Menerapkan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Luminer Cetak 3D

Signify dapat mengurangi 75% jejak karbon atas pasokan dan produksi bahan, transportasi, serta akhir masa pakai produk luminer cetak 3D.

Signify merupakan produsen pencahayaan besar pertama yang memproduksi luminer cetak 3D dalam skala industri. (Foto: Signify Indonesia)
Signify merupakan produsen pencahayaan besar pertama yang memproduksi luminer cetak 3D dalam skala industri. (Foto: Signify Indonesia)

RealEstat.id (Jakarta) - Signify membuat terobosan pada pembuatan produk pencahayaan dengan mengenalkan inovasi teknologi luminer cetak 3D. Teknologi luminer cetak itu, disebut-sebut dapat mengurangi hingga 75% jejak karbon dalam pasokan bahan baku dan produksi.

Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia, menyebutkan bahwa energi menyumbang 60% dari emisi gas rumah kaca dan dunia meminta perusahaan-perusahaan untuk turut mengatasi hal tersebut.

"Banyak perusahaan kini berkomitmen terhadap ekonomi sirkular, dan luminer cetak 3D adalah cara kami untuk berkontribusi mengurangi jejak karbon,” kata Rami seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (19/02/2021).

Baca Juga: Signify Bawa Layanan Cetak Luminer 3D ke Pasar Indonesia

Signify merupakan produsen pencahayaan besar pertama yang memproduksi luminer cetak 3D dalam skala industri.

Umumnya, produksi luminer cetak 3D (tidak termasuk elektronik dan optik) memiliki jejak karbon 47%. Angka itu lebih rendah dibandingkan luminer logam yang diproduksi secara konvensional.

Lebih lanjut Rami mengatakan, perusahannya telah menyempurnakan cara produksi luminer cetak 3D yang sangat fleksibel dan lebih berkelanjutan.

"Kami menggunakan bahan baku polikarbonat yang 100% dapat didaur ulang, sehingga memungkinkan luminer dapat didaur ulang di akhir masa pakainya," ucap Rami.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat luminer cetak 3D adalah dua pertiga dari berat luminer konvensional.

Baca Juga: Lampu UV-C Signify Efektif Nonaktifkan Virus COVID-19: Penelitian Universitas Boston

"Signify dapat menggunakan kembali seluruh bahan baku, sehingga menghasilkan sangat sedikit limbah dan menciptakan siklus hidup produk yang ramah lingkungan," ujar Rami.

Selain itu, luminer cetak 3D dapat didesain khusus sesuai kebutuhan pelanggan. Tercatat, produk tersebut telah digunakan Albert Heijn, jaringan supermarket Belanda hingga M&S (Marks and Spencer).

Di luar dua negara Eropa itu, Indonesia menjadi negara ketiga, setelah Amerika dan India, yang tersedia layanan dari Signify tersebut.

"Kami sangat senang dapat menyediakan produk baru yang berkelanjutan untuk pelanggan di Indonesia, serta membantu mereka mengurangi jejak karbon,” tutur dia.

Baca Juga: Toko Resmi Philips Lighting di E-commerce Raih Penghargaan Bergengsi

Dengan komposisi itu, Rami mengatakan Signify dapat menghemat 35% emisi karbon saat pengiriman dan lebih sedikit bahan bakar yang digunakan.

Dengan layanan ini menurut dia juga dapat menghemat waktu, energi, limbah produksi, pengemasan dan transportasi.

Secara total, Signify dapat mengurangi 75% jejak karbon atas pasokan dan produksi bahan, transportasi, dan akhir masa pakai produk luminer cetak 3D.

"Dengan menjaga produksi tetap dekat dengan area perkotaan, kami dapat mengurangi lebih banyak lagi jejak karbon," tandas Rami Hajjar.

Berita Terkait

 
Dari kanan ke kiri: Novi Imelly, Advisor & Property Expert; Tony Hartono Marketing Director Diamond Land Development; dan Nurul Yaqin Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) dalam webinar bertema PCR (property-cuan-rising).
Dari kanan ke kiri: Novi Imelly, Advisor & Property Expert; Tony Hartono Marketing Director Diamond Land Development; dan Nurul Yaqin Wakil Ketua DPP Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (AREBI) dalam webinar bertema PCR (property-cuan-rising).
Unit rumah di Graha Natura Surabaya. (Foto: Dok. Intiland)
Unit rumah di Graha Natura Surabaya. (Foto: Dok. Intiland)

Dari kiri ke kanan: Rozi Sparta (Direktur Pengembangan Bisnis ACP), M. Yusuf (Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM ACP), Rizkan Firman (Direktur Utama ACP), Agus Himawan (Direktur Utama Sarana Jaya), dan Bima Priya Santosa (Direktur Administrasi & Keuangan Sarana Jaya).
Dari kiri ke kanan: Rozi Sparta (Direktur Pengembangan Bisnis ACP), M. Yusuf (Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM ACP), Rizkan Firman (Direktur Utama ACP), Agus Himawan (Direktur Utama Sarana Jaya), dan Bima Priya Santosa (Direktur Administrasi & Keuangan Sarana Jaya).
Kerjasama dengan PT Griya Kedaton Indah, Triniti Land Rencanakan Pengembangan Dua Proyek di Lampung. (Foto: Triniti Land)
Kerjasama dengan PT Griya Kedaton Indah, Triniti Land Rencanakan Pengembangan Dua Proyek di Lampung. (Foto: Triniti Land)