RealEstat.id

The City of Cileungsi: Visi Metland Membangun Kota Baru Terintegrasi di Timur Cibubur

Visi untuk menjadikan kawasan Metland Transyogi sebagai pusat The City of Cileungsi merupakan duplikasi kesuksesan Metland menjadi pionir pengembangan Kota Bekasi.

The City of Cileungsi Metland Transyogi realestat.id dok
Metland Transyogi The City of Cileungsi (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Bekasi) – Perkembangan kawasan timur Jakarta terus bergerak ke arah baru. Jika dahulu wilayah seperti Cibubur hanya dikenal sebagai kawasan penyangga Ibu Kota, kini daerah-daerah di sekitarnya mulai menunjukkan potensi menjadi pusat pertumbuhan kota baru.

Di tengah perubahan tersebut, kawasan Cileungsi mulai dilirik sebagai titik perkembangan berikutnya. Salah satu proyek yang berada di tengah transformasi tersebut adalah Metland Transyogi, kawasan yang dikembangkan oleh PT Metropolitan Land Tbk.

Pengembang nasional ini memiliki visi untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai embrio The City of Cileungsi—sebuah pusat aktivitas ekonomi, hunian, dan komunitas yang terintegrasi di Timur Cibubur.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk (IDX: MTLA), Wahyu Sulistio, menjelaskan bahwa sejak awal Metland Transyogi dirancang dengan konsep masterplan yang unik.

“Kalau dilihat dari masterplan-nya, bentuknya seperti tapal kuda. Tujuannya untuk membentuk sebuah episentrum di tengah kawasan. Di lokasi yang menjadi pusat itu terdapat area komersial yang dikelilingi oleh hunian dan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Catat! Metland Transyogi Akan Jadi Pusat Kegiatan Komersial di Kawasan Cileungsi

Menurut Wahyu Sulistio, konsep The City of Cileungsi bukan sekadar desain, tetapi bagian dari visi jangka panjang. Metland ingin menghadirkan pusat aktivitas baru yang mampu mendorong pertumbuhan kawasan Cileungsi menjadi sebuah kota yang berkembang secara organik.

Optimisme terhadap masa depan Cileungsi bukan tanpa alasan. Wahyu mengingatkan bahwa kawasan seperti Bekasi pernah melalui proses transformasi yang serupa.

Di awal dekade 1990-an, Bekasi masih berupa kabupaten dan belum berkembang seperti sekarang. Namun seiring masuknya berbagai investasi dan pengembangan kawasan komersial, Bekasi berkembang pesat dan kini menjadi salah satu kota dengan populasi terbesar di Indonesia.

“Dulu kami memulai dari pembangunan mal dan hotel di Bekasi. Setelah itu, pengembang dan investor lain ikut masuk. Aktivitas ekonomi tumbuh, populasi meningkat, dan Bekasi berkembang menjadi kota besar. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi bagi kami memunculkan slogan The City of Cileungsi,” kata Wahyu.

Dia pun berharap, kehadiran Metland Transyogi dapat menjadi pemicu awal yang menarik lebih banyak investor untuk mengembangkan fasilitas komersial dan bisnis di kawasan tersebut.

Baca Juga: Terkoneksi Tol JORR 2, Metland Transyogi Cibubur Makin Prospektif

metland transyogi the city of cileungsi bogor timur realestat.id dok
Kawasan Metland Transyogi (Foto: Istimewa)

Infrastruktur Berkembang, Ekosistem Terbentuk

Potensi Cileungsi semakin terbuka dengan hadirnya berbagai proyek infrastruktur. Salah satunya adalah akses tol Tol Cimanggis–Cibitung, yang memiliki akses keluar di kawasan Cileungsi melalui gerbang Narogong.

Akses tersebut dinilai akan meningkatkan konektivitas kawasan dengan wilayah Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya, sehingga mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih cepat.

Selain itu, terang Wahyu Sulistio, Metland Transyogi juga memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas internal kawasan.

Kawasan ini dirancang dengan konsep multi koridor dan multi akses, sehingga para penghuni dapat masuk ke kawasan dari berbagai arah seperti Narogong, Gunung Putri, Jonggol, dan Cibubur.

