RealEstat.id

TACO Dorong Zero Waste Manufacturing di Momentum Earth Day 2026

Sistem zero waste manufacturing TACO mencakup pemanfaatan material, pengelolaan limbah, hingga penggunaan energi secara efisien.

TACO dorong tren material interior berkelanjutan melalui zero waste manufacturing-RealEstat.id
Pabrik TACO di kawasan Industri modern Cikande, Serang, Banten. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Banten) – TACO mendorong tren material interior berkelanjutan melalui zero waste manufacturing.

Desain interior tidak lagi hanya berfokus pada estetika dan fungsi saja. Akan tetapi juga pada bagaimana produksi material bangunan juga berdampak terhadap lingkungan.

Momentum Earth Day 2026 menjadi pengingat bahwa konsep hunian berkelanjutan harus berlangsung mulai dari hulu hingga hilir, termasuk proses produksi material interior.

Hal ini yang ditekankan oleh TACO melalui komitmennya dalam menerapkan sistem zero waste manufacturing secara menyeluruh.

Pendekatan ini mencakup integrasi seluruh rantai produksi. Mulai dari pemanfaatan material, pengelolaan limbah, hingga penggunaan energi dan air secara efisien.

Baca Juga: Seniman Yogyakarta Ciptakan Karya Seni Kontemporer dari TACO HPL

Dengan sistem tersebut, keberlanjutan tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan fondasi utama dalam menghadirkan solusi desain home living modern.

Melalui keterangan tertulis Selasa (28/04/2026), Factory Head TACO, Wisnu Purnayusepta menyatakan momentum Earth Day menjadi pengingat bahwa keberlanjutan harus dimulai dari proses yang paling mendasar.

“TACO mengintegrasikan industri ramah lingkungan ke dalam seluruh sistem operasional,” ujar Wisnu.

Peran Besar Industri Interior Ramah Lingkungan

material interior eco-friendly dari TACO Flooring-RealEstat.id
Sisa potongan TACO Flooring untuk bahan bakar. (Sumber: Istimewa)

Dalam perspektif desain hunian, material interior berkelanjutan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas ruang.

Lebih lanjut Wisnu mengatakan, TACO melalui strategi dekarbonisasi pada operasionalnya berhasil menekan emisi karbon hingga ribuan ton CO2eq per tahun.

Baca Juga: Kolaborasi TACO di JIA Curated 2025: Desain Indonesia Siap Mendunia!

Selain itu, penggunaan energi non-fosil mencapai 99,8% melalui pemanfaatan biomassa dan sistem waste-to-energy.

“TACO mengembangkan sistem operasional sirkular yang memungkinkan setiap material dikelola secara optimal sepanjang siklus produksi pada pabrik Cikande,” kata Wisnu.

Seluruh limbah produksi, imbuh dia, menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Artinya, TACO memproses 100% limbah untuk dimanfaatkan kembali.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan dampak sosial, seperti pemugaran fasilitas publik dan program edukasi bagi pelajar serta mahasiswa.

Baca Juga: Ingin Rumah Terasa Lebih Hangat Saat Lebaran 2026? Coba Deh Renovasi Bagian Ini

Pentingnya Keberlanjutan Sumber Daya

Selain material, aspek lain yang tak kalah penting dalam desain home living adalah keberlanjutan sumber daya.

TACO menerapkan sistem pengolahan air terintegrasi yang memungkinkan 100% air limbah diolah dan digunakan kembali untuk kebutuhan operasional dan area hijau.

Pendekatan ini memperkuat konsep hunian masa depan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga hemat sumber daya.

Bagi konsumen properti, hal ini menjadi nilai tambah signifikan.

Material interior yang diproduksi secara bertanggung jawab memberikan jaminan bahwa hunian tidak hanya indah, tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.

“Kami percaya kualitas produk hari ini tidak lagi cukup diukur dari fungsi dan estetika saja, tetapi juga dari bagaimana prosesnya produksinya,” tandas Wisnu Purnayusepta.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait