RealEstat.id

Cetak Rekor Baru, Jababeka (KIJA) Raih Penjualan Rp3,6 Triliun di 2025

Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Jababeka dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan 2024 yang tercatat Rp3,19 triliun.

KIJA Jababeka Residence Diminati Warga Investor Korea Korean Day realestat.id dok
Kawasan Jababeka Residence. (Foto: Dok. Jababeka)

RealEstat.id (Bekasi) PT Jababeka, Tbk (IDX: KIJA) menorehkan kinerja impresif sepanjang 2025 dengan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun, melampaui target perusahaan yang dipatok Rp3,5 triliun.

Capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Jababeka dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp3,19 triliun.

Kinerja Perseroan tersebut menegaskan daya tarik kawasan industri Jababeka yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Didukung Pilar Infrastruktur, Pendapatan Jababeka (KIJA) Tumbuh 8% di Kuartal III 2025

Corporate Secretary PT Jababeka Tbk, Muljadi Suganda mengatakan, pada tahun 2025, marketing sales proyek Cikarang mencapai Rp1,1 triliun, atau meningkat sekitar 5% secara tahunan (year-on-year), yang berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektare di seluruh segmen.

“Pencapaian ini terutama berasal dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektare,” tuturnya, dalam keterangan tertulis.

Sementara untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp292,7 miliar dan Rp72,7 miliar.

Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp860 miliar, 48% investor domestik sedangkan 52% berasal dari investor asing (terutama dari Korea dan China).

Baca Juga: Jababeka Bizpark Tahap II Mulai Dibangun, Target Serah Terima Akhir 2026

Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektare kepada Perusahaan Korea di sektor Personal Care dan 4 hektar kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.

Sementara itu, terang Muljadi, proyek di Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari 142 hektare lahan di tahun 2025, meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2,14 triliun.

Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai penjualan pemasaran tahun 2025, yang terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan, sementara investor domestik menyumbang 11% sisanya.

“Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang tahun 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektare, bahan bangunan seluas 7 hektare, serta furnitur seluas 13 hektare,” urainya.

Baca Juga: Jababeka Green Market Resmi Dibuka: Modern, Bersih, dan Ramah di Kantong

Selain dari China, Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektare kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektare kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Muljadi Suganda menerangkan, ke depan, Jababeka menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun pada tahun 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial.

“Sementara itu, sisa sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait