Mau Beli Kayu MDF? Simak Kelebihan dan Kekurangannya Dulu Ya

Seiring tren interior kekinian, papan MDF marak digunakan sebagai pengganti dari kayu solid dan banyak digunakan sebagai bahan baku pembuat furnitur.

Kayu MDF ((Medium Density Fiber) sering digunakan untuk bahan baku pembuatan aneka macam furnitur. (Foto: Istimewa)
Kayu MDF ((Medium Density Fiber) sering digunakan untuk bahan baku pembuatan aneka macam furnitur. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) - Terbatasnya ketersediaan kayu solid dan mahalnya bahan material tersebut, membuat papan MDF (Medium Density Fiber Board) menjadi pilihan banyak orang dalam pembuatan furnitur.

Banyak rupa produk furnitur, seperti lemari pakaian, meja dan sebagainya, yang terbuat dari kayu MDF, karena dianggap cenderung memiliki harga yang lebih murah.

Lalu, apa itu kayu MDF? Kayu MDF adalah olahan kayu kombinasi dari serbuk kayu dan serat kayu yang dipadatkan dalam tekanan serta temperatur suhu tinggi, dengan bantuan resin dalam prosesnya.

Baca Juga: Trik Pilah-pilih Furnitur Bekas Biar Tidak Salah Beli

Seiring tren interior kekinian, material ini marak digunakan sebagai pengganti dari kayu solid.

Ukuran standar kayu MDF terbilang variatif. Contohnya saja, ukuran 120cmx240cm dengan ketebal yang bermacam pula. Mulai dari 3mm, 4mm, 6mm, 9mm, 12mm, 18mm dan 20mm.

Papan jenis ini memiliki permukaan yang terbilang cukup halus dan lebih rata apabila dibandingkan plywood, sehingga sering digunakan sebagai bahan pembuat lemari kayu MDF.

Kelebihan Papan MDF
Material ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan papan kayu jenis lainnya. Dengan tingkat kepadatan yang tinggi, yakni mencapai 750—800kg/m³, furnitur yang terbuat dari bahan MDF tidak mudah remuk atau rusak.

Baca Juga: Ragam Inspirasi Desain Ruang Kerja yang Cocok Diterapkan Saat WFH

Selain itu pula, karena memiliki permukaan yang lebih halus dan tidak ada permukaan yang berlubang, MDF akan terlihat lebih indah ketika ditambahkan cat kayu.

Bahan papan kayu MDF juga terbilang ringan, sehingga furnitur yang terbuat dari material ini lebih mudah dipindahkan.

Kekurangan papan MDF
Dibalik berbagai kelebihannya tersebut, nyatanya MDF juga memiliki kekurangan juga harus Anda pertimbangkan.

Material jenis ini mudah menyerap air. Hal ini akan menimbulkan masalah karena furnitur akan menjadi lembap dan mudah lapuk serta rusak.

Baca Juga: Apartemen Full Furnished dan Unfurnished, Mana Lebih Menguntungkan

Kekurangan selanjutnya dari kayu olahan ini adalah papan MDF tidak terlalu kuat untuk dipaku ataupun dipasangi skrup pada bagian sikunya.

Jika salah pengaplikasiannya, akan membuat permukaan kayu MDF berisiko mengalami kerusakan.

Menggunakan lem kayu juga tak menjadi jaminan, papan MDF menjadi rekat. Untuk perakitan, sebaiknya Anda menyerahkannya kepada pekerja profesional.

Sisi negatif lainnya dari jenis kayu pabrikan ini adalah mengandung debu serbuk kayu. Oleh karenanya, apabila hendak memperbaiki furnitur yang terbuat dari MDF, pastikan untuk selalu menggunakan masker.

Semoga artikel ini membantu Anda ya. Jika ingin mengetahui lebih banyak informasi tips dan trik seputar rumah dan properti simak lebih lanjut web ini.

Berita Terkait

Inspirasi desain ruang makan mungil. (Foto: Decoist)
Inspirasi desain ruang makan mungil. (Foto: Decoist)
Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)