Rumah Khusus Masyarakat Terdampak Bencana di Dompu Mulai Dibangun

Sebanyak 107 unit Rumah Khusus tipe 36 yang dibangun di Dompu berada di tanah milik Pemerintah Daerah seluas 28.670 meter persegi.

Groundbreaking Rumah Khusus masyarakat terdampak bencana di Dompu, Nusa Tenggara Barat (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Groundbreaking Rumah Khusus masyarakat terdampak bencana di Dompu, Nusa Tenggara Barat (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Dompu) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) memulai pembangunan 107 Rumah Khusus (Rusus) untuk merelokasi masyarakat yang terdampak bencana alam banjir bandang di Desa Daha Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ditargetkan rampung Desember tahun ini, rumah khusus dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Kegiatan groundbreaking ini didahului dengan doa dan ditandai dengan dengan melakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Dompu, Kader Jaelani bersama Ketua Satgas Penaggulangan Bencana NTT dan NTB dari Kementerian PUPR, Widiarto; Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Yusniewati; Sekretaris Jenderal Perumahan M. Hidayat; serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ridwansyah.

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Rusun Mini Untuk Ponpes di NTB

Turut hadir di lokasi Kepala balai pelaksana penyediaan perumahan nusa tenggara I, Rini Dyah Mawarty, Kepala balai prasarana pemukiman wilayah provinsi NTB, Ika Sri Rejeki, dan beberapa masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah khusus.

"Pembangunan rumah khusus ini bentuk nyata dan komitmen kita bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerintah kabupaten Dompu untuk hadir bersama bagi masyarakat. Rumah Khusus yang akan dibangun sebanyak 107 rumah dengan tipe 36 di tanah milik Pemerintah Daerah seluas 28.670 meter persegi," jelas Widiarto, Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat Kementerian PUPR saat memberikan sambutan pada acara groundbreaking, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: 2.063 Rumah Subsidi di NTB Dapat Bantuan PSU di 2022

Widiarto juga menambahkan, tempat tinggal merupakan kebutuhan kita yang utama untuk meningkatkan harkat dan martabat kita sebagai manusia, sesuai moto Kementerian PUPR, bekerja keras, bekerja cerdas bergerak dan bertindak cepat untuk menanggulanginya dan semoga rumah ini selesai sesuai target agar masyarakat dapat menghuni rumah dan lingkungan yang nyaman.

Sementara itu, Bupati Dompu, Kader Jaelani, mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih pada pemerintah yang sudah membantu teralisasinya rumah khusus relokasi bagi masyarakat yang terdampak bencana.

"Terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah berupaya keras dengan aksi cepatnya untuk menghadirkan rumah hunian tetap serta Prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk masyarakat Dompu pasca bencana banjir bandang, dan dengan adanya peletakan baru bertama ini diharapkan akan disusul pengerjaan lainnya agar masyarakat dapat segera pindah dari pengungsian," paparnya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Kawasan wisata Labuan Bajo, NTT (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Kawasan wisata Labuan Bajo, NTT (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Program BSPS Kementerian PUPR.
Program BSPS Kementerian PUPR.
Desain Rusun Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) di Buleleng, Bali (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Desain Rusun Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) di Buleleng, Bali (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Dwityo Akoro Soeranto, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, saat menyampaikan Kuliah Umum dan Diskusi Publik di Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Maluku Utara
Dwityo Akoro Soeranto, Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Perumahan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, saat menyampaikan Kuliah Umum dan Diskusi Publik di Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Maluku Utara