“Kalau dibandingkan dengan kawasan lain yang biasanya hanya memiliki satu atau dua akses utama, Metland Transyogi memiliki beberapa koridor masuk. Ini membuat mobilitas penghuni jauh lebih fleksibel,” jelasnya.

Baca Juga: Dihadiri Mendikdasmen, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur Resmi Dibuka

Seiring pengembangannya, Metland Transyogi tidak hanya difokuskan sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai ekosistem kota yang lengkap.

Saat ini kawasan tersebut telah memiliki berbagai fasilitas seperti rumah sakit, pusat bisnis, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas pendidikan.

Salah satu perkembangan terbaru adalah hadirnya sekolah unggulan Bakti Mulia 400, yang membuka cabang di kawasan Metland Transyogi.

Wahyu mengatakan, institusi pendidikan yang sebelumnya dikenal di kawasan selatan Jakarta itu melihat potensi pertumbuhan Cileungsi sebagai kota baru.

“Sekolah tersebut menempati lahan sekitar satu hektare dan telah memulai tahun ajaran pertamanya. Ke depan, pengelola bahkan berencana mengembangkan konsep boarding school dengan kurikulum internasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Magnet Investasi Properti, Koridor Timur Cibubur Digadang Jadi The New BSD

Kehadiran beragam fasilitas pendidikan ini dinilai semakin memperkuat ekosistem kawasan, sekaligus menarik minat keluarga muda untuk tinggal di kawasan Cileungsi.

Selain itu, melalui Metland School, pihak pengembang menghadirkan pendidikan vokasi berupa SMK yang menyediakan berbagai jurusan seperti hospitality, tata boga, akuntansi, IT, hingga desain komunikasi visual.

Metland juga tengah mengembangkan program Metland College yang mempersiapkan tenaga kerja terampil untuk bekerja di luar negeri melalui pelatihan keterampilan khusus.

Menurut Wahyu Sulistio, pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari visi panjang sebuah kawasan.

“Jika Cileungsi ingin naik kelas menjadi sebuah kota, maka tingkat pendapatan masyarakatnya juga harus meningkat. Pendidikan dan keterampilan menjadi salah satu kunci,” tukasnya. “Untuk itu, ke depan kami berencana menggandeng mitra untuk membuka universitas di sini.”

Fasad Klaster Walden Metland Transyogi Realestat.id dok
Klaster Walden di Metland Transyogi (Foto: Istimewa)

Klaster Walden dan Kawasan Walkable Terintegrasi

Di sektor hunian, Metland Transyogi juga terus menghadirkan produk baru. Salah satu yang terbaru adalah Klaster Walden, yang mengusung konsep desain American Classic.

Konsep ini dipilih setelah Metland melakukan riset terhadap kebutuhan konsumen pascapandemi. Banyak calon penghuni menginginkan rumah dengan ruang terbuka lebih banyak, pencahayaan alami yang maksimal, serta ruang yang fleksibel untuk aktivitas keluarga.

Dipasarkan mulai Rp1,5 miliar – Rp3 miliar, Klaster Walden dirancang sebagai rumah dua lantai plus attic atau ruang multifungsi di bagian atas yang dapat digunakan sebagai ruang tambahan. Banyaknya bukaan, balkon, serta area hijau juga membuat rumah terasa lebih terang dan hemat energi.

Menariknya, respons pasar terhadap klaster kesembilan di Metland Transyogi ini cukup tinggi. Bahkan tipe rumah dengan lebar terbesar justru menjadi yang paling cepat terjual.

“Awalnya kami memperkirakan tipe kecil yang akan lebih cepat terserap. Tapi ternyata tipe yang lebih besar justru paling diminati,” kata Wahyu.

Baca Juga: Hadirkan Konsep ‘American Classic’, Metland Transyogi Rilis Klaster Walden

Salah satu keunggulan lain dari Klaster Walden adalah lokasinya yang berada sangat dekat dengan pusat aktivitas Metland Transyogi.

Para penghuni dapat dengan mudah menjangkau pusat perbelanjaan, sekolah, hingga area komersial hanya dengan berjalan kaki.

“Konsep ini mendorong terciptanya kawasan yang lebih walkable sekaligus nyaman untuk aktivitas sehari-hari,” ungkap Wahyu, menjelaskan.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan kawasan dan potensi kepadatan lalu lintas, terangnya, Metland juga terus melakukan rekayasa jalan serta memperbanyak akses keluar masuk kawasan.

