.
• Mengembangkan pendekatan pemasaran terintegrasi antara kanal offline dan online.

Baca Juga: Performa Gemilang di 2025, Linktown Cetak Rp2,7 Triliun dan Sabet 5 Penghargaan Bergengsi

Strategi Linktown Jadi Top Broker Properti di Indonesia

Berdiri pada 2 Februari 2020, Linktown tergolong pemain baru dalam industri broker Tanah Air. Namun dalam waktu relatif singkat, telah berhasil menjadi salah satu brand terkemuka (top broker) berkat sederet prestasi dan penghargaan yang diraih.

Menurut Deryan Nataniel, Co-Founder Linktown, kesuksesan Linktown dalam waktu yang relatif singkat tidak terlepas dari beberapa strategi utama, yakni:

• Fokus pada primary market dengan membangun relasi kuat dan eksklusif bersama developer.
• Sistem dan SOP yang jelas, di mana seluruh proses penjualan terstandarisasi.
• Pelatihan intensif dan berkelanjutan untuk membentuk agen profesional dan produktif.
• Pemanfaatan teknologi internal guna memudahkan monitoring performa dan database management.
• Budaya perusahaan yang kuat: kolaboratif, kompetitif secara sehat, dan berorientasi pada hasil.

Lebih lanjut, Deryan Nataniel menerangkan, dibandingkan agen properti lain, Linktown memiliki sejumlah keunggulan utama.

Pertama, keunggulanSDM. “Agen kami mendapatkan pelatihan rutin, coaching, serta pendampingan dengan sistem evaluasi berbasis performa yang transparan,” katanya.

Kedua, keunggulan teknologi yang didukung CRM terintegrasi, sistem tracking leads dan closing, serta data analytics untuk membantu agen membaca tren pasar secara lebih akurat.

Ketiga, keunggulan dalan promosi dan pemasaran. Linktown memiliki tim marketing support yang membantu materi promosi, strategi digital marketing terpusat, serta event dan activation yang terencana.

Keempat, hubungan baik dengan developer. “Kami menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan para pengembang sehingga memiliki pemahaman mendalam terhadap produk yang dipasarkan,” paparnya.

Baca Juga: Targetkan Jadi ‘One Stop Service Property Consultant’, Linktown Rilis Linktown Solutions

Di sisi lain, terang Deryan Nataniel, Linktown juga menaruh perhatian besar pada kualitas agen yang menjadi ujung tombak pemasaran properti di lapangan.

“Profil agen ideal menurut kami adalah individu yang berintegritas tinggi, komunikatif dan mampu membangun relasi, adaptif terhadap teknologi, konsisten dan memiliki mindset jangka panjang, serta berorientasi pada solusi, bukan sekadar penjualan,” jelasnya.

Untuk itu, proses rekrutmen pun dilakukan secara selektif, berbasis karakter dan motivasi, dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk mengukur mindset dan komitmen.

Agen baru akan mengikuti program onboarding dan training dasar sebelum aktif memasarkan, serta mendapatkan pendampingan langsung dari leader atau mentor.

“Dengan strategi yang terstruktur, dukungan teknologi, serta budaya perusahaan yang kuat, Linktown optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri broker properti nasional dan menjadi mitra pilihan bagi developer maupun konsumen di Tanah Air,” pungkas Deryan.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait