Salurkan KPR Subsidi Terbanyak, Bank BTN Dapat Penghargaan Dari Pemerintah

Bank BTN menerima penghargaan sebagai bank yang berhasil menyalurkan KPR subsidi terbanyak untuk semua segmen di Indonesia dari Kementerian PUPR.

Dari kiri ke kanan: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Basuki Hadimuljono; Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo; dan Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida (Foto: istimewa)
Dari kiri ke kanan: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Basuki Hadimuljono; Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo; dan Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida (Foto: istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) - Eksistensi dan kontribusi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) dalam mendukung program perumahan rakyat mendapat apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

Pada malam puncak Hari Perumahanan Nasional (Hapernas) 2022 yang digelar 25 Agustus lalu, Bank BTN mendapat kehormatan menerima penghargaan sebagai bank yang berhasil menyalurkan KPR subsidi terbanyak untuk semua segmen di Indonesia.

Pada acara Hapernas tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Pemerintah tetap berkomitmen mewujudkan hunian layak dan terjangkau, di antaranya dengan memastikan anggaran subsidi dari Pemerintah untuk program pembiayaan rumah subsidi.

Baca Juga: BTN Syariah Jadi Bank Pertama Penyalur 'Tapera Syariah'

“Pemerintah memastikan FLPP terus naik dengan Mitra BTN ini di mana tahun depan anggaran yang disediakan pemerintah untuk FLPP sebanyak 220.000 unit. Secara keseluruhan, bantuan Pemerintah untuk perumahan naik dari Rp29 triliun tahun ini menjadi Rp34 triliun tahun depan,” jelas Basuki Hadimuljono.

Pada momentum Hapernas 2022 tersebut, Basuki juga mengajak generasi muda untuk membeli rumah misalnya rumah dengan sistem Transit of Development (TOD).

“Kalau (membeli unit) TOD, beli 'rumah' dapat kereta api. Jadi, punya rumah setiap saat 'dijemput' kereta api. Yang kedua, kalau mengontrak harga pasti naik, sementara kalau membeli rumah, cicilan makin lama makin kecil,” kata Basuki yang mengharapkan ada kerja sama antara Bank BTN, REI, APERSI, HIMPERRA dan seluruh pemangku kepentingan di sektor properti.

Sementara itu, Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan, Hapernas tahun ini secara khusus memberikan apresiasi terhadap praktik-praktik baik di sektor perumahan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Asosiasi Pelaku Pembangunan Perumahan, serta Perbankan.

Baca Juga: Gandeng Agen Properti, Bank BTN Rilis Program 'Kangen Banget'

"Upaya peningkatan kepemilikan rumah dalam rangka pengentasan backlog tidak hanya menjadi tugas dari Pemerintah Pusat, namun juga perlu kolaborasi dari seluruh stakeholder bidang perumahan, termasuk didalamnya Pemerintah Daerah, perbankan, asosiasi dan pelaku pembangunan, pegiat perumahan dan lembaga filantropi, serta tentunya dibutuhkan pula dukungan dari seluruh masyarakat demi mencapai hunian layak dan terjangkau untuk semua," katanya.

Berdasarkan data Susenas BPS di tahun 2021, tercatat sebanyak 12.750.172 rumah tangga belum memiliki rumah, di mana angka ini berpotensi untuk terus meningkat seiring dengan pertumbuhan rumah tangga baru yang diperkirakan mencapai 700.000 – 800.000 KK setiap tahun.

Untuk itu, Iwan berharap, stakeholder membangun kolaborasi yang lebih sinergis dengan seluruh stakeholder bidang perumahan, serta meningkatkan komitmen bersama dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan perumahan di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian PUPR.

Baca Juga: Dengan KPR BTN Bebas, Cukup Bayar DP Bisa Punya Rumah

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, kepada seluruh stakeholder Bank BTN, serta seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga Bank BTN dapat berkontribusi secara maksimal kepada sektor perumahan nasional,” kata Haru.

Penghargaan sebagai Bank penyalur KPR Subsidi terbanyak untuk semua segmen diberikan ke Bank BTN oleh Kementerian PUPR karena melihat rekam jejak Bank BTN mendukung program perumahan nasional. Bank dengan kode saham BBTN ini mencatatkan penyaluran KPR sejak 1976 hingga pertengahan tahun ini mencapai kurang lebih 5 juta unit, dimana 3,9 juta unit diantaranya adalah KPR Subsidi dengan nilai penyaluran KPR sebesar Rp209,7 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, Bank BTN menjadi penguasa pangsa pasar KPR Subsidi dimana per Maret 2022 BTN memegang 38,5% pangsa pasar KPR sementara di segmen KPR Subsidi BTN menguasai 84,5 % pasar. Komitmen BTN dalam membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) diwujudkan dengan penyaluran KPR Subsidi berkolaborasi dengan para pengembang.

Baca Juga: Inilah Kendala Utama Pemenuhan Rumah Bagi MBR, Pemerintah Harus Lakukan Apa?

Haru menjelaskan, Bank BTN dalam menjalankan mandat sebagai Bank penyalur KPR tidak terbatas hanya pada pembiayaan terhadap supply dan demand perumahan saja, tetapi juga melalui pelaksanaan program-program yang memudahkan calon konsumen untuk mengakses dan memperoleh fasilitas KPR, mulai dari pelayanan KPR online melalui aplikasi BTN Properti, portal rumahmurahbtn dan aplikasi lain adalah ekosistem perumahan digital, pelaksanaan Akad Massal KPR di berbagai daerah, produk KPR yang variatif untuk semua segmen, seperti KPR Subsidi, KPR Gaeeess for Millenial, KPR Manfaat Layanan Tambahan dan KPR Tapera serta produk KPR Syariah lain, Bank BTN juga secara aktif dan pro aktif bekerjasama dengan pengembang menjemput bola ke masyarakat dengan berpartisipasi dalam berbagai event perumahan nasional seperti Indonesia Properti Expo (IPEX).

“Pada masa yang akan datang kami dalam proses mempersiapkan layanan digital mortgage dalam satu genggaman (mobile app) untuk mempermudah akses masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan rumah dan kebutuhan lainnya, kami akan terus ekspansi bukan saja kepada sektor perumahan, tetapi juga subsektor perumahan, sehingga terbentuk ekosistem perumahan yang sustain dan memberi manfaat maksimal dalam pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia,” kata Haru.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Foto: dok. ptpp.co.id
Foto: dok. ptpp.co.id
Dari kiri ke kanan: Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia; Ridwan Salam, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang; Jaja Jamaludin, Kasdim Komando Distrik Militer 0604 Karawang; Dadang Taufik, Sekretaris Dinas BPBD; dan Tomy Hendrajati, President Human Initiative. (Foto: istimewa)
Dari kiri ke kanan: Shinji Teraoka, President Director PT Sharp Electronics Indonesia; Ridwan Salam, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang; Jaja Jamaludin, Kasdim Komando Distrik Militer 0604 Karawang; Dadang Taufik, Sekretaris Dinas BPBD; dan Tomy Hendrajati, President Human Initiative. (Foto: istimewa)
Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN.
Haru Koesmahargyo, Direktur Utama Bank BTN.