RealEstat.id (Jakarta) – PT Intiland Development Tbk (IDX: DILD) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) serta integrasi transportasi publik antara Jakarta dan wilayah kota penyangga.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui entitas anak, PT Sinar Puspapersada, dengan menandatangani Nota Kesepahaman Studi Potensi Kontribusi MRT Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda).
Penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (4/2/2026), dilakukan oleh pimpinan perusahaan pengembang dan Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud.
Acara tersebut turut disaksikan oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; serta Gubernur Banten, Andra Soni.
Baca Juga: Lancarkan Strategi Deleveraging, Intiland Perkuat Struktur Keuangan
Nota kesepahaman ini merupakan bagian dari tahap awal penjajakan kerja sama antara PT MRT Jakarta dan sejumlah pengembang properti swasta untuk mendukung pengembangan serta integrasi kawasan berbasis transportasi massal.
Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, menjelaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal bagi Perseroan untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan kawasan properti terpadu di sepanjang jalur MRT Timur–Barat, khususnya pada segmen Kembangan – Balaraja di wilayah Banten.
Kerja sama tersebut difokuskan pada kajian perencanaan terpadu, termasuk identifikasi potensi penempatan stasiun MRT yang terintegrasi dengan proyek kawasan terpadu Talaga Bestari, serta penjajakan skema bisnis dan struktur proyek yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah strategis Intiland dalam mendukung pengembangan kawasan TOD yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tumbuh 29,6%, Intiland Cetak Marketing Sales Rp673 Miliar di Semester I 2025
“Kami siap berkontribusi sejak tahap perencanaan awal untuk menciptakan kawasan dengan konektivitas tinggi, nilai jangka panjang, serta manfaat nyata bagi pengembangan kota dan masyarakat,” ujar Archied Noto Pradono.
Sebagai pengembang yang berpengalaman dalam pengembangan kawasan TOD, Intiland memiliki rekam jejak proyek yang terintegrasi dengan jaringan MRT Jakarta.
Sejumlah proyek tersebut antara lain pusat perbelanjaan Poins di Lebak Bulus, kawasan perkantoran South Quarter dan Apartemen SQ Rés di TB Simatupang, Intiland Tower Jakarta di Bendungan Hilir, serta Apartemen Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin.
Perseroan juga telah bekerja sama dengan MRT Jakarta dalam pengembangan TOD Lebak Bulus melalui pembangunan sky bridge dan transit plaza yang menghubungkan Poins dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.
Baca Juga: Kawasan Industri Moncer, Pendapatan Usaha Intiland Capai Rp1,2 Triliun di Semester I 2025
Intiland meyakini pembangunan jalur MRT Lintas Timur–Barat akan memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kawasan di sepanjang koridor tersebut.
Bagi Perseroan, kehadiran MRT akan memberikan nilai tambah langsung bagi pengembangan Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang, sebagai kawasan properti terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik dan infrastruktur regional.
“Kami berharap dapat berkontribusi aktif dalam menghadirkan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik, meningkatkan aksesibilitas, memperkuat daya saing kawasan, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi massal yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Archied.
Kawasan Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang, memiliki potensi pengembangan yang kuat seiring dengan semakin lengkapnya infrastruktur pendukung.
Baca Juga: RUPST Digelar, Intiland Dapuk Archied Noto Pradono Sebagai Direktur Utama
Kawasan ini didukung akses Tol Jakarta–Merak melalui Gerbang Tol Balaraja Timur, serta kedekatannya dengan jaringan Tol Serpong–Bandara yang terhubung langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ke depan, konektivitas kawasan ini akan semakin diperkuat dengan rencana pembangunan Tol Serpong–Balaraja dan Tol Balaraja–Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Melalui nota kesepahaman ini, para pihak sepakat membentuk joint working group yang bertugas menyusun rencana kerja bersama, mencakup kajian pengembangan jalur MRT Kembangan–Balaraja, interkoneksi antarmoda, serta integrasi kawasan secara menyeluruh.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








