RealEstat.id (Jakarta) – House of Tugu Old Town akan membuka De Tiger, sebuah Far East Speakeasy Bar, yang memadukan sejarah Kota Tua Jakarta, budaya, dan gastronomi dalam satu destinasi lifestyle imersif.
Berlokasi di sebuah bangunan kolonial bersejarah yang menghadap Kali Besar Barat,, Jakarta Barat, Speakeasy Bar ini menawarkan pengalaman berbeda bagi para pencinta gaya hidup urban yang ingin menikmati suasana Batavia lama dari sudut pandang lebih mendalam.
Dahulu, kapal-kapal dagang dari berbagai penjuru dunia yang membawa rempah-rempah, sutra, dan barang dagangan lainnya berlabuh di kawasan ini.
Melalui keterangan tertulis, Jumat (19/06/2026), pihak manajemen House of Tugu menerangkan bahwa destinasi wisata malam ini tidak hanya sekadar menjadi bar baru di Kota Tua saja.
Melainkan juga ruang bercerita yang menghubungkan masa lalu dengan kehidupan modern kota Jakarta saat ini.
Baca Juga: House of Tugu Jakarta Masuk Daftar World’s Greatest Places 2026 Versi TIME Magazine
Menikmati Cerita Batavia Lewat Kuliner

Salah satu daya tarik utama De Tiger adalah menu koktail dan mocktail yang dirancang layaknya sebuah perjalanan sejarah.
Setiap minuman dari destinasi wisata malam ini terinspirasi dari komoditas perdagangan yang dahulu melintasi jalur maritim Nusantara.
Contohnya saja, 100 Karung Kopi, sebuah koktail andalan De Tiger Kota Tua Jakarta yang terinspirasi dari kisah penebusan kebebasan Merem menggunakan hasil perkebunan kopi Kawisari.
Adapula menu minuman Gedoeng Goelo Matjan yang menjadi penghormatan terhadap kejayaan perdagangan gula Batavia dan warisan bisnis Oei Tiong Ham.
Racikannya mengombinasikan popcorn whiskey dan marshmallow yang menciptakan karakter rasa unik sekaligus menghadirkan sentuhan nostalgia.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Jakarta Gratis dan Instagramable
Pengalaman tersebut semakin lengkap melalui sajian kuliner yang memadukan warisan Jawa, budaya Peranakan, dan pengaruh maritim pesisir.
Salah satu menu unggulannya adalah Midnight Katsu Burger with Curry Leaf Slaw yang terinspirasi dari kehidupan malam Batavia pada masa lalu.
Terinspirasi Kisah Harimau Jawa Legendaris
De Tiger terinspirasi dari kisah legendaris Merem, seekor harimau Jawa bermata satu yang menjadi bagian dari sejarah keluarga konglomerat ternama, Oei Tiong Ham.
Pada awal abad ke-20, Merem diselamatkan oleh Raden Adjeng Kasinem setelah ditemukan dalam kondisi terluka.
Setelah dirawat, harimau tersebut dibawa ke Batavia dan pernah tinggal di kawasan Sunda Kelapa.
Baca Juga: Liburan Jadi Lebih Reflektif, Ini 5 Rekomendasi Wisata Arsitektur Terbaik!
Kisah perjalanan hidup Merem kemudian menjadi inspirasi utama konsep bar De Tiger Jakarta. Sosoknya tidak hanya menjadi simbol tempat ini.
Akan tetapi juga menjadi penghubung antara sejarah maritim Jakarta, perdagangan rempah, hingga kehidupan kosmopolitan pelabuhan Sunda Kelapa.
Pengunjung pun dapat menikmati pertunjukan live jazz hingga penampilan DJ yang dikurasi secara khusus.
“Melalui kombinasi musik, sejarah, arsitektur, serta pengalaman kuliner, De Tiger menawarkan perspektif baru kawasan heritage Kota Tua yang bertransformasi menjadi destinasi lifestyle modern.” pungkas manajemen.
Rencananya, Far East Speakeasy Bar Kota Tua Jakarta ini akan mulai menyambut para tamu melalui soft opening pada 26 Juni 2026 mendatang.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








