RealEstat.id

Optimistis Industri Bahan Bangunan Menguat, BLES Bidik Pertumbuhan Sepanjang 2026

Industri bahan bangunan diproyeksikan tumbuh. BLES optimistis menangkap peluang lewat dukungan kapasitas produksi 5,6 juta m3 per tahun.

PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) Optimistis Industri Bahan Bangunan Tumbuh pada 2026-RealEstat.id
Pabrik produksi bata ringan PT Superior Prima Sukses Tbk. (Sumber: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Prospek industri bahan bangunan nasional diperkirakan semakin membaik sepanjang tahun 2026.

Kondisi ini seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di sektor properti seperti, kawasan industri, hingga proyek infrastruktur.

Momentum tersebut menjadi peluang besar bagi produsen material konstruksi untuk meningkatkan kinerja, termasuk PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan terbesar di Indonesia.

Perseroan optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan bisnis sepanjang tahun ini dengan mengandalkan kapasitas produksi terbesar di pasar domestik serta penguatan efisiensi operasional.

Baca Juga: Inovasi Material Bangunan Ramah Lingkungan Bantu Kurangi Emisi Karbon

Strategi tersebut diyakini mampu menjawab meningkatnya permintaan bata ringan yang terus menjadi pilihan utama dalam proyek konstruksi modern.

Kinerja Perseroan yang Solid

Memasuki kuartal II-2026, BLES menilai industri bahan bangunan mulai menunjukkan pemulihan yang lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya.

Berlanjutnya pembangunan perumahan, kawasan industri, gudang logistik, hingga infrastruktur menjadi faktor utama yang mendorong permintaan material bangunan.

Di tengah tren tersebut, penggunaan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) juga terus meningkat.

Pasalnya, banyak orang menilai material bangunan tersebut lebih efisien, berkualitas, serta mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Ukuran Bata Ringan (Hebel) dan Cara Menghitung Kebutuhan dengan Tepat

Momentum positif tersebut tercermin pada kinerja BLES selama kuartal I-2026.

Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp334 miliar atau tumbuh 6,4% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Di sisi profitabilitas, laba bersih melonjak menjadi Rp46,88 miliar atau meningkat lebih dari 40 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan bata ringan AAC tetap menjadi penyumbang utama pendapatan Perseroan.

Hal ini seiring dengan tingginya permintaan dari sektor properti, kawasan industri, dan proyek infrastruktur.

Baca Juga: Harga Borong Pasang Hebel per Meter Terbaru 2026 dan Cara Menghitung Biayanya

Kapasitas Produksi Besar Perkuat Daya Saing

Sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, BLES memiliki kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik (m3) per tahun.

Perseroan mengoperasikan enam fasilitas produksi yang tersebar di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara.

Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew mengatakan prospek industri bahan bangunan terus menguat seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor.

Baca Juga: Tips Memilih Material Dinding Rumah Modern: Bata Ringan, Beton, atau Panel?

“BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional,” terang Andrew melalui keterangan tertulis, Senin (29/06/2026).

Selain memperbesar kapasitas produksi, Perseroan juga terus meningkatkan produktivitas pabrik.

Selain itu memperkuat integrasi rantai pasok, serta memperluas jaringan distribusi guna menjaga efisiensi dan profitabilitas jangka panjang.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait