PPDPP: Aplikasi SiKasep Tak Hanya Layani Skema FLPP

Aplikasi SiKasep PPDPP tidak hanya melayani proses pengajuan rumah FLPP, tetapi juga melayani proses pengajuan subsidi perumahan lain.

Foto: readdive.com
Foto: readdive.com

RealEstat.id (Jakarta) - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat, mitra kerja, baik bank pelaksana maupun pengembang perumahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan). Layanan yang dikembangkan PPDPP menyangkut sisi pengembangan teknologi terkait dengan aplikasi Sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi Perumahan (SiKasep) maupun Sistem Informasi untuk Pengembang (SiKumbang).

Baca Juga: Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar SiKumbang, Sistem Informasi Kumpulan Pengembang

Dari database PPDPP per hari ini Rabu (24/6/2020) terdapat 173.602 calon debitur terdaftar di aplikasi SiKasep, dengan 31.082 dinyatakan belum lolos subsidi checking dan 68.023 telah dinyatakan lolos subsidi checking serta 611 calon debitur belum lolos subsidi checking.

“Saat ini ada 14.284 calon debitur yang berada dalam proses verifikasi bank. 1.011 calon debitur sudah mengajukan dana FLPP ke PPDPP dan tercatat sebanyak 68.785 debitur telah menerima dana FLPP,” terang Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin dalam siaran pers yang dirilis PPDPP.

Baca Juga: Saat FLPP Menjadi Dana Tapera, Bagaimana Nasib Perumahan Rakyat?

Semenjak pertengahan Juni lalu, imbuh Arief Sabaruddin, aplikasi SiKasep tidak hanya melayani proses pengajuan rumah FLPP, tetapi juga melayani proses pengajuan subsidi perumahan lainnya, seperti Subsidi Selisih Bunga (SSB) yang dikelola oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR. Tercatat per periode yang sama terlihat pengajuan SSB pada tahap proses verifikasi bank pelaksana sebanyak 5.606 calon debitur.

“Pengembangan aplikasi SiKasep ini tidak akan pernah berhenti sehingga semua data perumahan nantinya bisa menjadi sati dalam aplikasi ini. Sehingga pembuat keputusan bisa memanfaatkan data ini. Mereka tinggal klik, data perumahan bisa tersaji dengan jelas,” ujar Arief optimistis.

Baca Juga: Pengembang dan Perbankan Diimbau Tingkatkan Transaksi Digital Sektor Perumahan

Sebagai aplikasi yang mempertemukan sisi demand (masyarakat berpenghasilan rendah/MBR), sisi supply (pengembang perumahan FLPP), bank pelaksana dan PPDPP alias pemerintah maka ke depan aplikasi SiKasep akan menjadi aplikasi yang mumpuni bagi data perumahan. Sehingga masukan, saran dan kritik membangun juga dibutuhkan untuk kebaikan dan kesempurnaan aplikasi ke depannya.

Saat ini dari data monitoring pengembang PPDPP, telah tercatat 10.335 total lokasi perumahan yang didaftarkan di SiKumbang, sebanyak 9.620 lokasi perumahan sudah terintegrasi dengan SiKasep (siap akad).

Berita Terkait

Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)