RealEstat.id (Jakarta) – PT Centrepark Citra Corpora (Centrepark Group), perusahaan manajemen parkir nasional sekaligus penyedia Smart Mobility Parking Solution di Indonesia, menargetkan pertumbuhan revenue berkisar 10% – 15% di tahun 2026.
Chief Executive Officer Centrepark Group, Charles Richard Oentomo menjelaskan, target ini bisa tercapai lewat pengelolaan parkir sekitar 100 lokasi baru.
Dia mengungkapkan, saat ini Centrepark menguasai 10% – 15% pangsa pasar parkir di dalam negeri, sehingga masih banyak ruang untuk bertumbuh.
“Kami melihat persaingan bisnis perparkiran masih sehat. Dengan teknologi yang kami miliki, Centrepark yakin bisa bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan,” tuturnya dalam acara Media Gathering bertema ‘Parking Outlook 2026: Driving Urban Mobility in Indonesia’, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Usung Nilai ‘Beyond With Care’, CentrePark Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatra
Untuk melakukan ekspansi, Centrepark menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp350 miliar – Rp500 miliar di 2026 ini.
Chief Operating Officer (COO) & Acting Chief Financial Officer (CFO) Centrepark Group, Chris Haryadi mengatakan, dana tersebut dikeluarkan untuk mendukung pengembangan bisnis, seiring perubahan kebutuhan di sejumlah lokasi operasional yang dikelola perusahaan.
Dia mengatakan, kebutuhan capex tidak hanya untuk pengadaan peralatan parkir, tetapi juga solusi parkir vertikal akibat keterbatasan lahan di beberapa lokasi.
“Beberapa lokasi yang kami kelola tak hanya membutuhkan alat parkir, tapi juga tak memiliki lahan yang memadai. Dengan demikian, solusinya bisa berupa gedung parkir atau parkir susun berbasis teknologi,” kata Chris.
Baca Juga: CentrePark Asah Literasi Digital SDM Melalui Pelatihan Virtual
Smart Parking Bukan Lagi Sekadar Tren
Charles Richard Oentomo menambahkan, parkir memiliki peran yang fundamental dalam membentuk keteraturan, kenyamanan, dan nilai mobilitas perkotaan di Indonesia—namun sayangnya kerap luput jadi pembahasan.
Di tengah pesatnya urbanisasi, pertumbuhan kendaraan, serta keterbatasan ruang kota, imbuhnya, pengelolaan parkir menjadi titik krusial dalam sistem mobilitas.
“Kemacetan kerap bermula di area masuk dan keluar parkir, sementara masyarakat menuntut layanan yang cepat, cashless, dan seamless. Hal ini menegaskan bahwa mobilitas perkotaan tidak hanya ditentukan di jalan, tetapi juga di area parkir,” urainya.
Lebih lanjut, Charles menegaskan bahwa parkir merupakan “silent engine of urban mobility” yang bekerja di balik layar namun berdampak besar terhadap keteraturan kota.
Baca Juga: 11 Tahun Berkiprah, CentrePark Kelola 1,2 Miliar Unit Kendaraan Terparkir
“Setiap perjalanan urban dimulai dan diakhiri di area parkir, sehingga kualitas pengelolaannya memengaruhi alur pergerakan dan pengalaman pengguna,” terangnya.
Sejalan dengan perkembangan industri, Centrepark menegaskan bahwa smart parking bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam membangun ekosistem mobilitas perkotaan yang terhubung.
Penerapan teknologi parkir yang terintegrasi menjadi bagian dari upaya membentuk pengalaman parkir yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern.
Sementara itu, Chris Haryadi, menjelaskan transformasi pengelolaan parkir dari sistem manual menuju sistem terintegrasi berbasis teknologi.
“Penerapan automated gate, License Plate Recognition (LPR), parking guidance system, traffic dispatching, control room terpusat, serta layanan cashless dan ticketless menghadirkan proses masuk dan keluar parkir yang lebih tertib, kemudahan dalam mencari ruang parkir, serta pemantauan operasional secara real-time di berbagai lokasi,” katanya.
Baca Juga: Inovasi Centre Park Guna Bertahan Hadapi Pandemi
Pada kesempatan yang sama, Stephen Roy Imantaka, Chief Strategy Officer Centrepark Group, menegaskan bahwa parkir kini berevolusi dari sekadar cost center menjadi value driver.
“Pengelolaan parkir yang terstruktur dan berbasis data berkontribusi pada peningkatan nilai properti, kualitas pengalaman pengunjung, serta mendukung pengembangan ekosistem smart mobility perkotaan, termasuk kesiapan terhadap adopsi kendaraan listrik,” paparnya.
Berpengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark Group saat ini mengelola lebih dari 700 lokasi di 60-an kota di Indonesia, dengan 440.000 ruang parkir dan 360 juta transaksi parkir per tahun.
Seluruh operasional didukung oleh ekosistem teknologi Centrepark yang terintegrasi, mencakup gate system, License Plate Recognition, vehicle counting, parking guidance, serta centralized control room.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