Selain akses kendaraan pribadi, kawasan ini juga dekat dengan Terminal Cileungsi yang menyediakan layanan transportasi umum dan shuttle bus menuju berbagai wilayah.

Baca Juga: Strategi Marketing ‘Bestie’ ala Metland Rebut Hati Konsumen

Saat ini Metland Transyogi memiliki luas pengembangan sekitar 120 hektare. Sebagian lahan masih disiapkan untuk pengembangan kawasan komersial yang akan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Dengan semakin lengkapnya fasilitas, akses infrastruktur, serta masuknya investor baru, Metland optimistis kawasan ini akan berkembang menjadi pusat aktivitas baru di Cileungsi.

“Visi kami adalah menjadikan Metland Transyogi sebagai episentrum dari The City of Cileungsi. Dengan dukungan infrastruktur, fasilitas, dan investasi yang terus masuk, kami yakin potensi itu bukan sesuatu yang mustahil,” tutup Wahyu.

Jika visi tersebut terwujud, imbuhnya, Cileungsi bukan lagi sekadar kecamatan di pinggiran Jakarta, melainkan kota baru yang tumbuh dengan ekosistem hunian, bisnis, dan pendidikan yang terintegrasi.

Metland Transyogi Tol Cimanggis Cibitung JORR 2 realestat.id dok
Kawasan hunian Metland Transyogi, Cibubur (Foto: Dok. Metland)

Menanti Lahirnya ‘Bogor Timur’

Rencana pemekaran wilayah di Kabupaten Bogor terus menjadi perhatian publik, khususnya bagi masyarakat di wilayah timur yang berkembang pesat.

Salah satu agenda besar yang sudah lama dibahas adalah pembentukan Kabupaten Bogor Timur sebagai daerah otonomi baru.

Meski prosesnya telah berjalan selama beberapa tahun, hingga kini realisasinya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Menurut Wahyu Sulistio, pemekaran wilayah ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Dengan jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang sangat luas, Kabupaten Bogor dinilai membutuhkan pembagian wilayah administrasi agar pelayanan publik dapat lebih efektif.

“Tak hanya itu, wilayah timur Bogor sendiri dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, baik dari sisi permukiman, kawasan industri, hingga pengembangan infrastruktur—salah satunya di Cileungsi,” terangnya.

Baca Juga: Optimistis Bisnis Perhotelan Tumbuh di 2026, Metland Siapkan Dua Hotel Baru dan Strategi Rebranding

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Realestat.id, secara administratif, usulan pembentukan Kabupaten Bogor Timur telah mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

Bahkan berbagai kajian kelayakan wilayah dan dokumen administratif telah disiapkan. Namun proses tersebut masih tertahan karena pemerintah pusat hingga kini masih menerapkan moratorium pembentukan daerah otonomi baru.

Kendati demikian, pemerintah daerah tetap melakukan berbagai langkah persiapan. Salah satunya adalah perencanaan lokasi pusat pemerintahan untuk kabupaten baru tersebut.

Kawasan di sekitar Jonggol dan Sukamakmur disebut-sebut sebagai kandidat kuat lokasi ibu kota Kabupaten Bogor Timur.

Area yang disiapkan untuk pusat pemerintahan diperkirakan mencapai puluhan hektare, yang nantinya akan menjadi pusat aktivitas administratif dan pelayanan publik.

Baca Juga: Metland Transyogi Rilis Cluster Ivory, Hunian Klasik Modern dengan Smart Home System

Jika pemekaran ini terealisasi, wilayah yang diperkirakan masuk dalam cakupan Kabupaten Bogor Timur antara lain Cileungsi, Gunung Putri, Jonggol, Cariu, Sukamakmur, Tanjungsari, serta Klapanunggal.

Kawasan ini dikenal memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup dinamis, terutama karena berkembangnya kawasan industri dan perumahan skala besar.

Wahyu menambahkan, selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemekaran juga diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan di wilayah timur Bogor.

Dengan struktur pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, berbagai kebutuhan pembangunan—mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan—diharapkan dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif.

“Bila wacana ini terealisasi, kami yakin The City of Cileungsi akan menjadi wajah, sekaligus pusat komersial Bogor Timur,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

metland transyogi the city of cileungsi realestat.id

Topik

Artikel Terkait